Lebak, JurnalPost.com — Institut Pertanian Bogor (IPB) University melalui program Dosen Pulang Kampung melaksanakan kegiatan pendampingan masyarakat di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, pada 29 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Pendampingan Budidaya dan Diversifikasi Produk Aren untuk Konservasi Alam dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kasepuhan Citorek Barat, Lebak, Banten” tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan tanaman aren secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat dari sumber daya lokal.
Program ini menjadi bagian dari upaya IPB University mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat secara langsung di tingkat tapak.
Masyarakat Kasepuhan Citorek selama ini memiliki pengetahuan lokal dan praktik pengelolaan sumber daya alam yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam kehidupan masyarakat setempat, tanaman aren tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari bentang alam yang keberadaannya perlu dipertahankan.
Kegiatan sosialisasi dan pendampingan menghadirkan Prof. Ervizal A.M. Zuhud (AMZU) selaku Ketua Tim, Dr. Agus Hikmat, Primadhika Al Manar, S.Hut., M.Si., serta Santa, teknisi Laboratorium Bioprospeksi dan Pemanfaatan Tumbuhan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Amzu menekankan pentingnya menempatkan aren tidak semata-mata sebagai komoditas yang memiliki nilai jual, tetapi juga sebagai sumber daya alam dengan fungsi ekologis.
Menurutnya, pengembangan tanaman aren harus dilakukan dengan mempertimbangkan regenerasi tanaman, keberlanjutan sumber daya, serta pengetahuan lokal yang telah dimiliki masyarakat.
“Pengembangan aren seharusnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan keberadaan dan keberlanjutan sumber daya tersebut bagi generasi berikutnya. Karena itu, budidaya, konservasi, pemanfaatan, dan peningkatan nilai tambah perlu dilakukan secara terpadu,” ujar Prof. Amzu.
Pengelolaan Aren Disesuaikan dengan Kondisi Lokal
Dalam sesi pendampingan, Dr. Agus Hikmat memberikan penguatan mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya tumbuhan secara bijaksana.
Menurutnya, pengembangan komoditas lokal perlu mempertimbangkan karakteristik lingkungan, potensi sumber daya, serta kondisi sosial masyarakat yang memanfaatkannya.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar sistem pengelolaan aren yang dikembangkan tidak sekadar mengejar peningkatan hasil, tetapi juga dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah Kasepuhan Citorek.

Melalui pendampingan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa keberlanjutan tanaman menjadi salah satu faktor utama yang menentukan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Pada aspek teknis budidaya, Santa, teknisi Laboratorium Bioprospeksi dan Pemanfaatan Tumbuhan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, memberikan pendampingan mengenai praktik pengelolaan tanaman aren.
Materi pendampingan meliputi teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan agar aren dapat tumbuh dan menghasilkan secara optimal.
Praktik budidaya tersebut juga diarahkan agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta keberlanjutan populasi tanaman aren di kawasan Kasepuhan Citorek Barat.
Dorong Diversifikasi Produk Turunan Aren
Selain membahas aspek budidaya, kegiatan Dosen Pulang Kampung IPB University juga memberikan perhatian terhadap peluang diversifikasi produk aren.
Pemanfaatan tanaman aren di tingkat masyarakat dinilai masih memiliki ruang pengembangan yang cukup besar, terutama melalui peningkatan kualitas pengolahan serta penciptaan berbagai produk turunan.
Diversifikasi tersebut dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman aren tanpa hanya bergantung pada satu jenis produk.
Primadhika Al Manar, S.Hut., M.Si. menjelaskan, nilai ekonomi tanaman aren sebenarnya tidak terbatas pada satu produk utama. Berbagai bagian dan hasil tanaman tersebut masih dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sesuai kebutuhan dan potensi pasar.
“Potensi aren tidak hanya terletak pada produk utamanya, tetapi juga pada peluang pengembangan berbagai produk turunannya. Diversifikasi ini penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” jelas Primadhika.
Dengan pengembangan produk yang lebih beragam, masyarakat memiliki peluang memperluas sumber pendapatan sekaligus meningkatkan nilai dari sumber daya yang sebelumnya dimanfaatkan secara terbatas.
Pendampingan dalam aspek diversifikasi juga diharapkan dapat mendorong munculnya kegiatan usaha berbasis sumber daya lokal di lingkungan Kasepuhan Citorek Barat.
Ekonomi dan Konservasi Berjalan Bersama
Program yang dilakukan IPB University tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi maupun pendapatan masyarakat.
Pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman bahwa pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pengelolaan tanaman aren secara berkelanjutan dinilai dapat menjadi salah satu model pemanfaatan sumber daya alam yang tetap mempertahankan fungsi ekologis kawasan.
Keberadaan tanaman aren dapat menjadi bagian dari vegetasi yang menopang lanskap sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Bagi masyarakat Kasepuhan Citorek Barat, tanaman aren memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar komoditas pertanian.
Tanaman tersebut merupakan bagian dari sumber daya lokal yang telah lama berhubungan dengan kehidupan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pengelolaan lingkungan.
Karena itu, upaya meningkatkan nilai ekonomi aren perlu dilakukan tanpa menghilangkan prinsip pengelolaan sumber daya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kasepuhan.
Pendekatan berbasis pengetahuan lokal juga menjadi penting karena masyarakat memiliki pengalaman panjang dalam memahami karakter lingkungan tempat mereka hidup.
Bangun Pendampingan Berkelanjutan
Kegiatan Dosen Pulang Kampung IPB University di Citorek Barat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi maupun pelatihan sesaat.
Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi terciptanya pendampingan yang lebih berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dinilai dapat memperkuat proses pertukaran pengetahuan. Masyarakat mendapatkan akses terhadap pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung pengembangan sumber daya lokal, sementara perguruan tinggi memperoleh pemahaman langsung mengenai praktik dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan pola pengelolaan aren yang menggabungkan budidaya yang baik, konservasi alam, diversifikasi produk, penguatan pengetahuan lokal, serta peningkatan ekonomi masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, tanaman aren berpotensi terus dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan sumber daya alam Kasepuhan Citorek sekaligus berkembang menjadi sumber ekonomi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Program Dosen Pulang Kampung juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan secara langsung untuk menjawab persoalan dan potensi yang terdapat di tingkat masyarakat.
Dengan dukungan pendampingan yang konsisten, pengembangan aren di Kasepuhan Citorek Barat diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikelola secara produktif tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda