Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Penulis:
  • Amanda Putriana, Eka Yutriaskia, Linggih Malsita Arum, Vira Amelia Shelvani, Muhammad Zaky Abdullah

Dosen Pengampu: Rizka Wahyuni Amelia, S.E., M.M.

Afiliasi: Program Studi S1 Manajemen, Universitas Pamulang

Editor: Rina Maharani
02 November 2026, 22.27 WITA
Pilih Simpan sebagai PDF pada dialog cetak.
Kuala Lumpur Skyline with Maybank Tower
Gedung Public Bank Berhad dan Maybank di Kuala Lumpur, Malaysia. Kinerja keuangan kedua bank menjadi sorotan setelah laba bersih meningkat, sementara arus kas operasional mengalami penurunan. Foto: Chlod dan DvTor8303

JurnalPost.com - Laba bersih Public Bank Berhad dan Maybank sama-sama meningkat sepanjang 2025. Namun, arus kas dari aktivitas operasi kedua bank justru mengalami penurunan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan laba perusahaan belum tentu berjalan searah dengan penerimaan dan pengeluaran kas.

JAKARTA, JurnalPost.com — Kinerja keuangan perusahaan tidak cukup dinilai hanya dari besarnya laba bersih yang berhasil dibukukan. Investor juga perlu memperhatikan kondisi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, serta arus kas untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kesehatan keuangan perusahaan.

IKLAN

Fenomena tersebut terlihat dalam laporan keuangan dua bank besar Malaysia, yakni Public Bank Berhad dan Malayan Banking Berhad atau Maybank. Pada tahun buku 2025, keduanya mencatatkan kenaikan laba bersih. Namun, arus kas dari aktivitas operasi justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbedaan ini menarik untuk dicermati karena laba menunjukkan hasil kinerja berdasarkan prinsip akuntansi, sedangkan laporan arus kas menggambarkan pergerakan kas yang benar-benar terjadi selama periode tertentu.

Dengan demikian, kenaikan laba belum tentu menjadi satu-satunya indikator bahwa kondisi keuangan perusahaan semakin baik.

Lima Laporan Keuangan untuk Membaca Kondisi Perusahaan

Analisis kinerja keuangan Public Bank dan Maybank dapat dilakukan melalui lima komponen utama laporan keuangan yang saling melengkapi.

Pertama, laporan posisi keuangan yang memperlihatkan jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada akhir periode pelaporan.

Kedua, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain yang menggambarkan pendapatan, beban, serta laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu.

Ketiga, laporan perubahan ekuitas yang menjelaskan perubahan modal pemegang saham, termasuk pengaruh laba ditahan dan pembagian dividen.

Keempat, laporan arus kas yang mencatat penerimaan dan pengeluaran kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, serta pendanaan.

Kelima, catatan atas laporan keuangan yang memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai angka-angka dalam laporan keuangan, kebijakan akuntansi, serta informasi penting lainnya.

Kelima laporan tersebut perlu dibaca secara bersamaan agar investor tidak hanya berfokus pada pertumbuhan laba, tetapi juga memahami struktur pendanaan, sumber pendapatan, kualitas aset, dan kemampuan perusahaan dalam mengelola likuiditas.

Aset Public Bank Meningkat, Maybank Mengalami Penurunan

Perubahan jumlah aset menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan kegiatan usaha perusahaan.

Berdasarkan data laporan keuangan konsolidasian yang dianalisis, total aset Public Bank meningkat dari RM543,31 miliar pada 2024 menjadi RM561,65 miliar pada 2025.

Sebaliknya, Maybank mencatat penurunan total aset dari RM1.075,32 miliar menjadi RM1.053,58 miliar dalam periode yang sama.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua bank mengalami perkembangan posisi keuangan yang tidak sepenuhnya sama.

Dari sisi liabilitas, Public Bank mencatat kenaikan dari RM483,38 miliar pada 2024 menjadi RM499,21 miliar pada 2025. Ekuitasnya juga meningkat dari RM57,34 miliar menjadi RM59,94 miliar.

Sementara itu, total liabilitas Maybank mengalami penurunan dari sekitar RM978,12 miliar menjadi RM956,74 miliar. Ekuitas Maybank juga turun dari sekitar RM97,21 miliar menjadi RM96,84 miliar.

Perbandingan posisi keuangan Public Bank dan Maybank (RM miliar):

IndikatorPublic Bank 2024Public Bank 2025Maybank 2024Maybank 2025
Total aset543,31561,651.075,321.053,58
Total liabilitas483,38499,21978,12956,74
Ekuitas57,3459,9497,2196,84

Sumber: Laporan Tahunan Public Bank dan Maybank 2025. Angka dalam RM miliar dan telah dibulatkan.

Data tersebut memperlihatkan bahwa Public Bank mengalami pertumbuhan aset dan ekuitas, sedangkan Maybank mencatat penurunan pada kedua indikator tersebut.

Meski demikian, penurunan aset dan liabilitas tidak secara otomatis menunjukkan kondisi keuangan yang buruk.

Dalam industri perbankan, perubahan saldo aset dan kewajiban dapat dipengaruhi oleh aktivitas penyaluran kredit, penghimpunan simpanan, penempatan dana, serta pengelolaan portofolio investasi.

Selain itu, liabilitas bank memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan utang perusahaan nonkeuangan karena di dalamnya termasuk dana simpanan nasabah dan berbagai kewajiban pendanaan lainnya.

Pendapatan Public Bank Naik, Maybank Justru Menurun

Perbedaan kinerja kedua bank juga terlihat dari perkembangan pendapatan operasional dan laba bersih.

Public Bank mencatat pendapatan operasional sebesar RM29,51 miliar pada 2025. Jumlah tersebut meningkat sekitar 8,5 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar RM27,21 miliar.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham Public Bank juga meningkat dari RM7,15 miliar menjadi RM7,22 miliar atau tumbuh sekitar 1,1 persen.

Sementara itu, Maybank menunjukkan kondisi yang berbeda.

Pendapatan operasional Maybank turun dari RM68,94 miliar pada 2024 menjadi RM66,37 miliar pada 2025. Penurunan tersebut setara dengan sekitar 3,7 persen.

Walaupun pendapatan operasional menurun, laba bersih Maybank justru meningkat dari RM10,09 miliar menjadi RM10,51 miliar atau tumbuh sekitar 4,2 persen.

Perbandingan pendapatan dan laba bersih kedua bank (RM miliar):

IndikatorPublic Bank 2024Public Bank 2025Maybank 2024Maybank 2025
Pendapatan operasional27,2129,5168,9466,37
Laba bersih7,157,2210,0910,51
Pertumbuhan laba bersih—+1,1%—+4,2%

Sumber: Laporan Tahunan Public Bank dan Maybank 2025. Angka telah dibulatkan.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa Public Bank mampu meningkatkan pendapatan sekaligus laba bersih.

Sebaliknya, Maybank tetap mencatat pertumbuhan laba meskipun pendapatan operasionalnya mengalami penurunan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa laba bersih tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pendapatan. Efisiensi pengeluaran, perubahan beban operasional, pendapatan dari sumber lain, serta beban penurunan nilai aset juga dapat memengaruhi hasil akhir perusahaan.

Oleh karena itu, investor perlu memahami komponen pembentuk laba sebelum menyimpulkan bahwa peningkatan keuntungan mencerminkan perbaikan kinerja secara keseluruhan.

Arus Kas Operasi Turun, Maybank Bahkan Mencatat Nilai Negatif

Salah satu temuan penting dalam perbandingan kinerja keuangan Public Bank dan Maybank terletak pada laporan arus kas dari aktivitas operasi.

Public Bank mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar RM8,25 miliar pada 2024. Namun, jumlah tersebut menurun menjadi RM3,54 miliar pada 2025.

Penurunan ini mencapai sekitar 57,1 persen.

Meskipun mengalami penurunan yang cukup besar, arus kas operasi Public Bank masih berada pada posisi positif. Artinya, perusahaan tetap mencatat arus kas masuk bersih dari kegiatan operasional selama periode pelaporan.

Kondisi berbeda dialami Maybank.

Pada 2024, Maybank mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar RM28,78 miliar. Akan tetapi, pada 2025, nilainya berubah menjadi negatif RM14,95 miliar.

Perubahan tersebut memperlihatkan adanya pergeseran yang cukup besar dalam pergerakan kas operasional perusahaan.

Perbandingan arus kas operasi kedua bank:

Bank2024 (RM miliar)2025 (RM miliar)Perubahan
Public Bank8,253,54Turun 57,1%
Maybank28,78-14,95Berubah menjadi negatif

Sumber: Laporan arus kas konsolidasian Public Bank dan Maybank tahun 2025.

IKLAN

Arus kas operasi negatif menunjukkan bahwa pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi lebih besar daripada penerimaan kas selama periode pelaporan.

Namun, kondisi tersebut perlu dianalisis secara hati-hati, khususnya pada perusahaan yang bergerak di sektor perbankan.

Aktivitas operasional bank sangat dipengaruhi oleh penghimpunan dana masyarakat, penyaluran kredit, penempatan dana, dan perubahan berbagai instrumen keuangan.

Sebagai contoh, peningkatan penyaluran kredit dapat menyebabkan arus kas keluar dalam jumlah besar. Sebaliknya, pertumbuhan simpanan nasabah dapat meningkatkan arus kas masuk.

Karena itu, arus kas operasi yang negatif tidak otomatis berarti bank sedang menghadapi kesulitan keuangan.

Investor perlu memeriksa komponen yang menyebabkan perubahan arus kas serta membandingkannya dengan indikator likuiditas, kecukupan modal, dan kualitas aset.

Mengapa Laba Naik, tetapi Arus Kas Justru Turun?

Perbedaan antara pertumbuhan laba bersih dan arus kas operasi dapat dijelaskan melalui penerapan basis akrual dalam penyusunan laporan keuangan.

Dalam akuntansi berbasis akrual, pendapatan dan beban diakui ketika transaksi terjadi atau ketika hak dan kewajiban muncul, bukan semata-mata ketika uang diterima atau dibayarkan.

Artinya, perusahaan dapat mengakui pendapatan meskipun penerimaan kas atas transaksi tersebut belum terjadi pada periode yang sama.

Hal serupa berlaku pada pengakuan sejumlah beban yang belum tentu langsung disertai pengeluaran kas.

Pada industri perbankan, perbedaan ini menjadi semakin kompleks karena aktivitas utama bank berkaitan erat dengan pengelolaan uang dan berbagai instrumen keuangan.

Perubahan jumlah kredit yang disalurkan, simpanan nasabah, penempatan dana, serta transaksi keuangan lainnya dapat memengaruhi arus kas secara signifikan.

Di sisi lain, laba bersih bank dipengaruhi oleh pendapatan bunga, pendapatan nonbunga, beban operasional, serta pencadangan kerugian kredit.

Dengan demikian, kenaikan laba bersih tidak selalu disertai peningkatan arus kas operasi karena kedua indikator tersebut mengukur aspek keuangan yang berbeda.

Risiko Keuangan yang Perlu Diperhatikan Investor

Berdasarkan perbandingan laporan keuangan kedua bank, terdapat sejumlah risiko dan indikator yang perlu menjadi perhatian investor.

Public Bank menghadapi tantangan berupa penurunan arus kas operasi yang cukup besar. Walaupun total aset, pendapatan, dan laba bersih meningkat, penyebab penurunan arus kas tersebut tetap perlu dianalisis lebih lanjut.

Investor juga perlu memperhatikan perkembangan kualitas kredit, tingkat likuiditas, pertumbuhan simpanan, serta kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja operasionalnya.

Sementara itu, Maybank menghadapi perhatian lebih besar terkait perubahan arus kas operasi yang berbalik dari positif menjadi negatif.

Penurunan pendapatan operasional, total aset, dan ekuitas juga menjadi faktor yang perlu dicermati.

Investor perlu menilai apakah perubahan tersebut merupakan kondisi sementara akibat dinamika aktivitas perbankan atau mencerminkan perubahan kinerja keuangan yang lebih mendasar.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat, analisis kedua bank sebaiknya dilengkapi dengan sejumlah rasio keuangan khusus sektor perbankan.

Indikator tersebut meliputi non-performing loan (NPL) untuk menilai kualitas kredit, net interest margin (NIM) untuk mengukur kemampuan menghasilkan pendapatan bunga bersih, capital adequacy ratio (CAR) untuk menilai kecukupan modal, serta liquidity coverage ratio (LCR) untuk melihat kemampuan bank memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek.

Penggunaan indikator-indikator tersebut dapat membantu investor memahami risiko keuangan yang tidak selalu terlihat dari angka laba bersih.

Public Bank atau Maybank, Mana yang Lebih Menarik?

Jika penilaian hanya didasarkan pada pertumbuhan laba bersih, Maybank menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan Public Bank.

Laba bersih Maybank tumbuh sekitar 4,2 persen, sementara Public Bank mencatat pertumbuhan sekitar 1,1 persen.

Namun, jika memperhatikan perkembangan pendapatan operasional dan posisi keuangan, Public Bank menunjukkan pertumbuhan yang lebih konsisten.

Pendapatan operasional, total aset, dan ekuitas Public Bank sama-sama meningkat pada 2025.

Di sisi lain, Maybank tetap memiliki skala aset dan jumlah laba yang lebih besar dibandingkan Public Bank.

Meski demikian, penurunan pendapatan operasional dan perubahan arus kas operasi menjadi negatif merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian.

Berdasarkan hasil analisis awal tersebut, pendekatan hold atau mempertahankan kepemilikan saham dapat dipertimbangkan untuk kedua perusahaan sambil menunggu perkembangan laporan keuangan berikutnya.

Public Bank terlihat lebih stabil dari sisi pertumbuhan pendapatan dan aset. Sementara itu, Maybank memerlukan pengamatan lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang menyebabkan penurunan arus kas operasionalnya.

Namun, penilaian ini tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Investor tetap perlu mempertimbangkan harga saham, valuasi perusahaan, kebijakan dividen, kondisi perekonomian, tingkat suku bunga, serta prospek industri perbankan Malaysia.

Kinerja laba yang meningkat belum tentu menunjukkan bahwa suatu saham berada pada harga yang menarik untuk dibeli.

Kesimpulan

Perbandingan kinerja keuangan Public Bank Berhad dan Maybank menunjukkan bahwa pertumbuhan laba bersih tidak selalu berjalan searah dengan arus kas dari aktivitas operasi.

Public Bank berhasil mencatat pertumbuhan total aset, pendapatan operasional, dan laba bersih sepanjang 2025. Namun, arus kas operasinya mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Sementara itu, Maybank tetap mampu meningkatkan laba bersih meskipun pendapatan operasionalnya mengalami penurunan. Pada saat yang sama, arus kas operasi perusahaan berubah dari posisi positif menjadi negatif.

Perbedaan tersebut memperlihatkan pentingnya memahami hubungan antara profitabilitas, struktur keuangan, dan pengelolaan kas dalam menilai kinerja perusahaan.

Bagi investor maupun pihak yang mempelajari analisis laporan keuangan, angka laba bersih sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar penilaian.

Analisis yang lebih menyeluruh perlu menggabungkan laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan.

Dengan pendekatan tersebut, penilaian terhadap kinerja perusahaan dapat dilakukan secara lebih objektif dan mempertimbangkan berbagai faktor risiko yang relevan.

Sumber dan Referensi

  1. Public Bank Berhad, 2025 Integrated Annual Report.

  2. Public Bank Group, Financial Highlights.

  3. Malayan Banking Berhad, Annual Report 2025.

  4. Maybank, Financial Statements 2025.

  5. Ikatan Akuntan Indonesia, PSAK Umum.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/laba-naik-arus-kas-turun-public-bank-maybank/98486/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 13.59 WITA

  • #Laporan Keuangan
  • #Maybank
  • #Perbankan
  • #Public Bank Berhad
  • #arus kas
  • #kinerja keuangan
  • #laba bersih

Artikel Terkait

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.
IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.