CILACAP, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (Unugha) melaksanakan program pembuatan Peta Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, pada 10 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya membantu Pemerintah Desa Panikel menyediakan media informasi yang dapat menggambarkan kondisi wilayah desa secara lebih jelas dan informatif.
Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Panikel. Mahasiswa berdiskusi dengan perangkat desa untuk menghimpun berbagai informasi yang dibutuhkan dalam proses pemetaan, mulai dari batas wilayah, fasilitas umum, hingga sejumlah data pendukung lainnya.
“Pembuatan peta desa ini kami lakukan berdasarkan kebutuhan informasi wilayah yang disampaikan pemerintah desa. Kami berusaha menyesuaikan data yang tersedia dengan kondisi yang kami temukan langsung di lapangan,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Unugha.
Koordinasi tersebut menjadi tahapan penting karena informasi yang ditampilkan dalam peta harus menyesuaikan kondisi aktual wilayah serta kebutuhan pemerintah desa.
Setelah proses koordinasi, mahasiswa KKN melakukan observasi dan pengumpulan data secara langsung di sejumlah wilayah Desa Panikel. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang digunakan dalam penyusunan peta sesuai dengan kondisi di lapangan.
Berbagai data kemudian dicatat, diperiksa, dan disesuaikan sebelum memasuki tahap pengolahan. Mahasiswa juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah informasi agar peta yang dihasilkan dapat menjadi media yang mudah dipahami oleh masyarakat.
“Kami tidak hanya belajar membuat peta, tetapi juga belajar berkoordinasi dengan perangkat desa, melakukan observasi, dan memastikan setiap informasi yang dicantumkan dapat dipahami oleh masyarakat,” katanya.
Pengolahan Data hingga Penyusunan Peta
Setelah seluruh data pendukung terkumpul, mahasiswa mulai melakukan pengolahan dan penyusunan data menjadi Peta Desa Panikel.
Proses tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecekan kembali data, penyesuaian informasi wilayah, hingga penyusunan tampilan peta agar informasi yang disajikan dapat dibaca dengan mudah.
Mahasiswa berupaya membuat peta dengan tampilan sederhana tetapi tetap informatif sehingga dapat digunakan tidak hanya oleh Pemerintah Desa Panikel, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai kondisi wilayah desa.
Dalam proses pengerjaan, tim KKN Unugha juga menemui sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan adanya data yang perlu disesuaikan kembali dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Pada prosesnya memang ada beberapa data yang perlu kami sesuaikan kembali dengan kondisi di lapangan. Karena itu, komunikasi dengan perangkat desa sangat membantu dalam memastikan informasi yang kami gunakan lebih tepat,” ungkap perwakilan tim KKN Unugha.
Kendala tersebut dapat diselesaikan melalui koordinasi bersama perangkat desa serta kerja sama antaranggota tim KKN dalam melakukan pengecekan dan penyempurnaan data.
Diharapkan Mendukung Administrasi dan Pembangunan Desa
Pembuatan Peta Desa Panikel menjadi salah satu pengalaman pembelajaran langsung bagi mahasiswa selama menjalankan program KKN.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan pengabdian di tengah masyarakat.
Selain keterampilan teknis dalam mengumpulkan dan mengolah data, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi dengan pemerintah desa, melakukan observasi lapangan, menyelesaikan permasalahan, serta bekerja sama dalam sebuah tim.
“Kami berharap peta ini dapat membantu Pemerintah Desa Panikel maupun masyarakat untuk melihat gambaran wilayah desa, termasuk batas wilayah dan fasilitas umum yang ada,” ujar perwakilan mahasiswa KKN.
Menurut tim KKN, keberadaan peta tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hasil kegiatan mahasiswa selama berada di Desa Panikel, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Harapannya, peta ini bisa memberikan manfaat dalam kegiatan administrasi maupun menjadi salah satu bahan pendukung dalam perencanaan pembangunan desa ke depan,” tambahnya.
Peta Desa Panikel diharapkan dapat menjadi salah satu media informasi wilayah, khususnya dalam mengenali batas administratif desa, fasilitas umum, serta berbagai potensi yang terdapat di Desa Panikel.
Keberadaan peta juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan administrasi pemerintahan desa dan menjadi salah satu sumber informasi dalam proses perencanaan pembangunan wilayah.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Unugha menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program jangka pendek, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang memiliki manfaat bagi pemerintah desa dan masyarakat.
Tim KKN Unugha Desa Panikel
Program pembuatan Peta Desa Panikel dilaksanakan oleh tim mahasiswa KKN Unugha yang terdiri atas Estri Yuni Puspita, Saripah, Tarisa Brilian Nuraini, Rosse Rahmania Hidayati, Doni Saputra, Januar Sidik, Salendri Dewi Novitasari, Fintya Chahyaningrum, Nasirotul Hasanah, Ardiyan Yudha Permana, Syukron Karima, Nur Salim, Muchammad Lutfi Azis RF, Muh. Fariqin, Akbar Cahyo Kurniawan, Wahyu Rynaldi, dan Ali Ahmadi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda