SEMARANG, JurnalPost.com – Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dari berbagai latar belakang keilmuan mengembangkan Dentavera, produk perawatan mulut berbahan ekstrak kulit pisang kepok dan minyak cengkeh tanpa alkohol.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Kolaborasi lintas jurusan menjadi salah satu kekuatan utama tim dalam mengembangkan Dentavera, mulai dari formulasi produk, perencanaan proses produksi, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran dan komunikasi.
Tim Dentavera terdiri atas Sarah Uzmaya dari Teknologi Pangan angkatan 2024, Fatma Ayu Kartikasari dari Akuntansi 2024, Adhina Bilqis Zahra Aulia dari Farmasi 2024, Meiyan Dwi Atika dari Teknik Industri 2024, serta Nathalie Kayla Kurniawan dari Ilmu Komunikasi 2025.
Dalam proses pengembangannya, tim mendapatkan pendampingan dari Lutfi Purwitasari, S.T.P., M.Sc. sebagai dosen pembimbing.
Kolaborasi Lintas Keilmuan
Perbedaan latar belakang keilmuan para anggota menjadi modal penting dalam perjalanan pengembangan Dentavera.
Setiap anggota mengambil peran sesuai bidang masing-masing. Pengembangan produk tidak hanya berfokus pada formulasi, tetapi juga meliputi perencanaan bisnis, efisiensi proses, pengelolaan keuangan, serta penyusunan strategi pemasaran dan komunikasi.
Kolaborasi tersebut membuat Dentavera berkembang sebagai proyek kewirausahaan mahasiswa yang menggabungkan aspek sains, bisnis, produksi, dan komunikasi dalam satu proses pengembangan.
Salah satu bahan utama yang dimanfaatkan adalah kulit pisang kepok. Pemanfaatan bahan tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan nilai tambah terhadap bagian buah yang selama ini relatif kurang dimanfaatkan.
Pendekatan ini sekaligus membawa konsep waste-to-value, yakni mengolah bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kembangkan Produk hingga Travel Size
Pengembangan Dentavera tidak berhenti pada formulasi awal produk. Tim juga terus melakukan inovasi pada sisi kemasan dan pilihan ukuran produk.
Selain ukuran utama 300 mililiter, Dentavera kini menghadirkan varian travel size 100 mililiter yang dirancang agar lebih praktis dibawa saat beraktivitas atau bepergian.
Tim juga mengembangkan pilihan bundling ukuran 300 mililiter dan 100 mililiter agar konsumen dapat memilih produk sesuai kebutuhan.
Pada kemasan utama, tim tetap mempertahankan penggunaan botol kaca. Pemilihan material tersebut menjadi bagian dari perhatian tim terhadap kemasan yang memiliki potensi untuk digunakan kembali maupun didaur ulang.
Masuki Tahap PKP2 PKM-K
Setelah menjalani berbagai tahapan pengembangan, Dentavera kini telah mencapai tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2).
Dalam tahapan tersebut, tim melakukan evaluasi sekaligus mempresentasikan perkembangan program yang telah dijalankan selama mengikuti PKM-K.
Bagi para anggota, perjalanan Dentavera tidak hanya berkaitan dengan penciptaan sebuah produk perawatan mulut.
Program tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai jurusan untuk menerapkan keilmuan masing-masing dalam satu proyek kewirausahaan secara kolaboratif.
Proses pengembangan Dentavera memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam membangun produk, mengelola proses produksi, menyusun strategi bisnis, mengatur keuangan, hingga memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Ke depan, tim berencana terus mengembangkan Dentavera melalui evaluasi produk, penyempurnaan strategi bisnis, serta penguatan komunikasi agar inovasi tersebut semakin dikenal dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Masyarakat dapat mengikuti perkembangan Dentavera melalui akun Instagram dan TikTok @dentavera.care.
Informasi Kontak Media
Tim PKM-K Dentavera Universitas Diponegoro
Email: [email protected]
Instagram/TikTok: @dentavera.care
Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda