MALANG, JurnalPost.com – Hamparan savana di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, tidak hanya menawarkan keindahan bentang alam yang memikat wisatawan. Di balik padang rumput yang membentang luas, tersimpan kekayaan keanekaragaman hayati, termasuk berbagai jenis tumbuhan yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan ekstrem.
Salah satu tumbuhan yang menarik perhatian adalah Styphelia javanica, semak kecil yang dikenal masyarakat Tengger dengan sebutan Suket Melelo atau Ladingan. Tumbuhan khas kawasan pegunungan ini memiliki karakteristik unik yang memungkinkannya bertahan ketika kondisi savana mengalami kekeringan.
Styphelia javanica termasuk dalam famili Ericaceae, kelompok tumbuhan yang mencakup berbagai jenis semak dan pohon kecil. Anggota famili ini dikenal memiliki sejumlah karakter adaptif yang memungkinkan sebagian spesiesnya tumbuh pada lingkungan dengan kondisi tanah relatif miskin unsur hara.
Keberadaan S. javanica tercatat di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur, antara lain Gunung Arjuno, Gunung Penanggungan, Gunung Kawi, Pegunungan Iyang, serta kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Di kawasan Savana Bromo, tumbuhan ini menjadi salah satu contoh menarik tentang kemampuan vegetasi lokal dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan.
Bertahan Ketika Savana Bromo Mengalami Kekeringan
Savana Gunung Bromo memiliki karakteristik lingkungan yang khas. Pada periode tertentu, kawasan ini mendapatkan kelembapan udara yang relatif tinggi sehingga mendukung pertumbuhan berbagai jenis vegetasi.
Namun, kondisi tersebut dapat berubah ketika musim kemarau tiba. Berkurangnya ketersediaan air membuat sebagian kawasan savana menjadi kering, sementara sejumlah tumbuhan mengalami tekanan akibat terbatasnya sumber daya.
Di tengah kondisi tersebut, Styphelia javanica memiliki karakteristik yang mendukung kemampuannya untuk tetap bertahan hidup.
Kemampuan tersebut berkaitan dengan bentuk dan struktur organ tumbuhan, mulai dari akar, batang, hingga daun. Masing-masing organ memiliki peran dalam membantu tumbuhan memperoleh sumber daya sekaligus mengurangi kehilangan air.

Fenomena inilah yang menjadi perhatian dalam kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tim Universitas Negeri Malang.
Melalui Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang Tahun 2026, Dr. Vivi Novianti, S.Si., M.Si., bersama tim melakukan penelitian terhadap karakteristik morfologi dan anatomi Styphelia javanica di kawasan Savana Gunung Bromo, TNBTS.
Penelitian tersebut berfokus pada upaya memahami strategi adaptasi tumbuhan melalui pengamatan bentuk luar dan struktur jaringan internalnya.
Kajian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai cara S. javanica merespons perubahan kondisi lingkungan, sekaligus menjadi bagian dari dasar pengetahuan untuk mendukung upaya konservasi vegetasi lokal di kawasan TNBTS.
Akar Tunggang Membantu Menjangkau Sumber Air
Salah satu karakteristik Styphelia javanica dapat diamati melalui bentuk pertumbuhannya yang relatif rendah.
Tumbuhan ini memiliki banyak percabangan dengan tinggi berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Ukurannya yang kecil membuatnya tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan vegetasi lain yang tumbuh di kawasan savana.
Meskipun demikian, bentuk pertumbuhan tersebut merupakan bagian dari karakteristik morfologi yang menarik untuk dipelajari.
Pada bagian bawah tanah, S. javanica memiliki sistem perakaran bertipe akar tunggang.
Struktur perakaran ini memungkinkan tumbuhan menjangkau air dan unsur hara pada lapisan tanah yang lebih dalam, bergantung pada perkembangan akar serta kondisi tanah di habitatnya.
Kemampuan memperoleh sumber daya dari dalam tanah menjadi salah satu aspek penting bagi tumbuhan yang hidup pada lingkungan dengan ketersediaan air yang berubah mengikuti musim.
Selain akar, batang tumbuhan ini juga menunjukkan karakteristik pertumbuhan yang khas.
Batang Menjalar sebagai Strategi Mempertahankan Populasi
Batang Suket Melelo memiliki kemampuan menjalar di bawah permukaan tanah dan berkembang ke berbagai arah melalui struktur yang disebut stolon.
Stolon merupakan batang yang tumbuh menjalar dan pada tumbuhan tertentu dapat membentuk individu baru secara vegetatif.
Keberadaan struktur tersebut memungkinkan Styphelia javanica memperluas area pertumbuhannya sekaligus mendukung keberlangsungan populasi.
Melalui pertumbuhan vegetatif, tumbuhan berpotensi mempertahankan keberadaannya meskipun sebagian bagian induk mengalami gangguan atau kerusakan.
Karakteristik ini menjadi penting bagi tumbuhan yang hidup pada habitat dengan berbagai tekanan lingkungan, termasuk perubahan musim dan persaingan dengan vegetasi di sekitarnya.
Dengan demikian, sistem perakaran dan pola pertumbuhan batang memiliki peran yang saling melengkapi dalam menunjang keberlangsungan hidup S. javanica.
Daun Kecil dan Runcing, Ciri Adaptasi Tumbuhan Xerofit
Keunikan lain Styphelia javanica terlihat pada bentuk daunnya.
Daun tumbuhan ini berukuran kecil, berbentuk lanset, dengan ujung meruncing menyerupai duri. Warnanya bervariasi dari hijau hingga hijau kemerahan.
Karakteristik tersebut berkaitan dengan sifat xerofit, yakni kemampuan tumbuhan beradaptasi terhadap lingkungan yang memiliki keterbatasan ketersediaan air.
Pada tumbuhan xerofit, ukuran daun yang relatif kecil dapat menjadi salah satu mekanisme untuk mengurangi kehilangan air melalui proses transpirasi atau penguapan.
Semakin terbatas luas permukaan daun yang terpapar lingkungan, semakin kecil pula potensi kehilangan air dalam kondisi tertentu.
Karakter tersebut membantu tumbuhan menggunakan cadangan air secara lebih efisien ketika menghadapi musim kering.
Selain bentuk luar daun, struktur jaringan internalnya juga menjadi bagian penting dalam kajian adaptasi.
Jaringan epidermis berperan sebagai lapisan pelindung, sedangkan jaringan palisade merupakan salah satu tempat utama berlangsungnya fotosintesis.
Karakteristik dan ketebalan jaringan tersebut menjadi aspek yang diteliti untuk memahami bagaimana S. javanica menyesuaikan fungsi fisiologisnya terhadap kondisi lingkungan savana.
Melalui pengamatan anatomi, peneliti dapat memperoleh gambaran lebih mendalam mengenai hubungan antara struktur organ tumbuhan dan kemampuannya menghadapi tekanan lingkungan.
Menghadapi Persaingan dengan Tumbuhan Invasif
Tantangan yang dihadapi Styphelia javanica tidak hanya berkaitan dengan kekeringan.
Kawasan Savana Gunung Bromo juga menghadapi persoalan ekologis berupa keberadaan tumbuhan invasif yang berpotensi memengaruhi komposisi dan keseimbangan vegetasi lokal.
Sejumlah jenis tumbuhan yang menjadi perhatian di kawasan tersebut antara lain Verbena brasiliensis, Pteridium aquilinum, dan Imperata cylindrica.
Keberadaan tumbuhan yang berkembang secara agresif dapat meningkatkan persaingan dalam memperoleh cahaya matahari, air, ruang tumbuh, dan unsur hara.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi vegetasi lokal, terutama ketika ketersediaan sumber daya semakin terbatas pada musim kemarau.
Dalam situasi demikian, karakteristik morfologi dan anatomi menjadi faktor penting yang perlu dikaji untuk memahami kemampuan suatu spesies mempertahankan keberadaannya.
Pada S. javanica, sistem perakaran, pertumbuhan batang menjalar, serta bentuk daun yang relatif kecil merupakan sejumlah karakter yang dapat berkaitan dengan strategi adaptasinya.
Namun, hubungan antara karakter tersebut dan keberhasilan tumbuhan dalam menghadapi persaingan maupun kekeringan tetap memerlukan pengamatan dan kajian ilmiah secara mendalam.
Penelitian sebagai Langkah Mendukung Konservasi Flora Lokal
Keberadaan Styphelia javanica menunjukkan bahwa kekayaan hayati Savana Gunung Bromo tidak hanya terletak pada keindahan lanskapnya.
Tumbuhan berukuran kecil yang kerap luput dari perhatian justru dapat menyimpan informasi penting mengenai proses adaptasi, interaksi ekologis, dan dinamika vegetasi pegunungan.
Melalui penelitian yang dilakukan tim Universitas Negeri Malang, karakteristik S. javanica dipelajari untuk memahami bagaimana tumbuhan ini mampu menyesuaikan diri terhadap tekanan lingkungannya.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memperkaya informasi mengenai keanekaragaman flora pegunungan Jawa Timur, khususnya di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Pengetahuan mengenai karakter adaptasi tumbuhan lokal juga memiliki arti penting dalam mendukung pengelolaan ekosistem, pemantauan perubahan vegetasi, dan penyusunan strategi konservasi.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan, termasuk perubahan musim, persaingan vegetasi, dan potensi degradasi habitat, keberadaan tumbuhan lokal perlu mendapatkan perhatian yang berkelanjutan.
Styphelia javanica menjadi pengingat bahwa kemampuan bertahan hidup tidak selalu ditunjukkan melalui ukuran tubuh yang besar atau pertumbuhan yang dominan.
Semak kecil yang tumbuh di tengah Savana Bromo ini memperlihatkan bagaimana karakteristik organ tumbuhan dapat berperan dalam menghadapi kondisi lingkungan yang menantang.
Dengan memahami keunikan tersebut, upaya menjaga keanekaragaman hayati di kawasan pegunungan dapat dilakukan berdasarkan pengetahuan ilmiah yang semakin kuat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda