Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Kepribadian Surplus dan Defisit, Bisnis Akan Lancar?

Kepribadian Surplus dan Defisit, Bisnis Akan Lancar?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Oktober 2021, 21.30 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
8 menit baca
Kepribadian Surplus dan Defisit, Bisnis Akan Lancar?
Catatan arsip: sebagian dokumentasi gambar pada artikel ini tidak lagi tersedia.
Oleh: Ni Luh Ina Handariani, S.Pd (Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha) JurnalPost - Belakangan ini trend bisnis menjadi sangat populer di kalangan masyarakat karena dipandang sangat menjanjikan. Beberapa macam bisnis banyak dicoba oleh masyarakat demi mendapatkan keuntungan maksimal. Banyak bisnis sukses yang dijalankan oleh pengusaha-pengusaha dengan kiat-kiat tertentu. Kesusksesan mereka dapatkan dengan berbagai cara seperti pemasaran yang baik, promosi yang menarik, produk yang tepat guna, dan pelayanan yang memuaskan. Hal tersebut adalah dasar agar bisnis dapat berjalan dengan baik. Namun terkadang ada beberapa bisnis yang hanya menerapkan dua atau tiga indikator tersebut, sehingga mengeluh mengapa bisnis yang dijalaninya bangkrut. Mereka tidak menyadari bahwa faktor penentu bisnis dapat berjalan lancar itu harus semuanya terpenuhi. Kerap di masyarakat sering beranggapan bahwa dengan modal besar, bisnis pasti akan lancar. Pada kenyataannya, dengan modal kecil pun bisnis akan lancar jika dilakukan manajemen yang baik. Kurangnya manajemen terhadap suatu bisnis tentu akan berdampak pada kesuksesan bisnis. Manajemen keuangan adalah salah satu yang harus diperhatikan, sebab keuangan merupakan hal yang sangat riskan. Untuk memanajemen keuangan tentu diperlukan perilaku keuangan agar pengaturan keuangan benar dilakukan. Pembahasan mengenai perilaku keuangan sangat kompleks dibicarakan. Grohmann (2015) menyatakan bahwa financial behavior dipengaruhi 3 faktor yaitu financial literacy, kemampuan perhitungan (numeracy), dan kualitas pendidikan. Pentingnya literasi keuangan dalam menjalankan bisnis memicu para pengusaha untuk terus mengembangkan bisnisnya. Tentu hal ini diikuti dengan kemampuan dari manajer perusahaan tersebut. Jika kembali lagi pada modal yang digunakan, pribadi surplus akan terlihat lancar dan aman dalam menjalankan bisnis. Berbeda dengan pribadi defisit, kerap akan sulit dalam memutar uang. Pribadi surplus dan defisit ini adalah pribadi yang dimiliki manajer dalam menjalankan bisnisnya. Keduanya adalah hal yang berkebalikan dan mempengaruhi bisnis.

Surplus atau Defisit?

Surplus adalah suatu kondisi dimana tingkat pendapatan atau pemasukan yang diterima melebihi pengeluaran belanja. Berlawanan dari itu, defisit artinya yaitu situasi ketika pengeluaran lebih besar dari penerimaan. Defisit dapat disebabkan karena daya beli masyarakat yang rendah, pembiayaan bangunan, saat inflasi, dan melemahnya nilai tukar mata uang. Negara adalah sebuah organisasi yang juga bisa merasakan dampak itu. Penyebab kekurangan anggaran pada negara bisa bermacam-macam seperti, kebutuhan perang, pembangunan negara, daya beli masyarakat rendah, nilai tukar mata uang yang lemah, dan inflasi. Tidak hanya pada negara, namun sebuah organisasi juga bisa mengalami defisit, bahkan organisasi bisnis juga sering terkendala defisit. Defisit sangat erat dengan keuangan, karena uang adalah indikator yang digunakan ketika melihat suatu perusahaan mengalami defisit atau surplus. Defisit dapat menyebabkan hutang. Setiap tahun, kekurangan anggaran dapat menyebabkan hutang yang membuat beban perusahaan semakin besar dan bunga yang harus dibayar. Jika tidak segera diatasi, defisit dapat mengakibatkan kebangkrutan. Negara mendapatkan pemasukan dari pajak. Uang yang diperoleh akan diolah kembali untuk pembangunan negara. Dalam perusahaan, pemasukan didapatkan dari hasil penjualan. Surplus dan defisit kas sering menjadi istilah yang digunakan pemerintah dalam menggambarkan perekonomian negara. Pengertian surplus dan defisit kas ini bukanlah hal yang awam di masyarakat. apalagi istilah defisit menjadi momok tersendiri bagi pemilik modal. Bila defisit kas terus dibiarkan maka akan menyebabkan perusahaan bangkrut apalagi sebuah negara. Dalam laporan keuangan surplus dan defisit bisa disimak dengan jelas alirannya pada laporan arus kas. Saat perusahaan tidak mampu mengatasi kekurangan anggaran, mereka akan kesulitan dalam melakukan sejumlah kegiatan operasional. Dengan begitu, hal ini memicu timbulnya hutang. Hutang akan semakin menumpuk jika sumber masalah tidak diatasi. Setelah menelisik mengenai defisit secara luas, surplus juga perlu dikaji. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa surplus adalah kondisi dimana tingkat pendapatan atau pemasukan yang diterima melebihi pengeluaran belanja. Dari pengertian tersebut, perusahaan yang mengalami surplus tentu keuangannya sehat. Beberapa hal mendasar pada perusahaan dapat dijalankan dan dibayarkan karena manajemen keuangan yang baik. Banyak pilihan investasi yang dapat dipilih perusahaan karena uang yang dimilikinya. Perusahaan mampu membayar tagihannya tepat waktu bahkan mudah berinvestasi. Kepercayaan investor akan semakin tinggi apabila laporan keuangan perusahaan selalu menunjukkan surplus kas. Jika suatu perusahaan mampu mengelola keuangan dengan baik dengan segala komponen yang ada tentu akan terjadi kestabilan dalam keuangan. Hal ini berpengaruh pada surplus kas suatu perusahaan. Beberapa dampak surplus kas yang dapat dirasakan yaitu kondisi perekononomian akan cenderung membaik, harga dari berbagai produk yang diekspor akan menjadi lebih tinggi sehingga devisa negara akan meningkat, tingkat daya saing produk ekspor menurun, dan kemudahan berinvestasi. Suatu kondisi pribadi manajer yang mampu membuat perusahaannya surplus tentu menjadi idaman bagi setiap orang. Hal ini karena berdampak pada perekonomian bangsa. Jika suatu perusahaan tempatnya bekerja terus mencapai surplus tentu gaji akan lancar dan meningkat.

Pandemi, Bisnis Kerap Gulung Tikar, Benarkah?

Berbicara tentang bisnis, tidak terlepas dari modal dan tentang apa bisnis tersebut. Dalam mengelola modal yang dimiliki, uang adalah hal yang sangat krusial. Pengetahuan tentang perilaku keuangan sanagat diperlukan untuk menangai keuangan bisnis. Perkembangan cara mengelola uang tentu sudah sangat baik. Kini tergantung perusahaan itu sendiri apakah mampu mengelola dengan baik dan benar. Terlebih di era sekarang dengan diselimuti oleh pandemi COVID-19, beberapa bisnis ada yang gulung tikar. Namun tidak sedikit bisnis justru mendatangkan nasib baik pada masa pandemi. Perusahaan yang mampu bertahan tersebut karena memiliki strategi khusus dalam pengelolaan bisnisnya. Beberapa strategi yang dilakukan suatu perusahaan agar tetap bertahan diantaranya sebagai berikut. 1. Cash Management Pengaturan arus kas menjadi kunci utama perusahaan untuk dapat melewati tantangan berat kala pandemi seperti ini. Perusahaan perlu mengambil langkah-langkah untuk mengamankan persediaan kas. Cash Management juga meliputi bagaimana perusahaan mampu melakukan forecast keuangan jangka pendek dan menengah dengan baik. 2. Contingency Planning Panduan tanggap darurat perlu langsung disusun untuk mengetahui apa saja sektor krusial dalam perusahaan dan memastikan strategi yang akan diambil aman untuk kelangsungan bisnis kedepannya. 3. Pengelolaan Pemegang Saham Perkiraan arus kas yang baik akan menempatkan perusahaan pada posisi yang lebih kuat saat berdiskusi dengan para pemegang saham. Disarankan perusahaan untuk proaktif dan mengambil inisiatif untuk secara aktif berhubungan dengan otoritas pajak, pemberi pinjaman hingga supplier utama untuk tetap mendapat dukungan keuangan yang mungkin saja tersedia. 4. Perhatikan Karyawan Memahami profil karyawan menjadi sangat penting dalam situasi ini untuk menemukan berbagai opsi untuk solusi tenaga kerja dalam perusahaan. Kebijakan yang jelas untuk work from home, unpaid leave hingga kapan karyawan harus dikarantina di kondisi kesehatan tertentu perlu disampaikan agar karyawan tahu bagaimana posisi mereka dan dapat menerima pesan dari pemimpin bisnis. 5. Bentuk Tim Manajemen Krisis Bentuk tim khusus dan pastikan perwakilan dari tiap divisi saling berkomunikasi untuk membahas dan menentukan prioritas masalah yang dihadapi perusahaan dan mengantisipasi masalah yang dapat muncul ke depannya. Komunikasi sejak dini dan keterbukaan dengan tim dapat membangun sistem komunikasi yang sehat dan menjangkau semua karyawan.

Tergantung Cara Kelola, Mana yang Lebih Baik?

Surplus tidak selamanya baik, begitu pula juga defisit yang tidak selamanya menunjukkan tanda bahaya terhadap perekonomian. Dalam suatu negara, kondisi surplus tidak selamanya berbuah positif bagi perekonomian, dan defisit pun tidak selalu berimbas buruk bagi perekonomian. Pada perusahaan, akan dikatakan surplus apabila terjadi saat penjualan barang dan jasa yang dihasilkan lebih besar dari pengeluaran untuk membayar upah karyawan, biaya material atau bahan baku, dan utilitas seperti listrik dan air. Berlawanan dengan defisit yang akan terjadi apabila hasil penjualan perusahaan lebih rendah dibandingkan pengeluaran perusahaan. Dampak dari surplus dan defisit kas akan sangat besar sekali pada aktivitas perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Bila mengalami defisit kas maka segala beban yang perlu dibayarkan pada periode tersebut bisa saja terhambat. Tidak adanya kas mampu menyebabkan perusahan tidak bisa memberikan gaji, membayar hutang atau membeli bahan baku secara tunai. 2. Surplus kas memberikan perusahaan banyak pilihan untuk menginvestasikan uang yang dimilikinya. Perusahaan mampu membayar tagihannya tepat waktu bahkan mudah berinvestasi. 3. Menjadi tolak ukur investor dalam menilai kinerja manajemen perusahaan dalam mengelola modal mereka. Kepercayaan investor semakin tinggi bila laporan keuangan perusahaan selalu menunjukkan surplus kas. 4. Surplus dan defisit kas menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun anggaran kas yang digunakan dalam periode selanjutnya. 5. Perusahaan melakukan reformasi, rekturisasi atau kebijakan perusahaan lainnya yang berkaitan dengan aliran dana didasari oleh surplus dan defisit kas. 6. Meringkas penjelasan tentang penggambaran kondisi kas saat ini dan mudah dihafalkan. Berdasarkan pemaparan tersebut, pribadi manajer dalam hal ini perilaku keuangan sangat mempengaruhi kinerja bisnis. Ketepatan dalam memimpin perusahaan akan bergantung pada manajamen, terlebih pada keuangan. Kesehatan keuangan perusahaan sangat diperlukan agar bisnis berjalan dengan lancar. Kondisi surplus dan defisit adalah hasil dari manajemen keuangan yang dijalankan suatu perusahaan sehingga semua bergantung pada perusahaan itu sendiri. Dapat dipegang bahwa surplus tidak selamanya baik, begitu pula juga defisit yang tidak selamanya menunjukkan tanda bahaya terhadap perekonomian. Hal ini membuat suatu perusahaan harus tangguh dalam menjalankan bisnisnya agar mencapai tujuan. Jika tidak ingin perusahaan bangkrut, maka usahakan menstabilkan keuangan, akutansi, dan emosional manajemen perusahaan agar bisnis berjalan lancar dan mencapai tujuan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kepribadian-surplus-dan-defisit-bisnis-akan-lancar/26208/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 00.21 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Pilihan Editor

  1. 1 MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar
  2. 2

    Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  3. 3

    Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

  4. 4

    Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

  5. 5

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.