SEMARANG, JurnalPost.com — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Diponegoro (Undip) merilis dua luaran strategis hasil penelitian di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, berupa Policy Brief dan WebGIS Ketahanan Pesisir Timbulsloko.
Kedua luaran tersebut dikembangkan untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan informasi serta pengambilan kebijakan dalam menghadapi berbagai persoalan di kawasan pesisir.
Sebagai bagian dari tindak lanjut penelitian, Policy Brief telah diserahkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Demak pada 17 September 2026. Dokumen tersebut diharapkan menjadi salah satu masukan berbasis penelitian mengenai kondisi kerentanan dan ketahanan masyarakat pesisir.
Penelitian yang dilakukan di Desa Timbulsloko tidak hanya melihat perubahan kondisi fisik wilayah pesisir, tetapi juga menelaah dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Fenomena rob, abrasi, dan penurunan muka tanah diketahui turut memengaruhi aktivitas sehari-hari warga, mulai dari mobilitas, pekerjaan, pemanfaatan aset dan lahan hingga akses terhadap berbagai kebutuhan dasar.
Menggunakan Pendekatan Sosio-Spasial
Untuk memahami kondisi tersebut secara lebih menyeluruh, tim PKM-RSH Undip menggunakan pendekatan sosio-spasial dengan menghubungkan kerentanan fisik wilayah, kerentanan aktivitas dan penghidupan, serta relational well-being masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan adanya tekanan yang cukup tinggi terhadap aktivitas sehari-hari, pekerjaan, serta pemanfaatan aset dan lahan masyarakat.
Meski menghadapi berbagai tekanan lingkungan, masyarakat Timbulsloko masih memiliki modal sosial yang kuat. Hal tersebut terlihat dari kohesi sosial, solidaritas, serta hubungan antarmasyarakat yang tetap terpelihara dan menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan lingkungan pesisir.
“Policy Brief ini kami susun untuk menerjemahkan hasil penelitian menjadi informasi yang lebih operasional bagi pemangku kebijakan. Kami ingin menunjukkan kondisi yang benar-benar ditemukan di lapangan, sehingga kebijakan dapat disusun berdasarkan data dan fakta, sekaligus mempertimbangkan pengalaman serta kapasitas masyarakat,” ujar tim PKM-RSH Undip.
Dokumen tersebut diharapkan membantu pemangku kepentingan melihat permasalahan pesisir tidak hanya melalui kondisi lingkungan secara fisik, tetapi juga dari sudut pandang masyarakat yang hidup dan beradaptasi langsung dengan perubahan tersebut.

WebGIS Sajikan Kondisi Timbulsloko Secara Interaktif
Selain menyusun Policy Brief, tim juga mengembangkan WebGIS Ketahanan Pesisir Timbulsloko sebagai media untuk mengakses hasil analisis spasial penelitian secara interaktif.
Platform tersebut menyajikan informasi spasial mengenai kondisi kerentanan wilayah pesisir Timbulsloko. WebGIS juga menyediakan akses terhadap Policy Brief, sehingga data spasial dan hasil kajian kebijakan dapat dipelajari melalui satu platform.
Dengan keberadaan WebGIS, pemerintah daerah, akademisi, maupun masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi Timbulsloko berdasarkan hasil penelitian.
WebGIS Pantau Timbulsloko dapat diakses melalui pantautimbulsloko.netlify.app.
Kehadiran Policy Brief dan WebGIS menjadi langkah tim untuk membawa hasil penelitian lebih dekat dengan kebutuhan perencanaan dan penanganan kawasan pesisir.
Data spasial yang dipadukan dengan temuan lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kerentanan Timbulsloko sekaligus kebutuhan adaptasi masyarakat di wilayah tersebut.
Modal Sosial Jadi Kekuatan Masyarakat Pesisir
Tim menilai pendekatan struktural tetap penting untuk mengurangi tekanan fisik yang terjadi di kawasan pesisir. Namun, upaya penanganan juga perlu mempertimbangkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan.
Masyarakat Timbulsloko memiliki modal sosial berupa gotong royong, solidaritas, dan kohesi komunitas yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan dalam program pemberdayaan masyarakat.
Potensi tersebut dapat diperkuat melalui dukungan pemerintah, terutama dalam program yang mendorong pengembangan ekonomi lokal, keberlanjutan penghidupan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan kawasan pesisir tidak hanya berfokus pada persoalan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.
Melalui Policy Brief dan WebGIS, hasil penelitian PKM-RSH Undip diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan penanganan pesisir yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Arah akhirnya adalah memperkuat ketahanan sosio-ekologis Timbulsloko dengan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi, mempertahankan penghidupan, dan mengembangkan kehidupan mereka di tengah perubahan lingkungan pesisir.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda