Penulis : I Dewa Gede Juni Artha Wira Wardhana Mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha
JurnalPost - Kita sering mendengar istilah Trader. Sebenarnya apasih itu trader? Trader adalah sebutan untuk mereka yang membeli dan menjual suatu instrumen investasi atau melakukan trading di berbagai macam instrumen investasi. Prinsip bertransaksi di sini adalah membeli ketika harganya turun, lalu menjualnya ketika harga meningkat. Terlihat sederhana, ya? Namun, tentu saja tidak sesederhana yang Anda bayangkan karena dibutuhkan keahlian dalam menjalankannya. Trading secara umum merupakan konsep ekonomi dasar yang meliputi kegiatan jual beli barang dan jasa.
Dalam konsep finansial, trading merujuk pada proses jual beli sekuritas, contohnya saham. Trading tidak hanya bisa dilakukan dengan orang-orang dari negeri yang sama, tetapi juga secara global yang disebut dengan perdagangan internasional. Trader adalah salah satu profesi kekinian yang sedang tren saat ini. Trader semakin banyak bermunculan karena kemajuan teknologi yang mendukungnya. kemunculan beragam aplikasi-aplikasi trading yang membuat transaksi jadi lebih mudah. Sekarang melakukan trading pun tidak bergantung pada waktu dan tempat bisa dilakukan dimana saja.
Kalian pasti masih bingung apa sih yang membedakan trader dan investor ? Trader sering disandingkan sebagai investor. Sebenarnya trader dan investor mempunyai tujuan yang sama, yaitu sama-sama ingin mendapatkan keuntungan dari kegiatan berinvestasi yang mereka lakukan. Trader dan investor juga sama-sama melakukan investasi. Namun, perbedaannya adalah trader tidak menyimpan instrumen investasinya dalam waktu yang lama. Trader lebih mengedepankan keuntungan yang diraih dalam waktu singkat alias jangka waktu pendek. Trader biasanya mengincar keuntungan harian. Sedangkan investor lebih memilih menyimpan instrumen investasinya dalam jangka waktu lama, yaitu lebih dari lima sampai sepuluh tahun. Tujuannya adalah untuk meraih keuntungan di masa yang akan datang atau bekal di hari tua. Bisa disimpulkan investor adalah mereka yang memilih instrumen investasi dalam jangka waktu panjang.
Di zaman teknologi yang sangat berkembang seperti saat ini banyak bermunculan trader-trader yang ingin meraup keuntungan yang besar dalam waktu yang relatif singkat. Trader adalah salah satu profesi yang sedang tren saat ini. Trader baru pun semakin banyak bermunculan berkat kemajuan teknologi yang mendukungnya Apakah mereka benar di sebut dengan seorang trader atau bukan trader? trader adalah orang yang memiliki kematangan dalam dunia bisnis investasi terutama pasar modal karena telah dibekali teknikal analisis yang baik bisa menbaca situasi pasar dan tren positif pasar berdasarkan berita-berita yang terkait sedangkan yang dimaksud bukan trader adalah mereka yang ikut berkencimpung ke dalam bisnis trading berdasarkan gaya ikut-ikutan yang sedang tren saat ini tanpa memiliki dasar atau pemahaman didunia investasi.
Berdasarkan ilmu ekonomi perilaku peristiwa seperti ini sering disebut dengan istilah Herd Instinct / Naluri kerumunanyaitu dorongan manusia untuk berperilaku mengikuti mayoritas dan tidak ingin dianggap berbeda. Contohnya menjadi seorang trader hanya berdasarkan tren saat ini meskipun secara manfaat belum tentu bermanfaat. Didalam teori perilaku keuangan termasuk kedalam perilaku kelompok yaitu bahwa seseorang akan cenderung meniru perilaku finansial dari kelompok mayoritas.
Tujuan seorang trader melakukan trading adalah untuk mengejar keuntungan maksimal dalam waktu yang singkat dengan strategi dan analisa yang bagus untuk menghindari kerugian ketika melakukan kegiatan trading. Dalam berinvestasi, jika investor berfokus pada fundamental produk yang akan dibeli, maka trader akan berfokus pada sentimen dan kondisi pasar.Jenis-jenis trading meliputi 1. Trading forex, 2. Trading saham, 3. Trading binary, 4. Trading Crypto. Tergantung pada pilihan masing-masing individu untuk memilih trading yang dikehendaki.
Trading sering dianggap menguntungkan karena beberapa hal, diantaranya adalah fleksibel dan praktis karena bersifat online dapat dilakukan dimanapun serta trader dapat mengatur waktu trading yang diinginkan. Software yang disediakan mudah digunakan karena dilengkapi dengan grafik pergerakan harga dan dapat dengan mudah dipelajari. Lebih aman karena trading dikendalikan oleh diri sendiri, account memiliki tiga tingkat keamanan yakni sebuah username dan dua buah password. Keuntungan dapat mencapai 100% atau lebih karena sepenuhnya keuntungan milik trader bukan milik broker atau perusahaan sekuritas. Bahkan trader bisa mendapatkan keuntungan lebih dari 100% ketika pasar sedang bagus-bagusnya.
Namun tidak semua trader memiliki pemahaman yang baik mengenai trading ini sendiri, sehingga banyak yang terjebak dan merugi. Penyebab meruginya dalam trading ialah kurangnya pehamanan tentang teknik analisis. Setiap bisnis pasti memiliki risiko kerugian, ini merupakan hal yang paling ditakuti oleh para trader. Terlebih lagi, pada bisnis trading ini tidak ada lembaga penjamin simpanan seperti di bank. Akan tetapi risiko ini masih dapat diminimalisir, bahkan dapat dibalikkan menjadi keuntungan apabila dapat melakukan manajemen risiko dengan baik. Bukan trader pada umumnya mengikuti trading karena rekomendasi dari orang sekitarnya atau hanya sekedar ikut trend saat ini tanpa mengetahui dasar-dasar ilmu yang perlu dipahami sebelum terjun ke dunia trading. Mereka yang seperti ini akan lebih banyak mengalami kerugian dibandingkan dengan kuntungan yang diperoleh. Hal ini disebabkan oleh pemahaman dari rekomender dan cara pandang keduanya yang tidak sefrekuensi. Maka dari itu, seorang trader harus memiliki kualitas trading dan memperhatikan trading plan.
Seorang trader harus memahami secara menyeluruh cara melakukan trading. Sebelum terjun ke dunia trading seorang trader harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu oleh para ahli dalam bidang trading, kemudian harus memikirkan dampak positif dan negatif dari sebuah keputusan yang akan diambil.Untuk menjadi seornag trader harus memiliki karakteristik yang kuat seperti 1. Harus berani menerima resiko yang ditimbulkan, 2. Tidak serakah yaitu trader yang baik akan menentukan keuntungan di awal aktivitasnya. Lalu, setelah mendapatkan keuntungan itu, ia tidak akan menaikkan ekspektasi, tapi sudah cukup puas dengan apa yang sudah didapatkannya, 3. Mengincar keuntungan singkat Oleh karena itu biasanya ia akan melakukan transaksi setiap hari. Misalnya, membeli instrumen di pagi hari, lalu menjualnya di siang hari ketika harganya naik, 4. Ketika mengalami kerugian tidak ragu untuk cut loss, 5. Pantang menyerah yang dimaksud disini ialah Walaupun mengalami kegagalan, trader akan mencoba bangkit kembali. Kegagalan adalah hal lumrah yang terjadi pada trader. Bahkan trader yang ahli pun tidak akan lepas dari kegagalan karena terkadang pasar sulit diprediksi, 6. Ingin terus belajar. Hal yang tidak kalah pentingnya yaitu menentukan target profit untuk membangun motivasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pergerakan harga bursa yang begitu fluktuatif memerlukan pengontrolan emosi yang stabil sehingga dapat memperkecil peluang kerugian. Baik menjadi investor ataupun trader, risiko dalam sebuah instrument investasi tidak bisa dihindari. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan risiko pada instrument investasi kecuali meminimalisirnya. Dan cara yang paling efektif untuk meminimalisir risiko adalah dengan memahami secara baik instrumen investasi yang dipilih. Terus belajar, bertanya dan mencoba untuk mendapatkan keuntungan yang semakin besar.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda