Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Perilaku Pasar di Masa Pandemi

Perilaku Pasar di Masa Pandemi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 Oktober 2021, 18.03 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
08 Okt 2021, 18.03 WITA · 6 menit baca
6 menit baca
Ilustrasi situasi global. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi situasi global. (Foto: Istimewa)
Catatan arsip: sebagian dokumentasi gambar pada artikel ini tidak lagi tersedia.

Oleh : KADEK WIDANA, S.E. (Mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)

JurnalPost - Dalam situasi pandemi sekarang ini yang diikuti dengan penerapan social distancing khususnya untuk wilayah Provinsi Bali yang sudah memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang diperpanjang hingga 18 Oktober 2021sesuai Inmendagri nomor 47 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 untuk wilayah Jawa dan Bali, memunculkan perilaku konsumen baru, tetapi di satu sisi ternyata membuka peluang bagi bisnis perbankan, finansial, dan online shop untuk memacu pemasaran. Hal itu terungkap dari beberapa penyedia jasa keuangan dan pelaku usaha konvensional yang mulai beralih kedalam bentuk pemasaran modern atau berbasis IT.

IKLAN

Para pelaku usaha tersebut, dapat memanfaatkan ruang digital untuk melakukan promosi kepada pengguna loyal, bahkan menjangkau pengguna baru. Pada saat seperti ini, mayoritas masyarakat cenderung memilih transaksi cashless demi menjaga kesehatan. Pandemi COVID-19 memang menyebabkan kepanikan di pasar keuangan. Banyak Bisnis yang merasakan dampak dari situasi ini, misalnya travel, hospitality, study, makanan dan minuman, otomotif, serta hiburan. Dalam situasi seperti ini, banyak perusahaan dan brand menahan aktivitas pemasarannya untuk sementara waktu. Beberapa bahkan menahan aktivitas tersebut hingga situasi mulai normal dan terkendali. Hal ini menyebabkan berkurangnya aktivitas pemasaran secara umum.

Kantor BRI
Baca Juga

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Sebetulnya, brand dapat memanfaatkan situasi ini untuk membentuk kebiasaan baru, serta mengubah channel komunikasi dan penjualannya ke ruang digital. Kebiasaan baru yang terbentuk ini akan tetap bertahan meskipun situasi kembali normal. Dengan ditutupnya mayoritas pusat perbelanjaan, belanja online menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan, mulai dari harian hingga hobi. Melihat minat belanja yang tidak reda, hal ini membuka peluang bagi jasa keuangan dan bisnis baru berbasis IT. Apalagi, beberapa platform jual beli online menganjurkan pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi secara cashless dengan memanfaat servis pembayaran seperti kartu kredit, transfer, atau e-wallet. Jadi, ini merupakan saat yang tepat bagi bisnis e-commerce dan online shop untuk menggenjot pemasaran.

IKLAN

Hal tersebut sejalan dengan teori yang dikemukakan para ahli ekonomi, salah satunya adalah Prof. Daniel Kahneman – Bank of Sweden Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel 2002, dengan karya yang pertama Integrasi riset psikologi dan ilmu ekonomi yang berkaitan dengan human judgment dan pembuatan keputusan di bawah situasi dan kondi ketidak pastian. Dan yang kedua karya berupa Teori Harapan (prospect theory) – Amos Tversky (1996). Selanjutnya Prof. Daniel Kahneman juga menyampaikan beberapa konsep ekonomi yang berkaitan dengan situasi saat ini, diantaranya ;

1. Dibawah kondisi-kondisi yang tidak menentu, keputusan-keputusan manusia secara sistematis dating dari apa yang diprediksikan dengan teori ekonomi yang standar. 2. Teori prospek memberikan suatu perhitungan harapan yang lebih baik dari perilaku. 3. Pertimbangan manusia bias mengambil jalan pintas heuristic yang secara sistematis menyimpang dari prinsip-prinsip dasar probabilitas. (*D. Agus Harjito/Keuangan Perilaku-Menganalisis keputusan investor).

Selanjutnya, berdasarkan data yang dikumpulkan, rata-rata penurunan kunjungan di beberapa pusat perbelanjaan, lebih dari 50 persen dibandingkan dengan awal tahun 2020. COVID-19 mengubah kehidupan kita serta merubah perilaku keuangan kita dalam mengambil keputusan secara ekonomi. Dalam situasi ini, kita lebih memilih untuk berdiam di rumah dibandingkan dengan bepergian. Social distancing juga membuat kita banyak menghabiskan waktu di ruang digital baik untuk bekerja, berkomunikasi, belanja, atau sekadar mencari hiburan. Di Bali, situasi pandemi dan social distancing memunculkan beberapa perilaku baru, misalnya, the adaptive shopper dan working-from-home. Perubahan ini terlihat dari penggunaan aplikasi belanja dan e-commerce sepanjang awal tahun 2021 sampai dengan sekarang. Hal tersebut dikuatkan dengan data dari Bank Indonesia Provinsi Bali yang mencatat nilai transaksi digital di Pulau Dewata pada saat Pandemi Covid-19 ini mengalami peningkatan. “Khususnya, transaksi digital dengan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) dimana tercatat sepanjang 2021 rata-rata nominal transaksi penggunaan QRIS Rp 30 milyar setiap bulanya dengan rata-rata transaksi sebanyak 376 ribu transaksi” (Suber: Bisnis Bali/*dik). Aplikasi yang banyak digunakan adalah aplikasi belanja yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari serta aplikasi khusus jual beli barang bekas.

Pensiun Tak Menghalangi Produktivitas
Baca Juga

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Masyarakat Bali, terutama kelas menengah dan atas, telah beradaptasi dengan dunia baru ini. Mereka beralih ke cara-cara baru untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Dalam situasi ini, hanya beberapa bidang pekerjaan yang menganggap, working-from-home sama seperti bekerja pada situasi normal. Karena mayoritas masyarakat di Bali mengandalkan pekerjaan di bidang pariwisata, selebihnya bekerja di bidang pertanian, perkebunan, kelautan dan perdangangan yang menuntut aktivitas untuk tetap berada di luar rumah. Khusus untuk bidang perdagangan, sudah mulai beralih ke system perdanggangan online. Namun demikian tinggkat penggunaan media online tersebut belum mencapai tingkat yang optimal. Salah satu alasan, hal tersebut dikarenakan, tingkat sumber daya manusia di bidang IT masih rendah. Bagi pedangang konvensional, penggunaan media online masih tergolong hal baru. Sebagian besar pengguna e-commerce dan online shop menggunakan platform-platform besar yang sudah tersedia di aplikasi maupun dalam bentuk web-site. Meskipun penggunaan media social seperti facebook, what’s up, Instagram dan telegram memiliki peran penting dalam pola pemasaran yang baru seperti saat ini.

Komunikasi pemasaran harus tetap dilakukan untuk menjaga posisi sebuah produk di benak konsumen. Dengan tetap menjaga posisi tersebut, akan lebih mudah bagi produk atau perusahaan untuk melakukan pemulihan bisnis pada saat situasi kembali normal. Serta menumbuhkan model-model bisnis dan model pekerjaan dalam bidang yang baru.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/perilaku-pasar-di-masa-pandemi/26280/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 13.03 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian, Pedagang di Bojonegoro Mulai Terbiasa Gunakan QRIS BRI

SG8 Group Jadi Identitas Baru PT Dwitunggal Jaya Pratama Maju, Perkuat Solusi Bisnis Terintegrasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen, Mengapa Masyarakat Masih Merasakan Tekanan Ekonomi?

Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

Pilihan Editor

  1. 1 Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas
  2. 2

    Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

  3. 3

    Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

  4. 4

    Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

  5. 5

    Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.