Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

  2. Dosen PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung Dampingi 116 Guru RA Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Penguatan Karakter Anak

  3. Menyelamatkan Satu Kehidupan, Menyalakan Sejuta Harapan: Memaknai Pengabdian Kemanusiaan

  4. Mengokohkan Seni dan Budaya sebagai Bahasa Kemanusiaan Universal untuk Membangun Solidaritas Dunia

  5. Praktik “Orang Dalam”: 4 Langkah Mencegah Ketidakadilan dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

I
Penulis: Indah Nur Maulidya
06 November 2026, 11.52 WITA Editor: Rina Maharani
6 menit baca
Marketing Museum
Foto 1 (foto bersama): Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga bersama jajaran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, pengelola museum, dan mahasiswa IIP UNAIR dalam kegiatan penguatan kompetensi kehumasan di Museum Pendidikan Surabaya, Kamis (5/11/2026). (Foto: Dokumentasi Tim Pengmas IIP UNAIR)

Surabaya, JurnalPost.com – Departemen Informasi dan Perpustakaan (IIP) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya dan UPTD Pengelolaan Museum dan Gedung Seni Budaya Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan penguatan kompetensi kehumasan dan pemasaran bagi pengelola museum, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Museum Pendidikan Surabaya, Jalan Genteng Kali Nomor 10, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, ini bertujuan meningkatkan profesionalisme pengelola museum, khususnya dalam membangun komunikasi publik, mengembangkan strategi pemasaran, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengunjung.

IKLAN

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi salah satu upaya mendorong transformasi museum agar tidak hanya dikenal sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi, interaksi, dan pengalaman budaya yang menarik bagi masyarakat.

FK UNAIR
Baca Juga

Membangun Kemandirian Belajar Siswa: FK UNAIR dorong pendekatan Self-directed Learning di SMA IT Al-Uswah Surabaya

Mendorong Peran Strategis Kehumasan Museum

Penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh sejumlah tantangan dalam pengelolaan komunikasi museum. Selama ini, fungsi hubungan masyarakat (humas) masih kerap dipandang sebagai bagian pelengkap, bukan sebagai unsur strategis dalam pengembangan museum.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada penyampaian informasi yang kurang konsisten, komunikasi digital yang cenderung berlangsung satu arah, serta belum meratanya standar pelayanan dan komunikasi kepada pengunjung.

Melalui kegiatan ini, para pengelola museum mendapatkan pembekalan mengenai konsep kehumasan, komunikasi publik, strategi pemasaran, hingga pengembangan pengalaman pengunjung yang lebih profesional.

Salah satu narasumber, Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si., menekankan pentingnya komunikasi, kemitraan, serta pengalaman pengunjung dalam membangun citra museum yang positif.

Foto bersama anak-anak Sanggar Gayatri Mahadewi Jolosutro
Baca Juga

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

“Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang publik yang aktif, menarik, dan dekat dengan masyarakat. Surabaya sendiri memiliki banyak museum yang dapat dilihat, sehingga adanya materi ini akan memberikan arahan yang lebih baik,” ungkap Suko Widodo.

Menurutnya, museum perlu menghadirkan pengalaman yang mampu membangun kedekatan emosional dengan pengunjung. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui penyampaian cerita koleksi yang menarik, interaksi yang menyenangkan, serta keramahan petugas dalam memberikan pelayanan.

Pengalaman Pengunjung Menjadi Kunci Daya Tarik Museum

Dalam pemaparannya, Suko Widodo memperkenalkan tiga tahapan penting dalam membangun pengalaman pengunjung museum, yakni datang, terkesan, dan mengajak.

Kegaitan Marketing Museum
Foto 2 (pemaparan materi): Founder dan CEO Agendakota, Syamsul Qomar, menyampaikan materi strategi pemasaran dan praktik kehumasan kepada pengelola museum di Surabaya, Kamis (5/11/2026). (Foto: Dokumentasi Tim Pengmas IIP UNAIR)

Tahap pertama adalah menciptakan daya tarik yang mendorong masyarakat untuk datang berkunjung. Museum perlu mengomunikasikan keunikan koleksi, nilai sejarah, serta berbagai aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung.

Tim Abdimas FH UPNVJ
Baca Juga

Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

Setelah pengunjung datang, pengelola harus mampu memberikan pengalaman yang berkesan. Pengalaman tersebut tidak hanya berasal dari koleksi yang dipamerkan, tetapi juga dari cara informasi disampaikan, interaksi dengan petugas, dan kenyamanan fasilitas.

Tahap terakhir adalah mendorong pengunjung untuk membagikan pengalaman positif kepada orang lain. Rekomendasi dari pengunjung dapat menjadi sarana promosi yang efektif sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai museum.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan museum tidak hanya ditentukan oleh kualitas perawatan koleksi, tetapi juga kemampuan menghadirkan pelayanan publik yang komunikatif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan pengunjung.

Strategi Marketing Museum melalui Media, Komunitas, dan Konten Digital

Selain penguatan kehumasan, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi pemasaran museum yang disampaikan oleh Syamsul Qomar, Founder dan CEO Agendakota.

Dalam materinya, Syamsul menjelaskan bahwa pemasaran museum tidak cukup dilakukan melalui penyebaran informasi mengenai koleksi dan kegiatan. Pengelola juga perlu membangun hubungan dengan berbagai pihak agar museum semakin dikenal dan memiliki jangkauan pengunjung yang lebih luas.

IKLAN

Sejumlah pendekatan yang dapat diterapkan antara lain menjalin relasi dengan jurnalis dan media, melibatkan komunitas dalam kegiatan museum, membangun kerja sama pendidikan bersama guru dan sekolah, serta memproduksi konten digital secara konsisten.

Konten yang dipublikasikan juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan calon pengunjung. Museum dapat memperkenalkan dirinya sebagai tempat belajar sejarah, ruang berkegiatan komunitas, hingga destinasi rekreasi edukatif.

Dalam pembahasan mengenai funnel marketing museum, Syamsul memberikan contoh pentingnya menyesuaikan pesan promosi dengan kebutuhan kelompok masyarakat yang berbeda.

“Bagaimana caranya museum dan pengelola harus mampu mengadvokasikan bahwa museum relevan dengan kebutuhan mereka, misalnya teman-teman yang ingin hang out atau mahasiswa yang ingin membuat acara di Museum Pendidikan karena tertarik dengan informasi mengenai bangunan yang bagus, fasilitas lengkap, dan akses gratis,” jelas Syamsul.

Melalui pendekatan tersebut, pengelola diharapkan mampu menyusun strategi komunikasi yang tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun ketertarikan dan mendorong masyarakat untuk berkunjung.

Pemerintah Kota Surabaya Dorong Peningkatan Kualitas Museum

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, Irwan Andeska Machmudi, A.Md. LLAJ., S.T., M.M., serta perwakilan UPTD Pengelolaan Museum dan Gedung Seni Budaya Kota Surabaya, Saidatul Maknunah, S.T.

Dalam kesempatan tersebut, Irwan menyampaikan pandangannya yang sejalan dengan Saidatul mengenai pentingnya mengubah persepsi masyarakat terhadap museum.

Selama ini, museum masih sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang kurang menarik untuk dikunjungi. Karena itu, peningkatan kompetensi pengelola menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pelayanan sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kota Surabaya.

Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan seperti ini, para pengelola diharapkan memperoleh pengetahuan serta keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam aktivitas pengelolaan museum sehari-hari.

Peningkatan kualitas museum juga diharapkan mampu memperluas minat kunjungan masyarakat, baik dari Surabaya maupun daerah lainnya di Indonesia.

Menuju Museum yang Lebih Inovatif dan Dekat dengan Masyarakat

Kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Pemerintah Kota Surabaya melalui program pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan museum.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai komunikasi publik, pelayanan pengunjung, serta strategi pemasaran, pengelola museum diharapkan mampu menghadirkan layanan yang semakin profesional dan inovatif.

Penerapan strategi kehumasan yang terarah juga dapat membantu museum membangun identitas yang kuat, memperluas jaringan kemitraan, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif.

Melalui kegiatan ini, museum-museum di Surabaya diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi pembelajaran sejarah dan budaya yang tidak hanya menyajikan koleksi, tetapi juga menghadirkan cerita, pengalaman, serta interaksi yang bermakna bagi setiap pengunjung.

Penulis: Indah Nur Maulidya

Informasi mengenai kegiatan Departemen Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga lainnya dapat diakses melalui Instagram @iipunairofficial.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pengelola-museum-di-surabaya-perkuat-profesionalisme-kehumasan-strategi-pemasaran-dan-pelayanan-pengunjung/98566/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 12.06 WITA

  • #Kota Surabaya
  • #Museum Pendidikan Surabaya
  • #Pengabdian Masyarakat
  • #Universitas Airlangga
  • #kehumasan museum
  • #pelayanan pengunjung
  • #strategi pemasaran museum

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting
  2. 2

    Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

  3. 3

    Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

  4. 4

    Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

  5. 5

    Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.