
JURNALPOST - Material Flow Cost Accounting (MFCA) adalah salah satu alat yang paling mendasar dan alat pengelolaan lingkungan untuk mengukur arus dan stok material dalam proses atau jalur produksi di unit baik fisik dan moneter, melalui MFCA pihak pengguna seperti UMKM ataupun perusahaan-perusahaan besar lainnya mampu menghtiung waste atau material loss yang terjadi, sehingga diharapkan jika perusahaan mengetahui loss atau waste perusahaan dapat berusaha memperkecil loss atau waste yang terjadi, sehingga bahan yang diolah oleh perusahaan semakin efisien. MFCA juga mencari cara untuk menurunkan biaya melalui penurunan limbah, yang nantinya akan mengarah ke perkembangan produktivitas bisnis.
Penerapan material flow cost accounting membuat proses produksi menjadi lebih transparan dan terukur. Penerapan tersebut membuat perusahaan mengetahui tahapan produksi yang menghasilkan limbah. Banyaknya limbah yang dihasilkan juga dapat terukur dalam penerapan material flow cost accounting. Alokasi biaya untuk bahan baku, energi dan tenaga kerja yang telah dihitung akan mempermudah perusahaan untuk melakukan penerapan Environmental Management Accounting untuk mendapatkan keunggulan kompetitif perusahaan.
Penerapan mcfa juga dapat mengurangi negative product dan meningkatkan profit , dengan catatan implementasi mcfa dilakukan dengan langkah-langkah yang benar . Adapun berikut langkah-langkah dari implementasi mcfa. Pertama, Memahami nilai input dari material loss dan dari produk jadi. Perlu bagi seorang cost accountant untuk mengetahui susunan nilai apa saja yang ada di dalam sebuah metode perhitungan biaya, termasuk biaya material. Hal ini tidak terlepas dari harga beli material awal dari supplier. Selain dari harga, juga dapat dilihat dari kuantitas dan kualitas barang yang dibeli agar sesuai dengan standar yang sebenarnya. Kedua, Menganalisa penyebab dari material loss pada setiap Quantity Center.
Quantity Center adalah tempat dimana adanya pemakaian input dari material dan biasanya per proses produksi. Analisa ini dimaksudkan agar cost accountant, manajemen, dan produksi mengetahui mana saja yang memang perlu untuk pengurangan costnya. Ketiga, Proposal of improvement measures. Perlu adanya pengajuan proposal atau rencana mengenai adanya peningkatan atau improvement yang dilakukan oleh perusahaan kepada manajemen. Hal ini dikarenakan setiap adanya improvement dapat memerlukan biaya atau investasi yang cukup mahal dan juga berdampak pada proses dari produksi tersebut selama jangka waktu yang lama. Keempat, Implementasi perhitungan untuk mengurangi material loss untuk pengurangan dari biaya dampak lingkungan dan meningkatkan profit.
Dengan adanya pengurangan material loss, diharapkan dari sisi input, material yang berkurang juga dapat dari sisi inputnya, sehingga biaya untuk pembelian material juga berkurang atau dinamakan efisiensi. Hal inilah yang juga berdampak pada peningkatan profit perusahaan.Kelima, Implementasi pehitungan untuk mengurangi material loss dan monitor perkembangan dari efisiensi. Material Flow Cost Accounting (MFCA) menyediakan informasi limbah baik itu keuangan maupun non-keuangan yang berguna bagi manajer dalam mengambil keputusan pengurangan limbah (Fakoya, 2014).
Metode MFCA merupakan representasi dari pendekatan manajemen yang disebut sebagai flow management yang memiliki tujuan khusus dalam pengelolaan proses manufaktur yang berhubungan dengan aliran material, energi, dan data sehingga proses manufaktur dapat berjalan secara efisien dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan sehingga dapat meningkatkan keuanggulan kompetitif bagi perusahaan.
Disusun oleh : Irma Faizaty Nuzillah 201710170311112/Geby Dwi Agustin 201710170311113/Muhammad Faris Firmansayah 201710170311130
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda