MALANG, JURNALPOST – Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Merdeka Malang (Unmer Malang) membangun greenhouse berbahan bambu di Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai sarana budidaya sayuran di lahan terbatas sekaligus upaya mendorong ketahanan pangan masyarakat dari tingkat rumah tangga.
Program dilaksanakan selama satu bulan, mulai 31 Juli hingga 31 Agustus 2026. Pelaksanaannya mencakup observasi lahan, perancangan dan pembangunan greenhouse, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga sosialisasi pengelolaan kepada anggota PKK Dusun Ngragi.
Gagasan pembangunan greenhouse berangkat dari kondisi pemanfaatan lahan di Desa Pandanrejo. Sebagian lahan pertanian telah beralih fungsi menjadi lahan tebu, sementara sebagian masyarakat memilih bekerja di sektor swasta. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya produksi sayuran lokal dan meningkatnya ketergantungan warga terhadap pasokan dari luar desa.
Melalui program ini, mahasiswa berupaya mengenalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai salah satu alternatif untuk menghasilkan kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya bahan makanan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memperoleh, memanfaatkan, serta mengelola sumber pangan secara berkelanjutan. Karena itu, penguatan ketahanan pangan dapat dimulai melalui skala rumah tangga dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar tempat tinggal.
PKK Dusun Ngragi Jadi Mitra Utama
Kelompok PKK Dusun Ngragi dipilih menjadi mitra utama karena telah memiliki aktivitas sosial yang cukup aktif di tengah masyarakat. Namun, kelompok tersebut sebelumnya belum mempunyai program budidaya sayuran yang dikelola secara terorganisasi.

Melalui pembangunan greenhouse, mahasiswa KKN tidak hanya menyediakan sarana fisik, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman dan pengelolaan greenhouse agar nantinya dapat dilanjutkan oleh masyarakat.
Greenhouse tersebut menggunakan rangka bambu dengan ukuran sekitar 5 meter x 2,8 meter x 3 meter. Bagian atap dan dindingnya dilapisi plastik UV untuk memberikan perlindungan tanaman dari kondisi cuaca luar.
Di dalam greenhouse dibuat dua rak tanaman bertingkat di sisi kanan dan kiri. Rak memiliki ketinggian sekitar 60 sentimeter dan 150 sentimeter, sementara bagian tengah digunakan sebagai jalur untuk aktivitas penyiraman, pemeriksaan tanaman, hingga pemanenan.
Pemilihan bambu sebagai material utama mempertimbangkan ketersediaannya di sekitar desa. Selain relatif mudah diperoleh, bambu memiliki bobot ringan dan dapat dirakit menggunakan peralatan sederhana seperti gergaji, palu, tali, dan meteran.
Tanam Kangkung hingga Jahe
Beragam tanaman pangan dibudidayakan di dalam greenhouse, mulai dari kangkung, cabai, kale, terong, daun bawang, hingga jahe.

Kangkung, cabai, kale, terong, dan daun bawang ditanam menggunakan polybag yang ditempatkan pada rak. Sementara tanaman jahe diletakkan pada bagian bawah rak sehingga pemanfaatan ruang di dalam greenhouse dapat lebih optimal.
Pemilihan tanaman disesuaikan dengan kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat. Kangkung, kale, dan daun bawang dapat digunakan untuk konsumsi rumah tangga, sedangkan cabai dan terong merupakan bahan yang umum digunakan dalam berbagai olahan makanan. Jahe dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman.
Selama pelaksanaan program, anggota Kelompok 5 KKN Universitas Merdeka Malang melakukan perawatan tanaman secara rutin.
Perawatan tersebut meliputi penyiraman, pemberian pupuk kompos, pembersihan gulma, serta pengamatan terhadap kemungkinan munculnya hama dan penyakit tanaman hingga tanaman memasuki masa panen.

Warga Didorong Kembangkan Budidaya Mandiri
Pada tahap akhir kegiatan, mahasiswa menyosialisasikan pembangunan dan sistem pengelolaan greenhouse kepada anggota PKK serta masyarakat Desa Pandanrejo.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan proses pembangunan greenhouse, teknik penataan tanaman, jenis tanaman yang dibudidayakan, serta manfaat penggunaan greenhouse untuk mendukung produksi pangan rumah tangga.
Sosialisasi juga dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab bersama warga.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap masyarakat dapat mengembangkan budidaya sayuran secara mandiri dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing.
Greenhouse bambu yang dibangun di Dusun Ngragi diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas budidaya, tetapi juga dapat menjadi contoh sederhana pemanfaatan lahan terbatas untuk meningkatkan ketersediaan pangan keluarga.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Kelompok 5 Universitas Merdeka Malang yang didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka Malang serta Pemerintah Desa Pandanrejo.
Penulis
Andik Pratama, S.E., M.E.
Galih Rasyid Fauzy
Ilaina Salsabila
Ni Kadek Alena Patrisia
Brigida Revalina Inggrid
Institusi: Universitas Merdeka Malang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda