Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Tim Fakultas Vokasi UM Dampingi Penataan Desain Interior untuk Memperkuat Identitas Institusi

  2. Menjadi Guru yang Pintar "Ngegas" dan "Ngerem": Seni Menjaga Keseimbangan di Ruang Kelas

  3. Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

  4. HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

  5. Bagaimana SerpNames Membantu Pembeli Menemukan Koleksi Aged Domain Terbaru

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Mahasiswa UNAIR Kembangkan Merchandise untuk Delapan Museum di Surabaya, Dorong Inovasi Promosi Wisata Sejarah

Mahasiswa UNAIR Kembangkan Merchandise untuk Delapan Museum di Surabaya, Dorong Inovasi Promosi Wisata Sejarah

A
Penulis: Alya Karunia
07 November 2026, 11.41 WITA Editor: Galih Prasetyo
07 Nov 2026, 11.41 WITA · 6 menit baca
6 menit baca
Foto Utama
Tim Pengabdian Masyarakat Ilmu Informasi dan Perpustakaan UNAIR bersama Kepala UPTD Pengelolaan Museum dan Gedung Seni Budaya Kota Surabaya, perwakilan pengelola museum, serta mahasiswa mata kuliah Analisis Informasi Bisnis di Museum Pendidikan Surabaya, Jumat (6/11/2026). (Foto: Dokumentasi Tim Pengmas IIP UNAIR)

SURABAYA, JURNALPOST – Mahasiswa Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), menghadirkan inovasi produk merchandise untuk mendukung promosi delapan museum di Kota Surabaya.

Pengembangan produk tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengembangan Marketing Informasi Berbasis Merchandise dan Penguatan Kompetensi Kehumasan bagi Para Pengelola Museum di Surabaya” yang berlangsung di Museum Pendidikan Surabaya, Jalan Genteng Kali Nomor 10, Jumat (6/11/2026).

IKLAN

Kegiatan ini merupakan hari kedua dari rangkaian pengabdian masyarakat Departemen Informasi dan Perpustakaan UNAIR yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya dan UPTD Pengelolaan Museum dan Gedung Seni Budaya Kota Surabaya.

Marketing Museum
Baca Juga

Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

Jika pada hari pertama peserta mendapatkan penguatan kompetensi kehumasan, strategi pemasaran, dan pelayanan pengunjung, kegiatan hari kedua difokuskan pada pengembangan media promosi museum melalui produk kreatif yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Analisis Informasi Bisnis (AIB) turut berperan dengan memperkenalkan hasil rancangan produk yang dikembangkan berdasarkan karakteristik dan identitas masing-masing museum.

Kolaborasi UNAIR dan Pengelola Museum Diperkuat

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari perwakilan tim pengabdian masyarakat Departemen Informasi dan Perpustakaan UNAIR, Ragil Tri Atmi, S.IIP., M.A., dan Kepala UPTD Pengelolaan Museum dan Gedung Seni Budaya Kota Surabaya, Saidatul Maknunah, S.T.

Foto bersama anak-anak Sanggar Gayatri Mahadewi Jolosutro
Baca Juga

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

Dalam sambutannya, Ragil Tri Atmi mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara pihak universitas dan pengelola museum di Surabaya.

Menurutnya, program pengabdian masyarakat tidak seharusnya berhenti pada penyelenggaraan pelatihan. Evaluasi dan pendampingan lanjutan diperlukan agar hasil kegiatan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Tim Pengmas IIP UNAIR
Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan FISIP Universitas Airlangga mempresentasikan hasil pengembangan produk merchandise yang dirancang berdasarkan identitas delapan museum di Surabaya. (Foto: Dokumentasi Tim Pengmas IIP UNAIR)

“Hari ini bukan hari yang terakhir. Kami tidak akan meninggalkan kerja sama ini hanya sampai di sini,” ujar Ragil Tri Atmi.

Ia berharap kolaborasi yang telah berlangsung hingga tahun kedua tersebut dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan evaluasi bersama.

Tim Abdimas FH UPNVJ
Baca Juga

Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

Sementara itu, Saidatul Maknunah menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim UNAIR dalam meningkatkan kapasitas pengelola museum, terutama dalam bidang pemasaran informasi dan pelayanan pengunjung.

“Semoga ke depannya dengan adanya pelatihan-pelatihan ini diaplikasikan kepada teman-teman di lapangan,” tutur Saidatul Maknunah.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pengelolaan museum sehingga memberikan manfaat langsung bagi pengunjung maupun pengembangan kelembagaan.

Tujuh Kelompok Mahasiswa Presentasikan Produk untuk Delapan Museum

Salah satu agenda utama kegiatan adalah presentasi hasil pengembangan produk merchandise oleh mahasiswa mata kuliah Analisis Informasi Bisnis.

