Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Di Solo, Klakson Motor Lebih Sering Dipakai untuk Menyapa Teman daripada Menghindari Tabrakan

  2. Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

  3. Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

  4. Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

  5. Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

H
Penulis: halimatul latifah
06 November 2026, 00.44 WITA Editor: Rina Maharani
8 menit baca
240527
Foto utama untuk artikel

JurnalPost.com - Pesantren selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, akhlak, serta pemahaman keagamaan santri. Melalui sistem pendidikan yang menekankan nilai-nilai spiritual dan kehidupan bermasyarakat, pesantren telah melahirkan banyak lulusan yang berkontribusi dalam berbagai bidang.

Namun, perkembangan teknologi yang semakin pesat menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan pesantren. Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence), otomatisasi, dan pertumbuhan ekonomi digital telah mengubah cara manusia bekerja. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah santri telah memiliki keterampilan yang cukup untuk bersaing di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan?

IKLAN

Untuk menjawab tantangan tersebut, pesantren perlu mulai memperluas orientasi pendidikannya. Pendidikan agama tetap menjadi fondasi utama, tetapi perlu didukung dengan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, santri tidak hanya memiliki bekal pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan dunia kerja.

[Sisipkan foto utama artikel di sini]

Keterampilan Digital Menjadi Kebutuhan Lulusan Pesantren

Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan, perdagangan, komunikasi, dan dunia kerja.

Berdasarkan publikasi Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet. Angka tersebut menggambarkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, laporan The Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum (WEF) menyoroti meningkatnya kebutuhan terhadap keterampilan teknologi, termasuk literasi teknologi, kecerdasan buatan, dan pengolahan data.

Perubahan ini menjadi perhatian penting bagi lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Sebab, kemampuan menggunakan teknologi bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan semakin dibutuhkan untuk menunjang aktivitas profesional dan membuka peluang ekonomi.

Apabila pembelajaran di pesantren hanya berfokus pada pendidikan keagamaan tanpa memberikan ruang bagi pengembangan keterampilan digital, lulusan berisiko menghadapi kesenjangan kompetensi ketika memasuki dunia kerja.

Oleh karena itu, keterampilan digital perlu dipandang sebagai bagian dari bekal kehidupan santri. Penguasaan teknologi dapat membantu mereka mengembangkan potensi, menciptakan peluang usaha, serta berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang telah dipelajari.

Tantangan Pesantren dalam Mengembangkan Keterampilan Digital

Upaya memperkuat pendidikan digital di pesantren tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan.

Salah satu kendala yang masih dihadapi, terutama oleh pesantren di wilayah terpencil, adalah keterbatasan infrastruktur teknologi. Tidak semua pesantren memiliki perangkat komputer yang memadai, laboratorium pembelajaran, ataupun jaringan internet yang stabil.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesempatan santri untuk mengenal dan mempraktikkan keterampilan digital secara langsung.

Selain persoalan fasilitas, ketersediaan tenaga pengajar juga menjadi tantangan tersendiri. Pembelajaran seperti pemrograman (coding), pemasaran digital (digital marketing), desain grafis, hingga kecerdasan buatan membutuhkan pendamping yang menguasai bidang tersebut.

Sementara itu, tidak semua pesantren memiliki guru atau tenaga khusus yang memiliki kompetensi teknologi digital.

Akibatnya, pengenalan teknologi terkadang masih terbatas pada penggunaan komputer dan internet, belum berkembang menjadi kegiatan produktif yang memungkinkan santri menghasilkan karya atau inovasi digital.

Tantangan lainnya berkaitan dengan padatnya jadwal pembelajaran di lingkungan pesantren. Kegiatan mengaji, pembelajaran kitab, pendidikan formal, serta aktivitas keagamaan lainnya telah menjadi bagian penting dalam keseharian santri.

Apabila keterampilan digital ditambahkan tanpa perencanaan yang matang, kegiatan tersebut berpotensi menambah beban belajar.

Karena itu, pesantren perlu menyusun pola pembelajaran yang seimbang agar pengembangan kompetensi teknologi dapat berjalan tanpa mengurangi kualitas pendidikan agama.

Di sisi lain, penggunaan teknologi juga harus disertai pemahaman mengenai etika digital. Santri perlu dibimbing agar mampu memanfaatkan internet secara bijak, menjaga privasi, menghindari penyebaran informasi palsu, serta menggunakan media digital untuk kegiatan yang bermanfaat.

Strategi Pesantren Mengembangkan Keterampilan Digital Santri

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, diperlukan langkah yang terencana dan berkelanjutan. Terdapat sejumlah strategi yang dapat diterapkan pesantren untuk memperkuat keterampilan digital santri.

1. Mengintegrasikan Keterampilan Digital dalam Kurikulum

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan perkembangan teknologi.

Pesantren dapat memperkenalkan pembelajaran pemrograman, desain grafis, pengelolaan basis data, pemasaran digital, serta keterampilan teknologi lainnya melalui mata pelajaran tambahan maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Program tersebut juga dapat dikembangkan dalam bentuk pelatihan bersertifikat agar santri memiliki bukti kompetensi yang dapat dimanfaatkan ketika melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.

Penerapannya perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing pesantren, sehingga pendidikan digital dapat melengkapi pembelajaran agama.

2. Mengembangkan Infrastruktur dan Kegiatan Kewirausahaan Digital

Penyediaan sarana pembelajaran menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan keterampilan santri.

Pesantren dapat mengembangkan laboratorium komputer, menyediakan akses internet yang memadai, serta membentuk ruang kreativitas untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan usaha.

IKLAN

Melalui fasilitas tersebut, santri tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menerapkannya dalam kegiatan nyata.

Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah program One Pesantren One Product (OPOP), dengan memanfaatkan platform perdagangan elektronik atau e-commerce.

Melalui kegiatan ini, santri dapat dilibatkan dalam berbagai tahapan usaha, mulai dari pengembangan produk, desain kemasan, pembuatan materi promosi, hingga pemasaran secara daring.

Kajian Amalia dan rekan-rekan (2024) mengenai pemberdayaan ekonomi pesantren melalui program OPOP di kawasan Pantura Lamongan menunjukkan relevansi pengembangan kegiatan ekonomi produktif di lingkungan pesantren.

Pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran kewirausahaan yang menghubungkan kemampuan digital dengan aktivitas ekonomi santri.

3. Memperluas Kerja Sama dengan Berbagai Pihak

Transformasi digital di pesantren tidak harus dilakukan secara mandiri. Keterbatasan fasilitas maupun tenaga pengajar dapat diatasi secara bertahap melalui kerja sama dengan berbagai lembaga.

Pesantren dapat menjalin kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi, komunitas teknologi, hingga perusahaan yang bergerak di sektor digital.

Kerja sama tersebut memungkinkan pesantren menghadirkan instruktur dan praktisi yang memiliki pengalaman sesuai bidang keahliannya.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga menunjukkan perhatian terhadap peningkatan kapasitas digital santri.

Dalam publikasi resminya pada 2026, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar, menyampaikan kesiapan kementerian untuk mendukung berbagai inisiatif yang melibatkan pesantren dalam penguatan kemampuan digital masyarakat.

Dukungan melalui pelatihan, pendampingan, maupun sertifikasi kompetensi dapat menjadi peluang bagi pesantren untuk mengembangkan pendidikan berbasis teknologi secara lebih terarah.

4. Meningkatkan Kompetensi Guru dan Pengasuh Pesantren

Pengembangan keterampilan digital santri juga memerlukan kesiapan tenaga pendidik.

Ustaz, ustazah, guru, dan pengasuh pesantren perlu memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan teknologi melalui program peningkatan kompetensi, termasuk pendekatan training of trainers.

Melalui program tersebut, tenaga pengajar dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang kemudian diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.

Guru yang memahami teknologi tidak hanya mampu mengenalkan penggunaan perangkat digital, tetapi juga dapat mendampingi santri dalam mengembangkan kemampuan yang lebih produktif.

Selain itu, peran pengajar sangat penting dalam menanamkan etika digital, seperti menjaga kesopanan dalam berkomunikasi, menghormati privasi orang lain, bersikap kritis terhadap informasi, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan digital tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter yang selaras dengan nilai-nilai pesantren.

Membangun Generasi Santri Digital yang Berakhlak dan Berdaya Saing

Mempersiapkan santri menghadapi perkembangan dunia kerja merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan pesantren di era modern.

Penguasaan teknologi digital tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang bertentangan dengan tradisi pendidikan pesantren. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas manfaat ilmu pengetahuan dan mengembangkan potensi santri.

Santri yang memiliki pemahaman agama, akhlak yang baik, serta keterampilan digital berpeluang mengambil peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

Mereka tidak hanya dapat bekerja di berbagai sektor yang membutuhkan kemampuan teknologi, tetapi juga berpotensi menjadi wirausahawan, kreator digital, maupun penggerak inovasi di lingkungan sekitarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pesantren memerlukan dukungan yang berkelanjutan, baik melalui penguatan kurikulum, peningkatan fasilitas, pelatihan tenaga pengajar, maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan memadukan pendidikan keagamaan dan penguasaan keterampilan teknologi, pesantren dapat berkontribusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Daftar Pustaka

  1. Amalia, D., Shofiyah, S., Rif'ah, S., & Sa'idaturrohmah, N. (2024). Pemberdayaan ekonomi pesantren melalui One Pesantren One Product (OPOP) di Pondok Pesantren Kawasan Pantura Lamongan. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 5(2), 677–693. https://doi.org/10.37680/amalee.v5i2.2426

  2. Badan Pusat Statistik. (2025, 29 Agustus). Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2025/08/29/beaa2be400eda6ce6c636ef8/telecommunication-statistics-in-indonesia-2024.html

  3. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2026). Kemkomdigi siapkan pelatihan dan sertifikasi digital bagi santri untuk hadapi dunia kerja. https://portal.komdigi.go.id/kanal-publik/berita-kini/10343

  4. World Economic Forum. (2023). The Future of Jobs Report 2023. https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2023/


ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keterampilan-digital-santri-pesantren-dunia-kerja/98559/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 00.56 WITA

  • #Dapat
  • #Digital
  • #Dunia
  • #Dunia Kerja
  • #Kerja
  • #Kewirausahaan
  • #Literasi Digital
  • #Mempersiapkan
  • #Menghadapi
  • #Pesantren
  • #Santri
  • #Teknologi
  • #Teknologi Digital
  • #keterampilan
  • #pendidikan
  • #pendidikan agama islam

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Di Solo, Klakson Motor Lebih Sering Dipakai untuk Menyapa Teman daripada Menghindari Tabrakan

Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Pilihan Editor

  1. 1 UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali
  2. 2

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. 3

    Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

  4. 4

    Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

  5. 5

    Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.