Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

  2. Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

  3. Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

  4. Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

  5. Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

H
Penulis: Huda Fadhlunnisa
06 November 2026, 00.30 WITA Editor: Shella Paramitha
7 menit baca
Indonesian Noodle Plate with Crispy Crackers
Keterangan foto: Ilustrasi sajian ketoprak dengan bumbu kacang, tahu, lontong, dan kerupuk. Hidangan ini menjadi objek kajian kelayakan usaha Ketoprak Sedap Malam di Sunyaragi, Kota Cirebon. (Ilustrasi/JurnalPost)

CIREBON, JurnalPost.com – Di sebuah gang di kawasan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, sepasang suami istri menjalankan usaha kuliner sederhana bernama Ketoprak Sedap Malam. Tanpa bantuan karyawan, keduanya mengelola seluruh kegiatan usaha, mulai dari menyiapkan bahan baku, memasak, hingga melayani pelanggan.

Meski dijalankan secara sederhana, usaha yang berlokasi di Gang Jalak II, Sunyaragi, tersebut mampu menjual rata-rata 35 porsi ketoprak setiap hari.

IKLAN

Kondisi ini menarik perhatian mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, yang melakukan kajian studi kelayakan bisnis terhadap usaha tersebut.

vitaly gariev LLJXqhxZgs0 unsplash
Baca Juga

Strategic HR: Ketika Arah Bisnis dan Kesiapan Karyawan Harus Berjalan Seirama

Hasil kajian menunjukkan bahwa Ketoprak Sedap Malam memiliki tingkat penjualan yang cukup baik dibandingkan dengan titik impas usahanya. Dengan kebutuhan penjualan minimal sekitar lima porsi per hari untuk menutup biaya, rata-rata penjualan mencapai tujuh kali lipat dari batas tersebut.

Namun, hasil tersebut belum sepenuhnya menjamin keberlanjutan usaha. Tim kajian memberikan penilaian "GO Bersyarat", yang berarti usaha memiliki potensi untuk dilanjutkan, tetapi masih memerlukan verifikasi sejumlah aspek keuangan dan operasional.

Ramai Pembeli pada Malam Hari

Ketoprak Sedap Malam memiliki pola penjualan yang berbeda antara siang dan malam.

Pada siang hari, jumlah pembeli rata-rata sekitar 10 orang. Sementara itu, pada malam hari, khususnya pukul 19.00 hingga 22.00, jumlah pelanggan meningkat menjadi sekitar 20 orang atau lebih.

Solar Cell
Baca Juga

Digitalisasi Hidroponik Berbasis Solar Cell: Solusi Efisiensi Biaya Produksi Dan Peningkatan Pendapatan Usahatani

Pelanggan usaha ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat umum.

Salah satu keunggulan yang ditemukan dalam kajian adalah penggunaan lontong berbungkus daun. Cara penyajian tersebut menjadi pembeda di tengah persaingan usaha ketoprak di kawasan Sunyaragi.

Dalam radius yang relatif dekat terdapat sejumlah usaha sejenis, di antaranya Ketoprak Primadona yang berjarak sekitar 200 meter dengan harga hampir sama serta Ketoprak Al Jumhur Siti yang berjarak sekitar 400 meter dengan harga Rp14.000.

Keberadaan pesaing tersebut membuat kualitas makanan, harga, dan pelayanan menjadi faktor penting untuk mempertahankan pelanggan.

Mahasiswa FEB UGJ
Baca Juga

Toko Kelontong Go Digital : Mahasiswa FEB UGJ Bantu UMKM Kedung Dawa Naik Kelas

Pilihan Menu dan Harga Ketoprak Sedap Malam

Ketoprak Sedap Malam menyediakan beberapa pilihan menu dengan harga yang relatif terjangkau.

Berikut daftar harga yang dicatat dalam kajian:

  • Ketoprak Original: Rp12.000

  • Ketoprak Telur: Rp15.000

  • Ketoprak Indomie: Rp17.000

  • Ketoprak Indomie + Telur: Rp20.000

  • Kerupuk tambahan: Rp2.000

Variasi menu tersebut memberikan pilihan bagi pelanggan sesuai selera dan kemampuan membeli.

Meski demikian, tim kajian menilai bahwa penghitungan biaya produksi untuk setiap jenis menu masih perlu dilakukan secara lebih terperinci agar keuntungan masing-masing produk dapat diketahui.

Keuntungan Rp3.000 per Porsi dan Titik Impas yang Rendah

Salah satu bagian penting dalam kajian ini adalah analisis biaya produksi dan keuntungan usaha.

Untuk Ketoprak Original yang dijual seharga Rp12.000, harga pokok penjualan (HPP) diperkirakan mencapai Rp9.000 per porsi.

Biaya tersebut terdiri atas lontong atau ketupat Rp1.500, tahu goreng Rp2.000, bihun, tauge, dan timun Rp1.500, bumbu kacang serta bawang Rp2.500, kerupuk dan kecap Rp1.000, serta gas, minyak, dan tisu Rp500.

Dengan perhitungan tersebut, setiap porsi Ketoprak Original memberikan margin kontribusi sebesar Rp3.000 untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan keuntungan.

Adapun biaya tetap usaha diperkirakan sebesar Rp450.000 per bulan, terdiri atas sewa lapak Rp400.000 dan listrik Rp50.000.

Berdasarkan simulasi penjualan 35 porsi per hari dengan harga Rp12.000, omzet usaha diperkirakan mencapai Rp420.000 per hari atau sekitar Rp12,6 juta dalam 30 hari.

Setelah memperhitungkan biaya variabel dan biaya tetap yang dimasukkan dalam simulasi, laba bulanan diperkirakan mencapai Rp2,7 juta.

Namun, angka tersebut belum termasuk upah pemilik, penyusutan peralatan, dan sejumlah biaya operasional lain yang belum diperhitungkan.

Titik impas atau break-even point (BEP) usaha diperkirakan berada pada 150 porsi per bulan. Dengan rata-rata penjualan 1.050 porsi per bulan, usaha memiliki margin keselamatan sekitar 85,7 persen.

Artinya, berdasarkan asumsi simulasi, penjualan masih berada cukup jauh di atas batas minimal untuk menutup biaya.

IKLAN

Kenaikan Harga Bahan Baku Menjadi Ancaman Utama

Walaupun tingkat penjualan dinilai cukup baik, Ketoprak Sedap Malam menghadapi tantangan dari perubahan harga bahan baku.

Margin kontribusi yang hanya Rp3.000 per porsi membuat keuntungan usaha cukup sensitif terhadap kenaikan biaya produksi.

Dalam simulasi yang dilakukan tim, kenaikan harga bahan baku sebesar 5 persen dapat menurunkan laba bulanan menjadi sekitar Rp2.227.500.

Apabila biaya bahan baku meningkat 10 persen, laba diperkirakan turun menjadi Rp1.755.000. Sementara itu, kenaikan sebesar 15 persen membuat laba menyusut hingga sekitar Rp1.282.500 per bulan.

Sebaliknya, apabila jumlah pembeli berkurang 20 persen dengan struktur biaya yang sama, laba simulasi masih berada pada kisaran Rp2.070.000 per bulan.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa pengendalian biaya bahan baku menjadi salah satu faktor utama untuk menjaga keuntungan.

Tim juga mengkaji kemungkinan penyesuaian harga jual.

Apabila biaya bahan baku meningkat 10 persen dan harga Ketoprak Original dinaikkan dari Rp12.000 menjadi Rp13.000, laba simulasi dapat mencapai Rp2.805.000 per bulan, dengan asumsi jumlah pembeli tidak mengalami perubahan.

Namun, kenaikan harga tetap perlu mempertimbangkan daya beli pelanggan dan persaingan dengan pedagang ketoprak lainnya.

Proyeksi Usaha untuk Tiga Tahun Mendatang

Kajian turut menyusun proyeksi perkembangan usaha selama tiga tahun menggunakan tiga skenario, yakni optimistis, moderat, dan pesimistis.

Pada skenario optimistis dengan pertumbuhan penjualan 10 persen per tahun, laba bulanan diperkirakan meningkat dari Rp2,7 juta pada tahun pertama menjadi Rp3.015.000 pada tahun kedua dan Rp3.361.500 pada tahun ketiga.

Dalam skenario moderat dengan pertumbuhan 5 persen per tahun, laba simulasi diperkirakan mencapai Rp2.857.500 pada tahun kedua dan Rp3.022.875 pada tahun ketiga.

Sementara itu, dalam skenario pesimistis dengan penurunan penjualan 5 persen setiap tahun, laba masih diproyeksikan sekitar Rp2.542.500 pada tahun kedua dan Rp2.392.875 pada tahun ketiga.

Seluruh angka tersebut merupakan proyeksi berdasarkan asumsi harga jual dan struktur biaya yang tetap, bukan hasil keuangan aktual pada periode mendatang.

Karena itu, perubahan harga bahan baku, kondisi persaingan, dan perilaku konsumen tetap perlu diperhitungkan.

Legalitas dan Pencatatan Keuangan Usaha

Dari sisi legalitas, Ketoprak Sedap Malam tercatat memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan pada 12 Juli 2023 dengan kategori usaha mikro.

Pemilik juga menyatakan telah memiliki sertifikat halal serta memenuhi persyaratan perizinan dan keamanan pangan yang relevan.

Meski demikian, dokumen pendukung selain NIB masih perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya.

Dalam pengelolaan keuangan, pemilik menggunakan pencatatan melalui buku dan aplikasi pada telepon seluler.

Sementara itu, kegiatan promosi dilakukan melalui media sosial untuk memperkenalkan produk dan menjangkau pelanggan.

Hasil Kajian: Usaha Layak Dilanjutkan dengan Sejumlah Catatan

Berdasarkan berbagai aspek yang dianalisis, tim mahasiswa memberikan status "GO Bersyarat" terhadap Ketoprak Sedap Malam.

Penilaian tersebut menunjukkan adanya potensi keberlanjutan usaha, tetapi belum menjadi keputusan akhir mengenai kelayakan bisnis secara menyeluruh.

Setidaknya terdapat empat hal yang perlu diselesaikan sebelum kesimpulan final dapat diberikan, yakni verifikasi omzet aktual melalui pencatatan transaksi selama 14–30 hari, penghitungan HPP seluruh menu, perhitungan upah pemilik, serta pemeriksaan dokumen legalitas.

Apabila ditemukan kelemahan yang masih dapat diperbaiki, seperti biaya produksi yang terlalu tinggi atau harga jual yang kurang sesuai, usaha dapat masuk dalam kategori perbaikan atau REVISE.

Sementara itu, opsi penggantian model usaha atau REPLACE baru dipertimbangkan apabila usaha terbukti tidak berkelanjutan meskipun telah dilakukan perbaikan yang wajar.

Kajian ini juga memberikan pelajaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengenai pentingnya pencatatan transaksi, penghitungan biaya produksi, pemantauan harga bahan baku, serta pemahaman terhadap kondisi persaingan.

Usaha kecil dengan penjualan yang terlihat ramai belum tentu menghasilkan keuntungan besar apabila biaya produksi tidak dikendalikan secara tepat.

Sebaliknya, usaha sederhana yang memiliki pencatatan keuangan teratur dan memahami titik impas dapat mempunyai dasar yang lebih kuat untuk mempertahankan serta mengembangkan bisnisnya.


Tentang Penulis

Huda Fadhlunnisa merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon.

Artikel ini dikembangkan dari tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis di bawah bimbingan Sandi Nasrudin Wibowo, S.E., M.M., MCE, berdasarkan Project Charter kelompok PT Achiki yang disusun bersama Fahlevy Apik Kurnia dan Khairunnisa Salsabila Gunawan.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketoprak-sedap-malam-di-cirebon-jual-35-porsi-sehari-ini-hasil-kajian-kelayakan-usahanya/98561/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 00.43 WITA

  • #Ketoprak Sedap Malam
  • #Kuliner Cirebon
  • #Manajemen Bisnis
  • #Studi Kelayakan Bisnis
  • #Titik Impas Usaha
  • #UMKM Cirebon
  • #Universitas Swadaya Gunung Jati

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

Pilihan Editor

  1. 1 Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan
  2. 2

    Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

  3. 3

    Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

  4. 4

    Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

  5. 5

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.