Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

  2. Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

  3. Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

  4. Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

  5. Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. 82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

A
Penulis: Aditya Pratama
04 November 2026, 10.32 WITA Editor: Shella Paramitha
7 menit baca
Pembelajaran Mendalam  Panduan Sekolah
Keterangan foto: Ilustrasi media flipbook digital berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang dirancang untuk membantu guru memahami dan menerapkan Kurikulum Merdeka secara lebih praktis, interaktif, dan fleksibel. (Ilustrasi/JurnalPost)

JAKARTA, JurnalPost.com – Sebanyak 82,4 persen guru di Indonesia menyatakan sangat membutuhkan media pembelajaran berbentuk flipbook digital yang dirancang berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa guru memerlukan media belajar yang lebih praktis, mudah diakses, dan relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan.

Temuan tersebut berasal dari penelitian analisis kebutuhan yang melibatkan 30 guru dari berbagai provinsi di Indonesia. Responden berasal dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku, hingga Papua, sehingga memberikan gambaran mengenai kebutuhan guru dari berbagai wilayah dengan karakteristik yang beragam.

IKLAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator kebutuhan terhadap media flipbook memperoleh tingkat persetujuan di atas 80 persen. Tidak ada satu pun responden yang menyatakan tidak setuju terhadap pengembangan media tersebut.

Tingkat konsensus yang sangat tinggi ini menjadi temuan paling menonjol dalam keseluruhan penelitian dan memperlihatkan adanya kebutuhan nyata terhadap media pembelajaran digital yang dapat digunakan secara mandiri oleh guru.

Pemahaman Pembelajaran Mendalam Masih Belum Merata

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa implementasi Pembelajaran Mendalam di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Meskipun pendekatan tersebut mulai diperkenalkan sebagai salah satu penguatan dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, pemahaman guru terhadap konsep tersebut belum sepenuhnya merata.

Data penelitian menunjukkan hanya 16,7 persen responden yang mengaku telah memahami konsep Pembelajaran Mendalam dengan baik dan siap menerapkannya dalam proses pembelajaran.

Sebanyak 46,7 persen responden menyatakan baru memahami sebagian konsep tersebut, sedangkan 33,3 persen mengaku hanya pernah mendengar istilahnya. Bahkan, masih terdapat 3,3 persen guru yang belum mengetahui konsep Pembelajaran Mendalam sama sekali.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar guru masih memerlukan pendampingan, sumber belajar, serta media yang dapat membantu mereka memahami konsep secara lebih sederhana dan aplikatif.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Mayoritas Guru Belum Menerapkan Pembelajaran Mendalam

Temuan tersebut diperkuat oleh jajak pendapat terhadap 150 guru ekonomi di berbagai daerah. Dari 141 guru yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka, hanya 21,3 persen yang telah menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam kegiatan belajar mengajar.

Sebaliknya, sebanyak 72,7 persen guru mengaku belum menerapkannya meskipun telah menjalankan Kurikulum Merdeka.

Data tersebut menunjukkan bahwa implementasi kurikulum belum sepenuhnya diikuti oleh penerapan pendekatan pembelajaran yang menjadi salah satu fokus pengembangannya. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kebijakan pendidikan dengan kesiapan guru di lapangan.

Para guru juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang menyebabkan proses adaptasi berlangsung lambat. Sebanyak 60 persen responden mengaku memiliki keterbatasan waktu untuk belajar secara mandiri.

Sementara itu, 50 persen menyatakan masih minimnya media pembelajaran yang mendukung pemahaman terhadap konsep Pembelajaran Mendalam.

Selain itu, 40 persen guru menyebut keterbatasan sarana dan prasarana sekolah sebagai hambatan utama. Sebanyak 33,3 persen responden juga menilai masih kurang tersedia panduan implementasi yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan di kelas.

Menurut tim peneliti, berbagai kendala tersebut menunjukkan bahwa guru membutuhkan media belajar yang ringkas, fleksibel, dan dapat dipelajari secara mandiri tanpa harus bergantung pada pelatihan tatap muka yang sering kali terbatas.

Flipbook Digital Memiliki Potensi Adopsi yang Tinggi

Penelitian juga menemukan bahwa media flipbook digital memiliki peluang besar untuk diadopsi oleh guru di Indonesia.

Sebanyak 83,3 persen responden mengaku belum pernah menggunakan flipbook dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian, mereka menyatakan memiliki minat yang tinggi untuk memanfaatkan media tersebut apabila tersedia dengan konten yang sesuai kebutuhan.

Mrdia Pembelajaran
Gambar 1. Cover Flipbook Pembelajaran Mendalam

Saat ini, guru masih mengandalkan media pembelajaran konvensional maupun digital sederhana. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menjadi media yang paling banyak digunakan dengan persentase 80 persen.

IKLAN

Posisi berikutnya ditempati buku teks cetak sebesar 73,3 persen dan salindia presentasi sebesar 66,7 persen. Sementara itu, penggunaan flipbook atau buku elektronik baru mencapai sekitar 10 persen.

Rendahnya tingkat pemanfaatan flipbook dinilai bukan disebabkan oleh rendahnya minat guru terhadap teknologi, melainkan karena masih terbatasnya ketersediaan media yang dirancang sesuai kebutuhan implementasi Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Mendalam.

Guru Menginginkan Flipbook yang Fleksibel dan Mudah Dipahami

Penelitian juga menggali karakteristik flipbook yang diharapkan guru. Sebanyak 84 persen responden menginginkan media yang dapat diakses baik secara daring maupun luring sehingga tetap dapat digunakan di daerah dengan keterbatasan jaringan internet.

Selain itu, sebanyak 83,3 persen responden mengharapkan flipbook dilengkapi panduan implementasi yang praktis, menarik, dan mudah dipahami.

Persentase yang sama juga menginginkan penyajian materi dalam bentuk infografis, ilustrasi visual, diagram, maupun contoh penerapan sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.

Kebutuhan terhadap akses luring dinilai mencerminkan kondisi riil pendidikan di Indonesia. Hingga kini, pemerataan infrastruktur internet belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah sehingga media pembelajaran yang dapat digunakan tanpa koneksi internet masih menjadi kebutuhan penting bagi banyak guru.

Konten Praktis Menjadi Prioritas

Dari sisi materi, guru mengharapkan flipbook tidak hanya menjelaskan konsep teoretis, tetapi juga memberikan panduan implementasi yang dapat langsung diterapkan di sekolah.

Sebanyak 83,3 persen responden menginginkan pembahasan mengenai komponen utama Kurikulum Merdeka, seperti Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Modul Ajar.

Selanjutnya, 76,7 persen guru mengharapkan penjelasan mengenai prinsip Pembelajaran Mendalam yang menekankan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Selain itu, lebih dari separuh responden, yaitu 56,7 persen, menginginkan contoh strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan sesuai karakteristik peserta didik dan kebutuhan sekolah.

Tim peneliti menilai bahwa penyajian materi dalam bentuk microlearning atau pembelajaran singkat dengan bahasa sederhana akan membantu guru mempelajari konsep secara bertahap tanpa harus mengalokasikan waktu belajar yang panjang.

Mayoritas Responden Merupakan Guru Honorer

Profil responden juga memberikan gambaran menarik mengenai kondisi guru di Indonesia. Sebanyak 70 persen responden merupakan guru honorer atau guru tidak tetap, sedangkan 73,3 persen mengajar di sekolah swasta.

Mayoritas responden memiliki pengalaman mengajar antara 11 hingga 20 tahun.

Menurut tim peneliti, karakteristik tersebut memperkuat urgensi penyediaan media belajar mandiri yang mudah diakses.

Guru honorer umumnya memiliki kesempatan yang lebih terbatas untuk mengikuti pelatihan formal yang diselenggarakan pemerintah karena keterbatasan kuota, biaya, maupun lokasi pelaksanaan.

Media digital seperti flipbook dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih efisien karena memungkinkan guru belajar secara fleksibel sesuai waktu yang dimiliki tanpa meninggalkan tugas mengajar.

Solusi Strategis Mendukung Transformasi Pendidikan

Berdasarkan keseluruhan temuan, tim peneliti menyimpulkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan guru dan ketersediaan media pembelajaran yang mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam.

Pengembangan flipbook digital berbasis microlearning dipandang sebagai salah satu solusi strategis untuk menjawab tantangan tersebut.

Media ini dinilai mampu membantu guru memahami konsep Kurikulum Merdeka secara bertahap, meningkatkan kemandirian belajar, mengatasi keterbatasan waktu, serta memberikan akses yang lebih luas bagi guru di berbagai daerah.

Tim peneliti juga menilai bahwa pengembangan media pembelajaran digital semacam ini sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita serta mendukung transformasi pendidikan menuju era Society 5.0 yang menekankan pemanfaatan teknologi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/824-persen-guru-membutuhkan-flipbook-pembelajaran-mendalam-kurikulum-merdeka/98521/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 11.42 WITA

  • #Flipbook Digital
  • #Guru Honorer
  • #Kurikulum Merdeka
  • #Media Pembelajaran
  • #Pembelajaran Mendalam
  • #Pendidikan Indonesia
  • #Teknologi Pendidikan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
  2. 2

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  3. 3

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  4. 4

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  5. 5

    Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.