Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

A
Penulis: ALIFIAN LATIF MUKSIT
04 November 2026, 00.28 WITA Editor: Danang Purnama
6 menit baca
Screenshot 2026 11 02 085723
Gambar 1 Penyerahan Penghargaan Penyunting Terbaik Kategori Mahasiswa LOFF 2026 Foto: https://www.youtube.com/watch?v=UKe4sWj6n3o

JurnalPost.com — Perpindahan adegan dalam sebuah film terkadang berlangsung begitu mulus hingga penonton tidak menyadari bahwa dua gambar yang mereka saksikan sebenarnya direkam di lokasi berbeda. Karakter yang semula berada di sebuah ruangan, misalnya, tiba-tiba muncul di tempat lain tanpa membuat alur cerita terasa terputus.

Perpindahan tersebut bukan semata hasil pemotongan gambar. Ada teknik penyuntingan yang memungkinkan dua adegan berbeda terhubung melalui kesamaan gerakan, komposisi, maupun unsur visual lainnya.

IKLAN

Teknik itu dikenal sebagai match cut, salah satu pendekatan dalam penyuntingan film yang memiliki peran penting dalam membangun kesinambungan cerita.

pernjual 15 tahun
Baca Juga

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Penggunaan teknik tersebut menjadi bagian dari pembahasan kreatif film pendek Nara, yang disunting oleh Azzalea Taufika dan Darren Anggono. Melalui film ini, proses penyuntingan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan menyusun gambar, tetapi juga sebagai cara membangun hubungan antarruang dan memperkuat pengalaman audiovisual penonton.

Pembahasan mengenai penyuntingan dalam Nara juga berkaitan dengan profesi editor film yang menjadi salah satu perhatian dalam konteks Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026.

Mengenal Match Cut dalam Penyuntingan Film

Dalam dunia perfilman, match cut merupakan teknik penyuntingan yang menghubungkan dua gambar berdasarkan kemiripan atau keterkaitan visual.

Hubungan tersebut dapat dibangun melalui bentuk objek, arah gerakan, posisi karakter, komposisi gambar, hingga gagasan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Pedagang di Bojonegoro
Baca Juga

Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian, Pedagang di Bojonegoro Mulai Terbiasa Gunakan QRIS BRI

Screenshot 2026 11 02 084445
Gambar 2 Match Cut dalam Film “Nara”.

Sebagai gambaran, sebuah adegan memperlihatkan seseorang membuka pintu rumah. Ketika gambar berganti, gerakan yang sama berlanjut saat karakter memasuki bangunan lain.

Meskipun kedua adegan direkam pada lokasi berbeda, kesamaan gerakan dan penempatan kamera dapat menciptakan kesan bahwa perpindahan berlangsung secara alami.

Teknik serupa juga dapat diterapkan pada objek. Gambar matahari berbentuk bulat, misalnya, dapat langsung disambungkan dengan lampu yang memiliki bentuk hampir sama.

Kesamaan visual tersebut tidak hanya menciptakan perpindahan gambar yang menarik, tetapi juga dapat membangun hubungan simbolis antara dua situasi.

Briefing Pagi bersama Staff
Baca Juga

SG8 Group Jadi Identitas Baru PT Dwitunggal Jaya Pratama Maju, Perkuat Solusi Bisnis Terintegrasi

Screenshot 2026 11 02 084453
Gambar 3 Match Cut dalam Film “Nara”.

Berbeda dengan transisi yang mengandalkan efek visual mencolok, match cut lebih menekankan keterkaitan antara gambar sebelum dan sesudah pemotongan.

Hasilnya dapat berupa perpindahan yang halus, perubahan adegan yang mengejutkan, atau hubungan visual yang mengandung makna tertentu.

Mengapa Ketepatan Potongan Gambar Sangat Penting?

Keberhasilan match cut tidak hanya bergantung pada kemiripan dua gambar. Ada sejumlah unsur teknis yang harus diperhatikan agar perpindahan adegan tidak mengganggu pemahaman penonton.

Salah satunya adalah kesinambungan gerakan. Apabila karakter bergerak ke arah kanan pada gambar pertama, gerakan tersebut perlu memiliki hubungan yang jelas dengan arah dan tempo pada gambar berikutnya.

Kesinambungan itu membantu penonton memahami bahwa kedua gambar masih menjadi bagian dari satu rangkaian aksi.

Aspek berikutnya adalah komposisi. Posisi objek dalam bingkai, ukuran pengambilan gambar, serta arah kamera dapat menentukan apakah dua adegan terasa saling terhubung.

Tidak kalah penting ialah pemilihan titik potong atau cutting point.

Potongan yang ditempatkan terlalu cepat berpotensi membuat gerakan terasa terhenti. Sebaliknya, pemotongan yang terlambat dapat mengurangi kekuatan hubungan visual yang sebelumnya telah dibangun.

Namun, pertimbangan teknis saja belum cukup.

Setiap transisi juga perlu memiliki fungsi dalam cerita, baik untuk memperlihatkan perubahan lokasi, mempercepat perjalanan waktu, maupun menunjukkan hubungan antara dua peristiwa.

Dengan demikian, keberhasilan match cut tidak selalu diukur dari seberapa mencolok teknik tersebut terlihat, melainkan dari kemampuannya menjaga penonton tetap terhubung dengan cerita.

Perencanaan Match Cut Dimulai Sejak Produksi

Meskipun hasil akhirnya ditentukan dalam proses penyuntingan, penerapan match cut sering kali membutuhkan persiapan sebelum pengambilan gambar.

Sutradara, sinematografer, dan editor perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai hubungan antargambar yang hendak dibangun.

IKLAN

Apabila dua adegan direncanakan untuk saling menyambung, posisi kamera, arah gerakan aktor, komposisi, dan tempo aksi harus diperhitungkan sejak awal.

Perencanaan tersebut memberi ruang bagi editor untuk menghasilkan perpindahan yang sesuai dengan kebutuhan cerita.

Ketika seluruh materi telah direkam, editor kemudian memilih gambar dan menentukan momen pemotongan paling efektif.

Perbedaan beberapa bingkai saja dapat mengubah kesan yang diterima penonton. Karena itu, penyuntingan membutuhkan kepekaan terhadap ritme, pergerakan, dan hubungan visual.

Proses ini menunjukkan bahwa pekerjaan editor tidak sekadar menyusun hasil rekaman menjadi satu rangkaian, tetapi juga menerjemahkan gagasan kreatif menjadi pengalaman menonton yang utuh.

Desain Suara Memperkuat Perpindahan Antarlokasi

Selain penyuntingan gambar, desain suara turut menentukan keberhasilan perpindahan adegan dalam sebuah film.

Dalam proses kreatif film pendek Nara, perspektif penyuntingan suara atau sound editing menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana dua ruang berbeda dapat tetap terasa terhubung.

Ketika gambar berpindah lokasi, penonton bukan hanya menerima informasi visual baru, melainkan juga menangkap perubahan atmosfer melalui suara.

Sebagai contoh, suara langkah kaki dapat dipertahankan ketika gambar berpindah dari sebuah ruangan menuju jalanan. Kesinambungan audio tersebut membantu menjaga hubungan gerakan karakter meskipun latar tempat berubah.

Setelah perpindahan terjadi, atmosfer suara dapat disesuaikan dengan lingkungan baru, seperti munculnya kebisingan kendaraan, percakapan orang, atau suara alam.

Pendekatan lain yang dapat digunakan adalah sound bridge, yakni teknik menghubungkan dua adegan melalui suara yang melintasi batas pemotongan gambar.

Suara dari adegan sebelumnya dapat dipertahankan sesaat setelah lokasi baru muncul. Sebaliknya, suara dari adegan berikutnya juga dapat mulai terdengar sebelum gambarnya ditampilkan.

Teknik tersebut membantu membangun hubungan antarruang sekaligus mempersiapkan penonton menghadapi perubahan situasi.

Meski memiliki fungsi berbeda, match cut dan sound bridge dapat saling melengkapi dalam proses penceritaan.

Match cut mempertemukan dua gambar melalui hubungan visual, sedangkan sound bridge menciptakan kesinambungan melalui elemen audio.

Perpaduan keduanya memungkinkan perpindahan lokasi terasa lebih terarah tanpa harus menghilangkan perbedaan karakter setiap ruang.

Ketika Penyuntingan Menjadi Bahasa Penceritaan

Dalam sebuah film, teknik penyuntingan yang baik tidak selalu harus menarik perhatian penonton secara langsung.

Justru, keberhasilannya sering terlihat ketika perpindahan adegan terasa wajar dan penonton tetap mengikuti perkembangan cerita tanpa kehilangan orientasi.

Melalui pendekatan match cut, dua lokasi yang berbeda dapat dihubungkan dalam satu rangkaian visual. Perpindahan tersebut dapat membantu mempercepat alur, memperlihatkan perubahan keadaan, atau menghadirkan makna simbolis.

Sementara itu, desain suara memperkuat pengalaman tersebut dengan membangun atmosfer dan hubungan antadegan.

Pembahasan mengenai film pendek Nara memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara penyunting gambar, penata suara, dan tim produksi dalam membangun sebuah karya audiovisual.

Pada akhirnya, penyuntingan film bukan sekadar persoalan memotong dan menyambungkan rekaman.

Di balik setiap perpindahan adegan yang terlihat sederhana, terdapat keputusan kreatif mengenai gerakan, komposisi, ritme, serta suara.

Melalui keputusan-keputusan itulah potongan gambar yang awalnya berdiri sendiri dapat dirangkai menjadi sebuah cerita yang utuh, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang lebih kuat dan bermakna.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/film-pendek-nara-teknik-match-cut-penyuntingan/98513/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.28 WITA

  • #desain suara
  • #editor film
  • #film pendek nara
  • #lawang sewu short film festival
  • #match cut
  • #penyuntingan film
  • #sinematografi
  • #sound bridge
  • #sound editor

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UMKM Kalitidu dan Malo Manfaatkan BRImo, Transaksi Usaha Jadi Lebih Praktis

Digitalisasi Pasar Buka Peluang UMKM Bojonegoro Perluas Jangkauan Lewat New Pasar.id

Tips Menjaga Skor Kredit agar Tetap Sehat, Konsistensi Jadi Kunci

BRImo Permudah Transaksi Pekerja dan Mahasiswa di Tengah Aktivitas Padat

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  4. 4

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  5. 5

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.