BANYUMAS, JurnalPost.com – Telkom University Kampus Purwokerto memperkenalkan teknologi monitoring kesuburan tanah berbasis Internet of Things (IoT) kepada Kelompok Tani Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 28 September 2026.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) yang bertujuan membantu petani memantau kondisi tanah secara lebih praktis dan terukur melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital sektor pertanian, terutama untuk meningkatkan akses petani terhadap informasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan lahan.
Selama ini, petani di Desa Wlahar Wetan masih menghadapi sejumlah kendala dalam mengetahui kondisi tanah secara terukur. Keterbatasan perangkat pengukuran membuat penentuan kebutuhan pemupukan umumnya masih mengandalkan pengalaman dan kebiasaan yang telah diterapkan secara turun-temurun.
Melalui penerapan teknologi IoT, petani diharapkan memiliki sumber informasi tambahan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan terkait pengelolaan lahan pertanian.
Teknologi IoT Bantu Petani Mengenali Kondisi Tanah
Sistem monitoring kesuburan tanah yang diperkenalkan tim Telkom University mengintegrasikan sensor tanah, mikrokontroler, dan teknologi IoT dengan dashboard berbasis web.
Perangkat tersebut dirancang untuk memantau sejumlah parameter penting yang berkaitan dengan kondisi tanah, meliputi tingkat keasaman atau pH, kelembapan, serta kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Data hasil pengukuran kemudian dapat ditampilkan melalui dashboard digital sehingga petani lebih mudah mengakses dan memahami informasi mengenai kondisi lahan mereka.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu petani mengidentifikasi perubahan kondisi tanah tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pengamatan manual.
Meski demikian, informasi yang dihasilkan perangkat tetap perlu digunakan secara cermat dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, kondisi lahan, serta praktik pertanian setempat.
Dengan demikian, teknologi monitoring berperan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan, bukan sebagai pengganti seluruh pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki petani.
Sosialisasi dan Pengenalan Perangkat kepada Kelompok Tani
Selain memperkenalkan sistem monitoring, tim pengabdian Telkom University juga memberikan sosialisasi kepada anggota Kelompok Tani Desa Wlahar Wetan.
Dalam kegiatan tersebut, para petani mendapatkan penjelasan mengenai fungsi perangkat, cara penggunaannya, serta bagaimana informasi hasil pemantauan tanah dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian.

Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai penerapan teknologi digital dalam pengelolaan lahan sekaligus membuka ruang diskusi antara tim pengabdian dan masyarakat.
Keterlibatan petani sebagai mitra utama menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Melalui interaksi langsung, tim pengabdian dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pengguna dan tantangan yang mungkin muncul ketika perangkat digunakan di lapangan.
Berdasarkan tanggapan awal selama kegiatan, anggota kelompok tani menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi monitoring tanah yang diperkenalkan.
Respons tersebut menjadi masukan bagi tim pengabdian untuk terus mengembangkan perangkat agar penggunaannya semakin mudah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Serahkan Dua Unit Perangkat Monitoring Tanah
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, tim Telkom University juga menyerahkan dua unit perangkat monitoring kesuburan tanah kepada kelompok tani mitra.
Penyerahan tersebut dilengkapi buku panduan penggunaan agar perangkat dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh petani setelah kegiatan sosialisasi selesai.
Keberadaan perangkat diharapkan dapat membuka kesempatan bagi kelompok tani untuk mengenal pengukuran kondisi tanah secara lebih terstruktur.
Meski demikian, penerapan teknologi ini masih memerlukan evaluasi dan penyempurnaan lebih lanjut, terutama terkait kemudahan operasional, keandalan hasil pengukuran, serta kesesuaian informasi yang dihasilkan dengan kondisi pertanian di Desa Wlahar Wetan.
Evaluasi tersebut penting agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya dapat digunakan secara teknis, tetapi juga benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani sebagai pengguna.
Keberlanjutan pemanfaatan perangkat juga membutuhkan pendampingan serta kerja sama antara tim pengembang dan kelompok tani.
Dorong Pertanian Berbasis Data dan Teknologi Digital
Penerapan sistem monitoring tanah berbasis IoT di Desa Wlahar Wetan menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan inovasi teknologi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui program pengabdian ini, Telkom University berupaya memperlihatkan bahwa teknologi digital tidak hanya dapat dimanfaatkan dalam sektor industri atau komunikasi, tetapi juga memiliki peluang untuk mendukung aktivitas pertanian.
Informasi mengenai kondisi tanah dapat menjadi salah satu dasar bagi petani dalam mengevaluasi pengelolaan lahan dan mempertimbangkan langkah budidaya yang lebih sesuai.
Namun, manfaat jangka panjang dari teknologi tersebut masih perlu dilihat melalui penerapan dan evaluasi secara berkelanjutan.
Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan dapat terus diperkuat, termasuk melalui kegiatan pendampingan, pelatihan, serta pengembangan sistem sesuai kebutuhan lapangan.
Kolaborasi tersebut menjadi penting agar inovasi teknologi tidak berhenti pada penyerahan perangkat atau kegiatan sosialisasi, melainkan memiliki peluang untuk diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, Telkom University berharap petani semakin terbiasa menggunakan informasi berbasis data sebagai salah satu pertimbangan dalam mengelola lahan pertanian.
Program ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang berangkat dari persoalan nyata masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan pertanian yang lebih adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda