JurnalPost.com - Pasar Tenggilis yang berlokasi di Jl. Tenggilis Timur, Kec. Tenggilis Mejoyo, Surabaya menjadi salah satu pasar bunga yang dulunya sempat memiliki omset penjualan yang tinggi. Pasar Tenggilis merupakan Pasar relokasi dari Pedagang Bunga yang ada di jalan Prapen. Setelah adanya pemindahan tempat ke perumahan Tenggilis Mejoyo membuat produktivitas penjualan pedagang menjadi menurun dikarenakan sepi pengunjung akibat sarana yang kurang memadai.
Berangkat dari permasalahan tersebut, civitas akademika Unair yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan melakukan pendampingan serta pelatihan digital selling skill melalui konten video youtube untuk mempromosikan produk lewat konten edukasi ke masyarakat. Konten tersebut nanti berupa tentang bagaimana pedagang mampu mempromosikan jualan mereka bersamaan dengan memberi edukasi tentang kemampuan dan pengetahuan mereka dalam perawatan tanaman.
Selain itu, mahasiswa juga menyediakan konsultasi pribadi kepada pedagang untuk membantu mereka mengoptimalkan strategi pemasaran sesuai dengan karakteristik bisnis masing-masing. Selama proses tersebut, dosen dan mahasiswa turut membantu pedagang dalam pengelolaan akun media sosial mereka yaitu Youtube, mulai dari penjadwalan konten secara berkala hingga berinteraksi dengan pelanggan potensial.
Kegiatan pengmas dilakukan oleh tim dosen dari Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan (Prodi IIP) yang diketuai oleh Hendro Margono, S.Sos., M.Sc.,Ph.D, dengan dua anggota pengmas yaitu Prof. Dr. Rahma Sugihartati, Dra., M. Si, dan Imam Yuadi, S.Sos., M.MT, Ph.D. Tujuan diadakan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan produktivitas penjualan di pasar Tenggilis kembali naik seperti sedia kala, mengingat diantara pedagang juga memiliki skill perawatan tanaman yang baik, sudah mestinya para pedagang mampu memaksimalkan penjualan mereka melalui media digital. Apalagi di era saat ini tak luput segala macam kegiatan akan selalu berhubungan lewat sebuah media teknologi.

Selain itu, dengan adanya konten berbentuk digital selling skill ini bisa memberikan pengetahuan baru bagi para pedagang. Skill berdagang di zaman sekarang memang harus selalu ditingkatkan, Dunia pekerjaan itu terus berkembang dan persaingan semakin ketat. Pedagang Bunga Tenggilis tentunya harus punya strategi marketing agar tidak kalah saing, salah satunya dengan memberikan konten ke masyarakat luas dan mereka bisa bebas memberikan informasi terkait produk tanaman mereka, yang nanti masyarakat bisa tertarik lewat cerita yang mereka sajikan.
Para pedagang Bunga di Tenggilis Mejoyo menyambut kegiatan pendampingan ini dengan sangat baik. Salah satu ketua paguyuban yang kerap disapa dengan panggilan bu Agus ini juga sangat antusias melalui kegiatan ini. “Dengan kegiatan ini tentu saya berharap agar pasar bunga tenggilis ini bisa ramai pengunjung lagi, sehingga kita bisa maju bersama-sama untuk meningkatkan penjualan nantinya” Ujarnya.
Harapan ke depan bagi para pedagang dan pengurus paguyuban lain di Pasar Bunga Tenggilis ini mampu mengelola dan menciptakan berbagai macam konten edukasi yang berkaitan dengan tanaman sehingga nantinya dapat memberikan hasil yang signifikan dalam pengembangan produk penjualannya. Secara umum, Program PENGMAS di Pasar Bunga Tenggilis Surabaya merupakan contoh yang menginspirasi tentang keberhasilan kolaborasi antara sektor pendidikan dan masyarakat.
Penulis : Nofiyah Maulidah
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda