Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Tantangan dalam Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Sosial

Tantangan dalam Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Sosial

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
29 Mei 2024, 09.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
29 Mei 2024, 09.26 WITA · 4 menit baca
4 menit baca
Tantangan dalam Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Sosial
Sumber : Pixabay.com

JurnalPost.com - Bahasa Indonesia, sebagai bahasa resmi dan lingua franca di Indonesia, memiliki peran penting dalam media masa. Namun, penggunaan bahasa Indonesia dalam media masa sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan informasi tersampaikan dengan jelas dan akurat kepada pembaca.

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok menjadi tempat untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan membangun komunitas. Namun, di balik kemudahan dan manfaatnya, media sosial juga menghadirkan beberapa tantangan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Berikut beberapa poin pentingnya :

IKLAN

1. Penurunan Kualitas Bahasa Penggunaan bahasa yang tidak baku dan penuh kesalahan ejaan, seperti penulisan kata yang salah, penggunaan tanda baca yang tidak tepat, dan struktur kalimat yang rancu. Singkatan dan akronim yang berlebihan, seperti "bgt", "yg", "drpd", dll., yang dapat menghambat pemahaman bagi pembaca yang tidak terbiasa. Penggunaan bahasa gaul dan slang yang tidak sesuai dengan konteks dan ragam bahasa. Campuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, yang dapat merusak kemurnian bahasa Indonesia.

Illuminated Manuscript Study with Lantern
Baca Juga

Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an: Dari Hafalan Para Sahabat hingga Lahirnya Mushaf Utsmani

2. Minimnya Pemahaman Etika Berbahasa Penggunaan kata-kata kasar, makian, dan ujaran kebencian yang dapat menimbulkan perselisihan dan SARA. Bullying dan cyberbullying yang dilakukan dengan bahasa yang menyakitkan dan merendahkan orang lain. Penyebaran hoaks dan informasi palsu yang dikemas dengan bahasa yang meyakinkan dan menyesatkan. Kurangnya rasa hormat terhadap privasi dan kerahasiaan orang lain dalam komunikasi online.

3. Pengaruh Bahasa Asing Dominasi bahasa Inggris dalam media sosial, terutama dalam konten global dan populer, dapat menggeser penggunaan bahasa Indonesia. Munculnya istilah-istilah baru yang berasal dari bahasa asing dan belum diserap ke dalam bahasa Indonesia. Ketidakmampuan generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar karena terbiasa dengan bahasa asing di media sosial.

4. Kurangnya Standarisasi Bahasa Digital Belum adanya pedoman resmi tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media sosial. Perbedaan platform media sosial dalam penerapan aturan dan kebijakan terkait bahasa. Kurangnya edukasi dan literasi masyarakat tentang penggunaan bahasa Indonesia yang tepat di era digital.

IKLAN

5. Dampak Negatif Terhadap Budaya Bahasa Penurunan minat masyarakat terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lunturnya nilai-nilai budaya bangsa yang terkandung dalam bahasa Indonesia. Melemahnya identitas nasional dan kebangsaan akibat tergerusnya bahasa Indonesia.

Styphelia javanica
Baca Juga

Mengenal Styphelia javanica, Semak Xerofit yang Mampu Bertahan di Tengah Kekeringan Savana Bromo

• Upaya Mengatasi Tantangan :

1. Meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media sosial. 2. Melakukan kampanye dan gerakan untuk mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia di media sosial. 3. Mengembangkan pedoman dan standar penggunaan bahasa Indonesia di media sosial. 4. Meningkatkan peran pemerintah, lembaga kebahasaan, dan komunitas dalam menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia. 5. Mendorong platform media sosial untuk menerapkan aturan dan kebijakan yang mendukung penggunaan bahasa Indonesia.

Meskipun terdapat berbagai tantangan, penggunaan bahasa Indonesia di media sosial juga memiliki peluang untuk berkembang dan beradaptasi dengan era digital. Dengan upaya bersama dari berbagai pihak, kita dapat menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa di era digital.

Oleh : Windi Arti Universitas Pamulang

Enis Vidianingtyas
Baca Juga

Ketika Ilmu Kehilangan Adab: Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Usia Dini dalam Tradisi Pesantren

Sumber Materi Tantangan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Sosial : 1. Badan Bahasa Kemendikbud: Website : https://badanbahasa.kemdikbud. go.id/ Laporan : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/ Jurnal: https://ojs.badanbahasa. kemdikbud.go.id/ 2. Media Online: Kompasiana: https://www.kompasiana .com/sofhiaameliaputri4765/64a0d9264addee7de569c212/bahasa-indonesia-dalam-era-digital-transformasi-dan-tantangan-di-media-online Tempo: https://www.academia. edu/42193518/Eksistensi_Bahasa_Indonesia_di_Era_Digital Liputan6: https://www.kompasiana .com/ainunnisa5226/649907b508a8b52fa91da262/tantangan-dan-peluang-bahasa-indonesia-di-era-digital 3. Jurnal Ilmiah: Jurnal Bahasa: https://unnes .ac.id/fbs/journal-academic/jurnal-pend-bahasa-dan-sastra-indonesia/ Jurnal Humaniora: https://journals. ums.ac.id/index.php/humaniora/ Jurnal Sosiologi: https://journals. ums.ac.id/ 4. Platform Media Sosial: Facebook: Diskusi dan webinar tentang bahasa Indonesia di media sosial. Twitter: Akun Badan Bahasa Kemendikbud dan komunitas pecinta bahasa Indonesia. Instagram: Konten edukasi dan kreatif tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 5. Buku: "Tantangan dan Peluang Bahasa Indonesia di Era Digital" oleh Agustin Violeta (2023) "Melestarikan Bahasa Indonesia di Era Digital: Tantangan dan Solusinya" oleh Dr. Phil. Satrio Wahyu Nugroho, M.Pd. (2022) "Bahasa Indonesia: Tantangan dan Masa Depannya" oleh Prof. Dr. Djoko Damono, M.Hum. (2021)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tantangan-dalam-penggunaan-bahasa-indonesia-di-media-sosial/68854/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 13.37 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Masjid sebagai Pusat Pendidikan Islam: Antara Semangat Mendirikan Lembaga dan Tantangan Manajemen

Praktik “Orang Dalam”: 4 Langkah Mencegah Ketidakadilan dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa

Di Solo, Klakson Motor Lebih Sering Dipakai untuk Menyapa Teman daripada Menghindari Tabrakan

Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Pilihan Editor

  1. 1 Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya
  2. 2

    Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

  3. 3

    Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

  4. 4

    HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

  5. 5

    Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.