Sebanyak tujuh kelompok mahasiswa memaparkan rancangan produk yang ditujukan untuk delapan museum di Surabaya. Setiap kelompok mengembangkan konsep dengan mempertimbangkan nilai sejarah, karakteristik koleksi, serta identitas museum yang menjadi objek pengembangan.

Produk yang diperkenalkan cukup beragam, mulai dari gantungan kunci, scarf, kopi, minyak aromaterapi, hingga tas belanja.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah produk kopi bernama Tjokro Coffee, yang terinspirasi dari Museum H.O.S. Tjokroaminoto.

Produk tersebut menunjukkan bagaimana informasi sejarah dan identitas museum dapat dikembangkan menjadi barang konsumsi yang memiliki nilai representasi sekaligus fungsi praktis.

IKLAN

Tidak hanya menampilkan konsep desain, mahasiswa juga membawa produk yang telah selesai dibuat untuk diperlihatkan secara langsung kepada perwakilan pengelola museum.

Dalam sesi presentasi, setiap kelompok menjelaskan latar belakang pengembangan, pemilihan desain, serta keterkaitan produk dengan museum yang menjadi sasaran.

Para pengelola museum kemudian memberikan tanggapan dan masukan mengenai kesesuaian produk dengan identitas lembaga masing-masing.

Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh penilaian langsung dari pihak yang berpotensi menggunakan hasil pengembangan produk mereka.

Masukan dari para pengelola juga menjadi bahan evaluasi agar produk dapat disempurnakan sebelum dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari strategi promosi museum.

Merchandise Berpotensi Menjadi Media Promosi dan Sumber Pendapatan

Pengembangan merchandise menjadi salah satu alternatif untuk memperluas cara museum memperkenalkan koleksi, sejarah, dan identitasnya kepada masyarakat.

Selama ini, informasi mengenai museum umumnya disampaikan melalui ruang pamer, koleksi, kegiatan edukasi, maupun publikasi digital. Melalui pendekatan produk kreatif, pesan dan identitas museum dapat menjangkau masyarakat dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Gantungan kunci, tas belanja, maupun produk lainnya tidak hanya berfungsi sebagai kenang-kenangan bagi pengunjung, tetapi juga dapat memperkenalkan museum kepada orang lain ketika digunakan di luar lingkungan museum.

Selain mendukung promosi, pengembangan produk tersebut membuka peluang bagi pengelola museum untuk menghadirkan sumber pendapatan tambahan melalui penjualan merchandise kepada pengunjung.

Produk yang dikembangkan mahasiswa juga diarahkan untuk dapat diserahkan kepada pihak museum sebagai alternatif barang yang dapat dipasarkan.

Meski demikian, pemanfaatannya tetap memerlukan pertimbangan dari masing-masing pengelola, termasuk mengenai kesesuaian desain, kebutuhan pengunjung, dan potensi pengembangan produk secara berkelanjutan.

Dorong Inovasi dan Keberlanjutan Pengembangan Museum

Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman menerapkan pengetahuan akademik untuk menjawab kebutuhan nyata sebuah institusi.

Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan produk kreatif, tetapi juga melakukan analisis terhadap karakteristik museum, merancang konsep pemasaran, serta menjelaskan nilai produk kepada calon pengguna.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari penerapan pembelajaran mata kuliah Analisis Informasi Bisnis di luar ruang kelas.

Bagi pengelola museum, kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai potensi pengembangan produk kreatif sebagai sarana komunikasi, promosi, dan peningkatan layanan kepada pengunjung.

Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi penutupan dan dokumentasi bersama antara tim pengabdian masyarakat UNAIR, mahasiswa, serta para perwakilan pengelola museum di Surabaya.

Kolaborasi antara dunia akademik dan pengelola museum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan produk merchandise, tetapi juga mendorong keberlanjutan inovasi dalam pengelolaan serta pemasaran informasi museum.

Melalui evaluasi dan pendampingan lanjutan, hasil pengembangan mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat daya tarik museum sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi di Kota Surabaya.

Informasi kegiatan Departemen Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga dapat diikuti melalui Instagram @iipunairofficial.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mahasiswa-unair-kembangkan-merchandise-delapan-museum-surabaya/98577/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 12.01 WITA

  • #FISIP UNAIR
  • #Inovasi Promosi
  • #Merchandise Museum
  • #Museum di Surabaya
  • #Pengabdian Masyarakat
  • #Wisata Sejarah
  • #mahasiswa UNAIR

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Tim Fakultas Vokasi UM Dampingi Penataan Desain Interior untuk Memperkuat Identitas Institusi

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

Pilihan Editor

  1. 1 Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?
  2. 2

    Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

  3. 3

    Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

  4. 4

    Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

  5. 5

    Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.