Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  2. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Tim Lincora Undip Kembangkan Granul Linalool dari Daun Kemangi untuk Tingkatkan Stabilitas Antioksidan

Tim Lincora Undip Kembangkan Granul Linalool dari Daun Kemangi untuk Tingkatkan Stabilitas Antioksidan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
31 Agustus 2026, 17.29 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Tim Lincora PKM-RE Universitas
Tim Lincora PKM-RE Universitas Diponegoro yang mengembangkan inovasi granul imobilisasi linalool berbasis Low Methoxyl Pectin (LMP) dan β-Cyclodextrin (β-CD) untuk meningkatkan stabilitas senyawa antioksidan dari daun kemangi. Foto: Dokumentasi Tim Lincora/PKM-RE Universitas Diponegoro.

Semarang, JurnalPost.com — Daun kemangi selama ini lebih dikenal sebagai lalapan dan pelengkap berbagai hidangan. Namun, di balik penggunaannya yang sederhana, tanaman tersebut menyimpan senyawa aktif yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung kesehatan.

Potensi itu menjadi perhatian Tim Lincora dari Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Diponegoro (Undip). Tim tersebut mengembangkan inovasi berupa granul pelepasan terkendali berbasis teknologi imobilisasi linalool, salah satu senyawa yang terdapat dalam daun kemangi dan memiliki aktivitas antioksidan.

IKLAN

Dalam pengembangannya, Tim Lincora memanfaatkan kombinasi Low Methoxyl Pectin (LMP) dan β-Cyclodextrin (β-CD) sebagai sistem pelindung linalool. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu mempertahankan kestabilan senyawa sehingga tidak mudah mengalami kerusakan sebelum memberikan manfaat di dalam tubuh.

teh
Baca Juga

Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional


Hak penggunaan: © Tim Lincora, Universitas Diponegoro. Diizinkan untuk publikasi nonkomersial dan keperluan diseminasi penelitian.

Tim Lincora dipimpin oleh Farsya Mutiara Kansha bersama Fadhillah Ghania Putri, Naura Fitri Nur Azzahra, Habib Yazdaniar, dan Beryl Cholif Arrahman.

Pelaksanaan penelitian turut didampingi oleh Dr. Ir. Noer Abyor Handayani (Noera), S.T., M.T., IPM., dosen Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro, yang berperan sebagai dosen pendamping tim.

Gagasan penelitian tersebut berangkat dari salah satu tantangan dalam pemanfaatan linalool. Meskipun memiliki aktivitas antioksidan, senyawa ini mempunyai sifat yang relatif tidak stabil.

Peternak Nguntoronadi Didorong
Baca Juga

Peternak Nguntoronadi Didorong Terapkan Manajemen Kandang dan Biosecurity untuk Sapi Potong

Linalool mudah menguap dan dapat mengalami degradasi ketika terpapar panas, cahaya, maupun lingkungan asam seperti yang terdapat di dalam lambung. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan sebagian senyawa aktif mengalami kerusakan sebelum dapat diserap secara optimal oleh tubuh.

Tim Lincora mengibaratkan linalool sebagai barang berharga yang membutuhkan perlindungan selama proses pengiriman. Jika tidak dikemas dengan baik, barang tersebut berisiko mengalami kerusakan sebelum mencapai tujuan.

Prinsip serupa kemudian diterapkan dalam penelitian melalui pengembangan sistem pelindung yang diharapkan mampu menjaga linalool hingga mencapai lokasi pelepasan yang diinginkan di dalam tubuh.

Kembangkan Sistem Imobilisasi Linalool

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Tim Lincora menggunakan teknologi imobilisasi dengan memadukan Low Methoxyl Pectin (LMP), β-Cyclodextrin (β-CD), dan kalsium laktat sebagai agen pengikat atau crosslinker.

Gerakan Pangan Berkelanjutan
Baca Juga

Peternak Nguntoronadi Olah Limbah Pertanian dan Brem Jadi Pakan Fermentasi Unggas

Melalui pendekatan ini, linalool ditempatkan atau dienkapsulasi di dalam suatu matriks pelindung. Struktur tersebut dirancang untuk mengurangi kontak langsung antara senyawa aktif dan faktor lingkungan yang berpotensi menyebabkan degradasi.

Sistem tersebut diharapkan dapat menjaga kestabilan linalool selama penyimpanan maupun ketika melewati saluran pencernaan. Dengan perlindungan yang lebih baik, peluang senyawa aktif untuk mencapai lokasi penyerapan dan memberikan aktivitas antioksidan menjadi lebih besar.

Dokumentasi Tim Lincora.
Foto 2. Granul hasil imobilisasi linalool berbasis Low Methoxyl Pectin (LMP) dan β-Cyclodextrin (β-CD) yang dikembangkan Tim Lincora sebagai sistem pelepasan terkendali senyawa antioksidan dari daun kemangi. Foto: Dokumentasi Tim Lincora. Hak penggunaan: © Tim Lincora, Universitas Diponegoro. Diizinkan untuk publikasi nonkomersial dan diseminasi hasil penelitian.

Selain formulasi bahan, inovasi Tim Lincora juga menggunakan teknologi freeze drying atau pengeringan beku dalam proses produksinya.

Metode ini banyak dimanfaatkan dalam bidang teknik kimia, farmasi, maupun teknologi pangan karena memungkinkan penghilangan kandungan air pada suhu relatif rendah. Teknik tersebut dinilai cocok untuk bahan yang memiliki komponen sensitif terhadap panas.

Melalui proses freeze drying, Tim Lincora menghasilkan granul dengan struktur berpori. Struktur tersebut berperan dalam mempertahankan senyawa linalool sekaligus mendukung mekanisme pelepasan zat aktif secara bertahap.

Dengan sistem pelepasan terkendali, linalool tidak langsung dilepaskan dalam jumlah besar, tetapi dapat dilepaskan secara lebih perlahan sesuai karakteristik matriks yang digunakan.

IKLAN

Aktivitas Antioksidan Lebih dari 80 Persen

Berdasarkan hasil penelitian Tim Lincora, granul imobilisasi yang dikembangkan menunjukkan potensi sebagai sistem pembawa linalool.

Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan kemampuan penangkapan radikal bebas lebih dari 80 persen. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas antioksidan linalool masih dapat dipertahankan setelah melewati proses imobilisasi.

Selain mempertahankan aktivitas antioksidan, sistem granul yang dikembangkan juga mampu memperlambat pelepasan linalool dibandingkan metode konvensional.

Karakteristik tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem pelepasan terkendali karena dapat membantu mempertahankan keberadaan senyawa aktif dalam periode yang lebih panjang.

Tim Lincora juga tidak membatasi penelitian pada pengujian di laboratorium. Untuk memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai potensi sistem yang dikembangkan, tim turut melakukan uji in vivo.

Pengujian tersebut dilakukan untuk mengevaluasi potensi granul dalam memberikan perlindungan terhadap organ hati yang mengalami stres oksidatif.

Tahapan ini menjadi bagian penting dalam penelitian karena dapat memberikan informasi awal mengenai bagaimana formulasi tersebut bekerja pada sistem biologis yang lebih kompleks.

Meski demikian, pengembangan lebih lanjut tetap diperlukan sebelum inovasi tersebut dapat diarahkan menjadi produk yang digunakan secara luas.

Buka Peluang Pengembangan Pangan Fungsional

Hasil penelitian tersebut membuka peluang pengembangan linalool dari daun kemangi sebagai salah satu kandidat bahan dalam produk pangan fungsional.

Konsep pangan fungsional tidak hanya menempatkan makanan sebagai sumber energi dan nutrisi dasar, tetapi juga mempertimbangkan keberadaan komponen tertentu yang berpotensi memberikan manfaat fisiologis tambahan.

Dalam konteks tersebut, sistem imobilisasi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan kestabilan senyawa alami yang mudah mengalami degradasi.

Tim Lincora berharap penelitian yang dilakukan dapat mendorong masyarakat melihat kemangi tidak hanya sebagai tanaman pelengkap hidangan, tetapi juga sebagai salah satu sumber bahan alam yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui riset dan teknologi.

Indonesia memiliki keragaman tanaman yang sangat besar. Namun, pemanfaatannya sebagai bahan baku produk bernilai tambah masih membutuhkan penelitian lanjutan, mulai dari identifikasi senyawa, pengembangan formulasi, pengujian keamanan, hingga pengembangan proses produksi.

Melalui pendekatan ilmu teknik kimia dan teknologi pangan, bahan alami dapat diolah dengan metode yang memungkinkan senyawa aktif di dalamnya memiliki stabilitas dan karakteristik yang lebih sesuai untuk berbagai aplikasi.

Tim Lincora menilai penelitian tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi inovasi berbasis sumber daya alam Indonesia.

Bahan yang selama ini dianggap sederhana dapat memiliki nilai tambah apabila dikembangkan melalui proses penelitian yang sistematis dan didukung teknologi yang tepat.

Bagi Tim Lincora, penelitian mengenai granul imobilisasi linalool menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kekayaan hayati Indonesia masih menyimpan banyak peluang inovasi.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada skala penelitian, tetapi dapat menjadi pijakan bagi riset lanjutan mengenai pemanfaatan senyawa aktif tanaman lokal untuk berbagai aplikasi di bidang pangan dan kesehatan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tim-lincora-undip-kembangkan-granul-linalool-dari-daun-kemangi-untuk-tingkatkan-stabilitas-antioksidan/97513/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 17.01 WITA

  • #PKM-RE
  • #Universitas Diponegoro
  • #antioksidan
  • #daun kemangi
  • #granul linalool
  • #pangan fungsional
  • #teknologi imobilisasi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Pilihan Editor

  1. 1 Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?
  2. 2

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  3. 3

    Keamanan Pangan pada Jajanan Kaki Lima: Tantangan Higiene dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.