Sepanjang bulan Juli 2026, Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menjadi panggung transformasi bagi puluhan ibu rumah tangga pelaku usaha mikro. Melalui Program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM), tim dosen dari Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Divisi Ilmu Konsumen dan Ekonomi Keluarga (IKEK), Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, turun langsung mendampingi 35 anggota Kelompok Wanita Tani dan Komunitas Ibu-ibu Perumahan Alam Sinarsari (KIPASS) agar usaha rumahan mereka naik kelas.
Program bertajuk "Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui Digitalisasi dan Penguatan Kapasitas Wirausaha Perempuan di Desa Sinarsari" ini dirancang bukan sebagai seremoni satu hari, melainkan rangkaian enam pelatihan intensif yang seluruhnya pelaksanaannya dilaksanakan pada bulan Juli 2026, agar dampaknya terasa cepat dan berkesinambungan bagi para peserta.
UMKM Naik Kelas

Rangkaian pelatihan digelar secara berturut-turut mengikuti alur kebutuhan usaha peserta Dibuka dengan pemasaran digital lewat media sosial dan e-commerce bersama Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, S.P., M.Si. (Ketua Tim Program), lalu penyusunan Business Model Canvas dan perencanaan usaha bersama Ismayanti Pratiwi, S.Si., M.Si., dan penguatan branding serta kemasan produk bersama Prof. Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA.
Selanjutnya, legalitas usaha dan perlindungan konsumen bersama Dr. Ir. Istiqlaliyah Muflikhati, M.Si., serta pengelolaan keuangan usaha dan keluarga bersama Dr. Irni Rahmayani Johan, S.P., M.M. Rangkaian ditutup dengan sesi mindset kewirausahaan, konflik peran, dan manajemen stres bersama Agung Minto Wahyu, S.M., S.Psi., M.Si. Seluruh pemateri adalah dosen Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Divisi Ilmu Konsumen dan Ekonomi Keluarga (IKEK), IPB University.
Setiap sesi pelatihan dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta diselingi diskusi dan praktik langsung, mulai dari membuat buku kas sederhana sampai mengunggah konten promosi pertama peserta ke media sosial, agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan begitu pelatihan selesai.
Perempuan sebagai Motor Ekonomi Keluarga
"Perempuan di Desa Sinarsari sudah punya modal terbesar, yaitu semangat berusaha. Yang kami lakukan hanyalah melengkapi mereka dengan alat seperti cara mencatat uang, cara menyusun rencana usaha, cara berjualan di dunia digital. Kalau semua ini dilakukan dalam waktu yang berdekatan, kami percaya perubahan perilakunya akan lebih terasa" ujar Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, S.P., M.Si., Ketua Tim Program DOSPULKAM.
Antusiasme peserta terlihat dari respons positif yang disampaikan setelah mengikuti pelatihan. Salah seorang peserta mengungkapkan, "Materi yang diberikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha. Saya jadi lebih memahami cara mengelola usaha dengan lebih baik. Semoga pelatihan seperti ini terus diadakan dengan materi yang lebih beragam dan mendalam."
Secara umum, para peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berwirausaha. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga membangkitkan semangat untuk terus mengembangkan usaha serta memperluas relasi antarpelaku UMKM. Mayoritas peserta berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih beragam sehingga semakin banyak pelaku usaha yang dapat merasakan manfaatnya.
Dari Desa Kecil, Dampak yang Menjangkau Jauh
Program ini menjawab lebih dari sekadar kebutuhan pengusaha ibu-ibu UMKM di Desa Sinarsari. Kegiatan ini selaras dengan empat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sekaligus: SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata Tri Dharma sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Ke depan, keberlanjutan program akan dijaga melalui pembentukan grup komunikasi peserta serta kerja sama lanjutan dengan pemerintah desa, agar semangat "usaha rumahan naik kelas" di Desa Sinarsari terus berlanjut jauh setelah rangkaian pelatihan ini usai.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda