Surabaya, JurnalPost.com – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) melalui Departemen Pendidikan Kedokteran, Program Studi Magister Pendidikan Kedokteran, dan Medical Education, Research, and Staff Development Unit (MERSDU), bekerja sama dengan SMA Islam Terpadu (IT) Al-Uswah Surabaya, melaksanakan program pengabdian masyarakat bertema “Peningkatan Kapasitas Belajar Mandiri Siswa melalui Pendekatan Self-directed Learning sebagai Upaya Kesiapan Menuju Pendidikan Tinggi.” Program ini bertujuan menumbuhkan kemampuan siswa untuk belajar secara mandiri, reflektif, dan bertanggung jawab, yang penting untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi.
Program dilaksanakan dalam beberapa tahap dari Juli hingga November 2025. Tahap pertama, sosialisasi dan diskusi tentang Self-directed Learning (SDL) bagi guru, berlangsung pada 10 Juli 2025. Kegiatan ini membahas peran guru dalam menumbuhkan budaya belajar mandiri di sekolah. Para guru berdiskusi tentang strategi untuk membantu siswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar mereka sendiri. Hasilnya, disepakati bahwa dukungan lingkungan belajar yang reflektif dan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan penerapan SDL di sekolah.

Tahap kedua, pengenalan SDL kepada 113 siswa kelas XI, dilaksanakan pada 16 Juli 2025. Tim FK UNAIR memperkenalkan konsep belajar mandiri, ciri pelajar mandiri, serta manfaatnya dalam kehidupan akademik dan pribadi. Melalui sesi interaktif, siswa diajak mengenali gaya belajar masing-masing, serta menyadari bahwa tanggung jawab belajar ada pada diri sendiri, bukan semata kewajiban dari guru. Sesi ini disambut antusias dimana siswa berpartisipasi aktif, dan berbagi berbagai pengalaman belajar.
Tahap ketiga, pelatihan keterampilan belajar mandiri, dilaksanakan pada 28 Agustus 2025. Siswa dilatih untuk mengembangkan tiga keterampilan utama: refleksi diri, perancangan tujuan dan strategi belajar, serta teknik evaluasi hasil belajar. Melalui simulasi, siswa belajar merumuskan tujuan belajar, menentukan strategi pencapaian, dan menilai hasilnya secara objektif. Pendekatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa belajar efektif berawal dari proses mengevaluasi diri, serta kemampuan mengelola diri dan waktu secara terencana.

Tahap terakhir berupa evaluasi pelaksanaan rencana belajar, akan dilaksanakan sepanjang November 2025. Dalam sesi ini, siswa mempresentasikan hasil penerapan rencana belajar yang telah disusun, untuk dievaluasi bersama dengan tim fasilitator. Siswa merefleksikan kendala yang dihadapi, strategi yang berhasil, serta modifikasi cara yang mereka lakukan dalam mengatur proses belajar.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan memberikan wawasan baru bagi siswa dalam mengembangkan pola pembelajaran yang lebih aktif, reflektif, dan berorientasi pada kemandirian. Kemampuan untuk belajar secara mandiri bukan hanya bekal akademik, tetapi juga kompetensi hidup yang berkelanjutan. Pendampingan dari sekolah juga diperlukan untuk mendukung keberlanjutan praktik belajar mandiri, melalui integrasi proses refleksi diri dan perencanaan belajar dalam kegiatan pembelajaran rutin, seperti jurnal belajar pekanan ataupun pelaksanaan proyek siswa. Umpan balik yang konstruktif juga akan membantu siswa mengembangkan kesadaran metakognitif dan kemampuan meregulasi diri dalam belajar.
Melalui kegiatan ini, FK UNAIR berkomitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat, khususnya dalam membentuk generasi muda yang mampu belajar secara mandiri, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi. Kerja sama antara FK UNAIR dan SMA IT Al-Uswah diharapkan menjadi sinergi kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam mengembangkan ekosistem belajar yang memberdayakan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda