CIREBON, JurnalPost.com – Mahasiswa mata kuliah Kewirausahaan (KWU) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) telah menyelesaikan program pendampingan bagi pelaku UMKM toko kelontong di Cirebon. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan langsung di lapangan serta pembuatan media promosi digital untuk membantu memperluas jangkauan pemasaran dan memperkuat citra merek usaha.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya persaingan yang dihadapi pelaku usaha toko kelontong. Persaingan tidak hanya berasal dari sesama toko kelontong, tetapi juga dari ritel modern dan berbagai platform perdagangan digital.
Melalui kegiatan pendampingan ini, pemilik usaha didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memanfaatkan teknologi digital, serta menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu UMKM toko kelontong mempertahankan usahanya, menjangkau lebih banyak konsumen, meningkatkan penjualan, dan terus berkembang di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Program yang dilaksanakan sepanjang Juni 2026 itu merupakan implementasi mata kuliah kewirausahaan yang mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Selama proses pendampingan mahasiswa melakukan observasi usaha, wawancara dengan pemilik, mengidentifikasi berbagai persoalan, kemudian menyusun solusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.
Pendampingan ini dilaksanakan Agi Faturahman NPM. 123020575, di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah, Lisa Harry Soelistyowati, S.E., M.M., serta didampingi langsung oleh dosen pembimbing UMKM, Siti Maryam, S.E., M.M., Kehadiran dua pembimbing ini memastikan mahasiswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan secara tekstual di kelas, tetapi juga mendapat arahan praktis ketika mengeksplorasikan secara langsung menemui pelaku usaha di Toko Kelontong Desa Kedung Dawa Kecamatan Kedawung.
Hasil pendampingan menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi para pelaku usaha relatif serupa. Sebagian besar memiliki produk yang telah dikenal masyarakat, namun belum didukung promosi visual yang menarik serta pengelolaan media sosial yang konsisten. Padahal, perubahan perilaku konsumen membuat media digital menjadi salah satu saluran utama dalam menentukan keputusan pembelian.
Selama pendampingan pelaku UMKM toko kelontong menunjukkan antusiasme yang baik dalam mempelajari promosi digital. Pendampingan difokuskan pada pengenalan manfaat pemasaran digital, pembuatan akun media sosial, penyusunan konten promosi yang menarik, serta cara berinteraksi dengan pelanggan secara online. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pemilik usaha mulai memahami pentingnya memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan.
Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan kemampuan teknologi dan konsistensi dalam membuat konten, secara keseluruhan pendampingan memberikan dampak positif terhadap kesiapan UMKM dalam menerapkan strategi promosi digital. Selain promosi digital, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pencatatan keuangan. Pemilik usaha dianjurkan untuk mencatat seluruh pemasukan, pengeluaran, stok barang, serta keuntungan setiap hari. Dengan pencatatan yang baik, pemilik usaha dapat mengetahui perkembangan bisnis dan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola modal maupun persediaan barang.
Penataan produk juga menjadi salah satu fokus pendampingan. Produk dengan tingkat penjualan tinggi ditempatkan pada lokasi yang mudah terlihat oleh pelanggan, sedangkan rak toko ditata lebih rapi dan bersih agar memberikan kenyamanan saat berbelanja. Kebersihan toko dan pelayanan yang ramah juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.
Hasil pendampingan menunjukkan adanya respons positif dari pemilik usaha. Pemilik toko memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya digitalisasi, strategi pemasaran, serta pengelolaan usaha yang lebih baik. Sementara itu, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu manajemen, pemasaran, dan kewirausahaan secara langsung di lapangan.
Ke depanya, diharapkan UMKM toko kelontong terus mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak, baik perguruan tinggi maupun pemerintah daerah. Program pelatihan digitalisasi, manajemen keuangan, pelayanan pelanggan, serta pemasaran diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM sehingga tetap bertahan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Dengan semangat inovasi dan kemauan untuk terus berkembang, UMKM toko kelontong diyakini akan tetap menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Kolaborasi antara pelaku usaha, mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk mewujudkan UMKM yang lebih maju.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda