JurnalPost - Dengan kondisi kita saat ini yaitu krisis akibat Wabah Covid-19 ini berdampak sangan besar pada kondisi keuangan bulanan & finansial kita. Merosotnya laju perekonomian membuat banyak orang panik dan mencemaskan masa depan pekerjaan mereka.
Sebagian di antara mereka masih bisa menghela napas lega karena bisa bertahan, tetapi ada juga yang harus berusaha lebih keras atau berjuang karena harus melepas pekerjaannya.
Untuk memperbaikinya, mari kita pelajari sejumlah teknik dalam manajemen keuangan berikut ini!
Jenis-Jenis Pengeluaran Keuangan Bulanan Langkah awal dalam penerapan cara mengatur keuangan bulanan adalah mengetahui jenis-jenis pengeluaran dalam arus keuangan. Setiap orang mempunyai kebutuhan berbeda yang membuat jumlah pengeluarannya bervariasi. Namun, ada lima jenis pengeluaran yang paling umum dijumpai, antara lain:
1. Pengeluaran rutin Jenis pengeluaran ini digunakan untuk membayar kebutuhan sehari-hari berdasarkan gaya hidupmu. Orang-orang yang terbiasa hidup sederhana pasti tak akan menggelontorkan banyak uang, berbeda dengan mereka yang hidupnya sarat akan foya-foya dan pemborosan.
Lalu, apa saja kebutuhan yang masuk ke dalam pengeluaran rutin? Listrik, air, makan sehari-hari, biaya sekolah, hingga transportasi adalah keperluan yang masuk daftar ini. Anggaran rutin yang akan kamu keluarkan sekitar 40% hingga 60% dari gaji bulanan. 2. Cicilan dan Hutang Jangan abaikan cicilan utang dalam cara mengatur keuangan bulanan! Kewajiban ini masih akan melekat padamu meski sedang dilanda kesulitan selama pandemi. Dengan pengaturan uang yang baik, kamu tak akan kelabakan saat harus menebus tagihan di masa sulit seperti sekarang.
Untuk berjaga-jaga, pastikan kamu menyediakan pengeluaran maksimal 30% dari gaji tetap. Mempunyai cicilan dan utang di atas persentase tersebut akan membuatmu cukup sulit bertahan, terutama kalau tak punya tabungan darurat. 3. Tanggungan dan Investasi Sebagian orang malas menabung apalagi berinvestasi karena tak mau menyisihkan uang dalam jumlah besar. Kenyataannya, kamu bisa menyesuaikan jumlahnya sesuai penghasilan tetap dalam cara mengatur keuangan bulanan.
Anggaran yang dikhususkan untuk tabungan dan investasi tak sebesar untuk cicilan dan utang, yaitu sekitar 10% sampai 30% dari gaji bulanan. Jenis pengeluaran ini bisa kamu manfaatkan untuk dana pensiun, biaya pendidikan, cicilan rumah, dan lain sebagainya. 4. Pengeluaran Sosial Kemudian, ada pengeluaran sosial yang ditujukan sebagai pengingat ada hak orang lain yang membutuhkan dalam penghasilan yang kamu dapatkan. Kemudian, berbeda dari jenis pengeluaran lain, jumlah untuk pengeluaran sosial tak memiliki aturan tertentu.
Akan tetapi, kalau kamu beragama Islam, kamu bisa mengikuti ketentuan zakat dengan menyiapkan pengeluaran sebesar 2,5% dari gaji bulanan. Cara mengatur keuangan bulanan ini memudahkanmu untuk tetap beramal meski sedang kesulitan. 5. Pengeluaran gaya hidup Punya hobi baca buku, kulineran, atau menonton konser? Untuk menikmati gaya hidup, kamu juga harus mengelola jumlah pengeluarannya. Lalu, mengapa jenis pengeluaran ini berada di urutan terendah? Hal ini disebabkan kamu bisa meninggalkan hobi untuk sementara waktu dan tak akan merasakan kerugian besar saat memakai anggarannya untuk keperluan lain. Adapun jumlah pengeluaran yang bisa kamu sisihkan adalah maksimal 20% dari gaji bulanan. Cara Mengatur Keuangan Bulanan Apakah gajimu tersalurkan untuk kelima jenis pengeluaran di atas? Jika jawabannya ya, tetapi merasa penghasilanmu tak pernah bisa mencukupi semua kebutuhan, mari kita lanjutkan ke cara mengelola keuangan bulanan di masa pandemi Covid-19.
1. Evaluasi sumber penghasilan Kamu yang punya penghasilan tetap dan tak mendapatkan pemotongan memang tak akan repot menghadapi wabah virus yang belum kunjung mereda. Namun, kamu juga harus ingat dalam kondisi yang sulit diprediksi seperti sekarang risiko akan selalu ada. Lebih baik berjaga-jaga daripada kamu menyesal, bukan?
Apa pun sumber penghasilanmu sekarang, antisipasi risiko penurunan gaji yang bisa terjadi kapan saja. Dalam cara mengatur keuangan bulanan ini, kamu dapat melakukan sedikit perubahan pada pos-pos pengeluaran yang sudah dirancang dalam anggaran keuangan.
Sebagai contoh, kalau sebelumnya pos pengeluaranmu ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan gaya hidup, ganti pos terakhir dengan tabungan darurat. Seperti yang disebutkan, menunda rekreasi atau mengurangi anggaran untuk hobi tak akan membuatmu rugi. Apalagi kalau uangnya disalurkan untuk hal-hal mendadak yang bisa terjadi di tengah pandemi.
Perubahan seperti ini juga bakal membantumu berhemat. Jadi saat ada kepentingan mendadak, kamu dapat memakai tabungan darurat tanpa meminjam atau terlibat utang. 2. Jauhi pembelian dengan cara mencicil Metode cicilan sering kali diambil untuk membeli produk mahal, sebut saja laptop dan ponsel. Sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia, kamu mungkin masih bisa membayar tagihan cicilan tanpa terhalang kebutuhan lain. Namun, pada cara mengatur keuangan bulanan ini, kamu disarankan untuk menghentikan sementara pembelian dengan sistem cicilan.
Mengapa? Sama seperti poin sebelumnya, ketidakpastian finansial di masa pandemi tak akan menjamin penghasilanmu terus stabil. Kalau gajimu berkurang drastis, kamu pasti akan kesusahan buat menebus tagihan, bukan? Jadi sebaiknya kamu tunda dulu pembelian produk dengan sistem cicilan meski kamu memegang tabungan. 3. Pertimbangkan sumber penghasilan alternatif. Perusahan atau bisnismu mulai goyah? Jangan terlalu lama menunggu, pertimbangkan segera sumber penghasilan alternatif. Langkah ini bukan cuma membantumu menambah uang untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga membantumu tetap berpijak saat kamu harus berhenti bekerja atau meninggalkan bisnis untuk sementara waktu.
Ada berbagai peluang bisnis menjanjikan yang bisa menunjangmu mempraktikan cara mengatur keuangan bulanan. Antara lain jasa penjualanbahan baku makanan, fast food, hingga frozen food, atau kamu bisa mencoba peruntungan di dunia online yang kini makin marak, bisa dengan mencoba memulai menjadi seorang Youtuber. 4. Perhatikan urgensi penggunaan produk Pemberlakukan karantina mandiri dan social distancing mengubah urgensi pemakaian produk-produk tertentu karena kamu lebih sering di rumah. Sebagai contoh, kalau sebelumnya kamu makan di kantin kantor, sekarang kamu cenderung masak sendiri atau memesan lewat delivery service.
Beli makanan jadi memang terkesan praktis, tetapi masak sendiri lebih disarankan. Pasalnya, kebersihan makanan lebih terjaga mengingat tak ada kontak dari luar rumah selama kamu mengolahnya dengan baik dan membeli bahan dari tempat yang tepat.
Di sisi lain, kamu akan lebih sering memakai produk kebersihan seperti sabun, tisu, dan hand sanitizer. Meski harganya sudah kembali normal, jenis produk ini juga perlu diperhatikan baik-baik, khususnya dari segi bahan yang dipakai. Pilihlah produk yang sesuai jenis kulitmu untuk mencegah reaksi yang tak diinginkan seperti gatal-gatal, ruam, hingga alergi. Penulis: Devi Nurhayati Universitas Pamulang Prodi Akuntansi S1
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda