BOJONEGORO, JurnalPost.com – Memasuki masa pensiun tidak membuat Sugeng Harijanto berhenti berkarya. Warga Bojonegoro, Jawa Timur, ini justru memilih tetap produktif dengan mengembangkan usaha produksi jus jambu sebagai sumber kegiatan sekaligus peluang penghasilan setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia kerja.
Di tengah anggapan bahwa pensiun merupakan waktu untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan, Sugeng mengambil langkah berbeda. Ia memanfaatkan waktu luangnya untuk menjalankan usaha minuman berbahan dasar buah jambu yang memiliki peluang pasar di masyarakat.
Untuk menunjang kegiatan usahanya, Sugeng yang merupakan nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu sumber tambahan modal.
Pembiayaan tersebut membantu mendukung kebutuhan usaha, mulai dari kegiatan produksi hingga upaya pengembangan usaha agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
Tetap Produktif dengan Usaha Jus Jambu Setelah Pensiun
Bagi Sugeng, masa pensiun bukan menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas produktif. Sebaliknya, fase tersebut memberikan kesempatan untuk menjalankan kegiatan usaha yang dapat dikelola secara mandiri.
Produksi jus jambu dipilih sebagai salah satu kegiatan yang memiliki peluang ekonomi. Selain menjadi minuman yang cukup dikenal masyarakat, olahan buah juga menawarkan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk menciptakan produk bernilai tambah.
"Produksi jambu ini menjadi peluang usaha yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Terlebih, minuman berbahan buah memiliki pasar tersendiri di tengah masyarakat," ujar Sugeng.
Menurutnya, menjalankan usaha setelah pensiun memberikan manfaat lebih dari sekadar tambahan penghasilan. Aktivitas tersebut juga menjadi cara untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang memiliki tujuan dan hasil nyata.
Melalui usaha yang ditekuninya, Sugeng terus berupaya menjaga produktivitas sekaligus mengembangkan kemampuan dalam mengelola kegiatan bisnis.
Usaha minuman seperti jus jambu membutuhkan perhatian pada kualitas bahan baku, kebersihan proses produksi, serta konsistensi rasa agar produk dapat diterima konsumen.
Selain itu, pelaku usaha perlu memperhatikan pengemasan dan pemasaran supaya produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan minuman lain di pasaran.
Manfaatkan KUR BRI untuk Mendukung Pengembangan Usaha
Dalam menjalankan bisnis, Sugeng menyadari bahwa ketersediaan modal merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan produksi.
Kebutuhan pembelian bahan baku, kemasan, hingga perlengkapan produksi memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar usaha dapat terus berjalan.
Sebagai nasabah BRI, Sugeng kemudian memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat untuk mendukung pengembangan usaha jus jambu yang dijalankannya.
KUR merupakan program pembiayaan yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang memenuhi persyaratan memperoleh akses permodalan melalui lembaga keuangan penyalur.
Melalui fasilitas tersebut, pelaku usaha memiliki kesempatan mendapatkan pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi Sugeng, keberadaan akses pembiayaan menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan serta meningkatkan kegiatan produksi.
Meski demikian, penggunaan pembiayaan usaha tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Pelaku usaha perlu memperhitungkan kemampuan pembayaran angsuran, kebutuhan modal, serta potensi pendapatan agar pinjaman benar-benar mendukung keberlanjutan bisnis.
Dengan pengelolaan yang tepat, tambahan modal dapat membantu usaha berkembang tanpa menimbulkan beban keuangan yang berlebihan.
Produksi Jus Jambu Punya Peluang Pasar
Usaha pengolahan buah menjadi minuman memiliki peluang untuk dikembangkan karena produknya dapat dipasarkan kepada berbagai kelompok konsumen.
Jambu merupakan salah satu buah yang dapat diolah menjadi minuman segar dengan nilai jual berbeda dibandingkan ketika dijual sebagai buah utuh.
Melalui proses pengolahan, pelaku usaha dapat menciptakan produk yang lebih praktis untuk dikonsumsi.
Namun, usaha minuman juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain perubahan harga bahan baku, masa simpan produk, serta persaingan dengan berbagai jenis minuman yang tersedia di pasaran.
Karena itu, kualitas produksi dan strategi pemasaran menjadi aspek penting dalam mempertahankan pelanggan.
Bagi pelaku usaha seperti Sugeng, pengembangan bisnis tidak hanya bergantung pada tambahan modal, tetapi juga kemampuan membaca kebutuhan pasar dan menyesuaikan produk dengan keinginan konsumen.
Sugeng berharap usaha jus jambu yang dikembangkannya dapat terus bertumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.
"Harapnya produksi jus jambu dapat semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak konsumen," harapnya.
Masa Pensiun Jadi Kesempatan Membangun Kemandirian Ekonomi
Kisah Sugeng menjadi gambaran bahwa kegiatan wirausaha dapat dijalankan oleh berbagai kelompok usia, termasuk mereka yang telah menyelesaikan masa kerja formal.
Pengalaman hidup dan kedisiplinan yang diperoleh selama bekerja dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha.
Meski demikian, memulai atau mengembangkan bisnis setelah pensiun tetap memerlukan perhitungan yang cermat, terutama dalam penggunaan tabungan maupun pembiayaan.
Sugeng menunjukkan bahwa masa purnatugas dapat dimanfaatkan untuk menekuni kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga semangat berkarya.
"Pensiun bukan akhir dari perjalanan berkarya. Justru, masa tersebut dapat menjadi awal untuk menekuni aktivitas baru dan membangun kemandirian ekonomi," bebernya.
Dukungan akses pembiayaan melalui KUR BRI menjadi salah satu fasilitas yang dimanfaatkan Sugeng dalam perjalanan mengembangkan usaha produksi jus jambu.
Pengalamannya memperlihatkan bahwa peluang membangun usaha tidak hanya terbuka bagi generasi muda, tetapi juga bagi masyarakat yang telah memasuki masa pensiun.
Dengan semangat untuk terus belajar, menjaga kualitas produk, dan mengelola keuangan secara bertanggung jawab, masa pensiun dapat menjadi kesempatan untuk membangun kegiatan usaha yang berkelanjutan.
Bagi Sugeng Harijanto, produksi jus jambu bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan bagian dari upayanya untuk tetap mandiri, produktif, dan berkarya di tengah masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda