JurnalPost.com - Suasana antusias terlihat di kelas 2B SDN 02 Kalongan saat para siswa mengikuti kegiatan edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang dilaksanakan oleh Fatcha Shakinna Munaldi, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip). Kegiatan yang berlangsung di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang tersebut mengajak siswa untuk memahami pentingnya mencuci tangan dan mempraktikkan enam langkah CTPS dengan benar.
Edukasi CTPS diberikan sebagai upaya mengenalkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada anak sejak usia dini. Materi disampaikan secara interaktif, meliputi pengertian CTPS, tujuan dan manfaat mencuci tangan menggunakan sabun, serta akibat yang dapat ditimbulkan apabila kebersihan tangan tidak dijaga.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, siswa kemudian diajak melakukan praktik mencuci tangan sebelum makan. Fatcha memberikan contoh enam langkah mencuci tangan yang benar, mulai dari membersihkan telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, buku-buku jari, ibu jari, hingga ujung jari dan kuku. Para siswa kemudian mengikuti setiap gerakan secara bersama-sama.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti penyampaian materi dan bersemangat ketika memasuki sesi praktik. Para siswa kelas 2B mampu mengikuti dan menerapkan enam langkah mencuci tangan dengan benar setelah mendapatkan contoh serta arahan dari mahasiswa.

Siti Aidha, S.Pd.SD, Kepala SDN 02 Kalongan, mengapresiasi kegiatan edukasi CTPS yang diberikan kepada siswa. Menurutnya, pengenalan kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui kegiatan yang disertai praktik dapat membantu siswa memahami dan menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Edukasi seperti ini penting diberikan kepada anak-anak sejak dini. Dengan adanya praktik secara langsung, siswa menjadi lebih mudah memahami bagaimana cara mencuci tangan yang benar dan mengapa kebiasaan tersebut perlu dilakukan,” ujar Siti Aidha.
Hal senada disampaikan Devita, Wali Kelas 2B SDN 02 Kalongan, yang melihat antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan, khususnya ketika mereka diajak mempraktikkan enam langkah CTPS.
“Anak-anak terlihat sangat antusias, terutama saat praktik langsung. Harapannya, mereka tidak hanya mengingat enam langkah mencuci tangan, tetapi juga dapat membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebelum makan,” ujar Devita.
Kegiatan edukasi CTPS ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Penggabungan antara penyampaian materi dan praktik langsung membuat siswa memperoleh pengalaman untuk menerapkan cara mencuci tangan yang tepat, bukan sekadar mengetahui teorinya.
Melalui kegiatan tersebut, Fatcha berharap kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dapat terus diterapkan oleh siswa, baik sebelum makan maupun setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor. Pembiasaan sejak usia dini diharapkan dapat menjadikan CTPS sebagai bagian dari rutinitas siswa di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda