BLITAR, JurnalPost.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Informatika Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya mengadakan kegiatan kreatif bersama anak-anak di Desa Jolosutro, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada 20–21 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Sanggar Gayatri Mahadewi Budaya Jolosutro ini diikuti 10 peserta, terdiri atas sembilan siswa sekolah dasar (SD) dan satu siswa kelas VII sekolah menengah pertama (SMP).
Selama dua hari, anak-anak diajak mengembangkan kreativitas melalui praktik sablon kaos menggunakan transfer paper serta menghias botol kaca dengan stiker bertema kepedulian lingkungan.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas melalui aktivitas sederhana yang memungkinkan peserta menghasilkan karya secara langsung.

Selain melatih keterampilan, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir Pantai Jolosutro.
Belajar Teknik Sablon Kaos dengan Transfer Paper
Pada hari pertama, Kamis (20/8/2026), peserta diperkenalkan pada teknik pemindahan desain ke permukaan kaos menggunakan transfer paper dan setrika.
Tim pengabdian terlebih dahulu menjelaskan bahan, peralatan, serta tahapan pengerjaan sebelum anak-anak memulai praktik.
Setiap peserta kemudian memilih desain yang telah disiapkan dan menentukan posisi gambar pada kaos masing-masing sesuai keinginan.
Dengan pendampingan tim, anak-anak mengikuti proses pemindahan gambar menggunakan panas setrika hingga tahap pelepasan kertas transfer untuk melihat hasil desain pada kaos.
Selama praktik berlangsung, peserta menunjukkan ketertarikan untuk mencoba teknik yang sebelumnya belum mereka kenal.
Meski demikian, proses penyablonan menghadapi sejumlah kendala teknis. Beberapa bagian transfer paper tidak dapat terlepas secara sempurna sehingga hasil gambar pada sebagian kaos belum maksimal.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar peserta. Tim pendamping membantu anak-anak menyelesaikan setiap tahapan sekaligus memberikan arahan ketika proses pemindahan desain mengalami kendala.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh kaos dengan desain pilihan sendiri, tetapi juga mengenal proses kreatif mulai dari perencanaan, pemilihan gambar, penempatan desain, hingga penyelesaian produk.
Kreasi Botol Kaca dengan Pesan Peduli Lingkungan
Memasuki hari kedua, Jumat (21/8/2026), kegiatan dilanjutkan dengan menghias botol kaca menggunakan stiker yang memuat pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Berbeda dengan praktik sablon yang memerlukan pendampingan intensif, aktivitas kali ini memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak untuk bekerja secara mandiri.
Peserta memilih stiker yang telah disediakan, memotongnya mengikuti bentuk yang diinginkan, kemudian menempelkannya pada permukaan botol kaca.
Masing-masing anak diberi kebebasan menentukan susunan dan tampilan hiasan sehingga setiap botol memiliki karakter visual yang berbeda.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan karyanya, tim pengabdian memberikan penjelasan mengenai pesan yang tercantum pada stiker, terutama pentingnya menjaga kebersihan pantai dan lingkungan pesisir.
Pesan tersebut memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Jolosutro yang tinggal di kawasan pesisir selatan Kabupaten Blitar.
Anak-anak peserta kegiatan pada dasarnya telah mengenal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, aktivitas menghias botol kaca menjadi sarana untuk mengingatkan kembali kebiasaan positif tersebut melalui karya yang mereka buat sendiri.
Dengan pendekatan ini, pembelajaran mengenai lingkungan tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga diwujudkan dalam aktivitas kreatif yang menyenangkan.
Mengembangkan Kreativitas melalui Pengalaman Langsung
Bagi tim pengabdian UKDC Surabaya, hasil kegiatan tidak semata-mata diukur dari kualitas produk yang dihasilkan, melainkan juga dari keterlibatan dan pengalaman belajar para peserta.
Selama dua hari pelaksanaan, anak-anak menunjukkan minat untuk mengikuti setiap tahapan kegiatan dan mencoba keterampilan yang diperkenalkan.
Perbedaan tingkat kesulitan antara proses sablon dan penempelan stiker juga memberikan pengalaman belajar yang beragam.
Pada praktik sablon, peserta memerlukan bantuan lebih banyak karena harus memahami teknik pemindahan desain menggunakan panas. Sementara itu, kegiatan menghias botol kaca lebih mudah dilakukan secara mandiri.
Kedua aktivitas tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan ketelitian, kemampuan menentukan pilihan, serta kreativitas dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Kaos polos yang dihias dengan desain pilihan dan botol kaca yang diberi stiker menjadi hasil nyata dari proses pembelajaran tersebut.
Produk yang dibawa pulang peserta juga dapat menjadi pengingat mengenai pengalaman berkarya sekaligus pesan kepedulian lingkungan yang diperoleh selama kegiatan.
Berpotensi Dikembangkan Menjadi Kegiatan Kreatif Berkelanjutan
Pelaksanaan kegiatan di Sanggar Gayatri Mahadewi Budaya Jolosutro memperlihatkan bahwa pengembangan kreativitas anak tidak harus bergantung pada peralatan yang rumit atau teknologi berbiaya tinggi.
Melalui pemanfaatan bahan sederhana dan pendampingan yang sesuai, kegiatan belajar dapat dikemas menjadi aktivitas praktik yang menarik sekaligus memberikan manfaat edukatif.
Pengalaman selama pelaksanaan juga menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program serupa pada masa mendatang.
Penggunaan metode sablon yang lebih mudah diterapkan, pemilihan bahan yang sesuai dengan usia peserta, serta penambahan kemasan sederhana berpotensi meningkatkan kualitas dan daya tarik hasil karya.
Selain itu, penggabungan keterampilan kreatif dengan pesan kepedulian lingkungan dapat menjadi pendekatan pembelajaran nonformal yang relevan bagi anak-anak di kawasan pesisir.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim Program Studi Ilmu Informatika UKDC Surabaya berharap pengalaman praktik yang diperoleh dapat mendorong anak-anak Jolosutro untuk terus mencoba hal baru, mengembangkan kreativitas, serta mempertahankan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda