JurnalPost.com - Prodi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang riset pasar dalam rangkaian program INOVOKASI 2024. FGD yang berlangsung pada 6 dan 9 Oktober 2024 ini menghadirkan dua narasumber ahli yaitu Ibu Prof. Amalia E. Maulana, Ph.D selaku Founder dan Director ETNOMARK Consulting juga Professor Marketing di BINUS Business School, BINUS University memandu peserta untuk memahami pentingnya riset pasar, segmentasi, dan target pasar dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Ada juga praktisi Ibu Ryza Sulistyanawati, S.T.P. (PDQC Manager CV. Berkah Pangan Nusantara) alumni prodi SJMP berbagi pengalaman suksesnya dalam memproduksi tepung bumbu, tepung serbaguna dan olahannya hingga dapat diekspor ke berbagai Negara.
Program Inovasi Kreatif untuk Mitra Vokasi (INOVOKASI) 2024 didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi Kemendikbudristek), untuk Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan ini berfokus pada Peningkatan Produktivitas dan Keamanan Pangan di Industri Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Olahannya. Tepung mocaf, sebagai alternatif tepung terigu yang semakin populer, terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin tinggi. Dalam upaya meningkatkan kualitas dan keamanan pangan, diselenggarakan acara riset pasar yang melibatkan mitra juga dosen SJMP untuk meningkatkan pemahaman ilmu dan pengalaman. Dalam acara ini, para peserta berdiskusi mengenai berbagai aspek terkait tepung mocaf, mulai dari proses produksi, standar kualitas, hingga preferensi konsumen. Hasil dari riset pasar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para produsen untuk menghasilkan tepung mocaf yang lebih baik, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

FGD ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya riset pasar dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Beberapa poin penting yang dibahas dalam FGD ini antara lain: • Segmentasi Pasar: Mengidentifikasi dan memahami segmen pasar yang potensial untuk produk tepung mocaf. • Target Pasar: Menentukan target pasar yang spesifik dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat sasaran. • Pemosisian Produk: Menentukan posisi produk tepung mocaf di benak konsumen dan menonjolkan keunggulan produk dibandingkan dengan kompetitor. • Strategi Pemasaran: Merumuskan strategi pemasaran yang efektif, baik untuk pasar domestik maupun pasar global.
Ryza Sulistyanawati menyampaikan pentingnya memahami kebutuhan pasar dan melakukan inovasi produk agar dapat bersaing di pasar. "Riset dan inovasi produk adalah kunci sukses dalam pemasaran tepung bumbu," ujarnya.
Prof. Amalia E. Maulana menekankan pentingnya membangun brand yang kuat dan memiliki diferensiasi yang jelas. "Harus ada differentiation value yang membuat produk kita unik dan lebih baik dari kompetitor," jelasnya.
Dalam dunia bisnis yang kompetitif, membangun brand yang kuat adalah kunci keberhasilan. Brand bukan sekadar nama, tetapi janji yang kita berikan kepada konsumen. Pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah: mengapa konsumen harus memilih produk tepung mocaf kita?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu menciptakan differentiation value yang unik. Bukan hanya mengunggulkan keunggulan umum produk, seperti "kaya nutrisi" atau "bebas gluten", tetapi juga memberikan alasan emosional mengapa konsumen harus setia pada merek kita.
Brand yang kuat tidak hanya dibangun dari produk yang berkualitas, tetapi juga dari nilai-nilai yang diusung oleh perusahaan dan tim di baliknya. Konsumen ingin mengenal siapa di balik produk yang mereka konsumsi. Kerjasama dengan pihak lain melalui co-branding dapat memperkuat brand. Namun, perlu dikelola dengan hati-hati agar tidak justru merusak reputasi. Key leaders memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga kepercayaan konsumen. Untuk membangun brand yang kuat, kita perlu memahami konsumen secara mendalam. Riset pasar bukan hanya sekadar survei, tetapi juga menggali lebih dalam tentang perilaku dan kebiasaan konsumen. Melalui etnografi, kita dapat memahami konsumen dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka.

“Brand awareness yang kuat akan membuat konsumen mengingat dan memilih produk kita. Tepung mocaf memiliki potensi besar untuk menjadi merek yang dikenal luas, namun perlu strategi yang tepat untuk membedakannya dengan produk pesaing. Membangun brand yang kuat untuk tepung mocaf membutuhkan komitmen jangka panjang dan pemahaman yang mendalam tentang konsumen. Dengan fokus pada diferensiasi, nilai-nilai merek, dan riset pasar yang komprehensif, kita dapat membangun brand yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dicintai oleh konsumen." Papar Prof. Amalia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda