JurnalPost - Perubahan era industry 4.0 menjadikan aktivitas di segala bidang seperti ekonomi ,pendidikan, produksi pangan, teknologi informasi dan lain sebagainya erat berkaitan dengan masa yang modern yang semuanya serba canggih terhubung dalam internet. Jaringan internet menjadi faktor utama dalam perkembangan era evolusi industry dimasa kedepanya.
Pangan saat ini menjadi TREN yang sering dibutuhkan dan tiada habisnya untuk dibahas, ini adalah suatu hal yang menjadi faktor utama pada permasalahan dunia di era revolusi industri 4.0 saat ini. Semakin bekembangnya dunia industri, kesabaran akan pangan pun semakin menjadi prioritas karena pangan memiliki pengaruh penting dan masalah pangan dunia yang dihadapi belum sepenuhnya terselesaikan.
Masih banyak sector yang belom mencapai tiitk keseimbangan pangan karena untuk mencapainya. SDM (sumber daya manusia) yang mumpuni dan berkompeten dalam mengembangkan dunia pangan. Dunia pangan sendiri tidak terlepas dari sektor pertanian yang menjadi sumber utama untuk menghasilkan atau mempertahankan dunia pangan tetap eksis dan menjadi sumber kesejahteraan dunia sektor pertanian sangat erat kaitanya dengan proses pendistribusian dan pengolahan yang tepat dalam era revolusi industry 4.0, tentunya tidak terlepas dari teknologi yang terus berkembang ini.
Solusi yang dirumuskan ialah sebuah program, untuk mengedukasi petani milenial yang mampu mengaplikasikan dunia digital demi meningkatkan angka pangan dan mencapai titik keseimbangan, Disamping itu, juga mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani pada era digital secara integral.
Program tersebut bisa berupa pembinaan atau pelatihan terhadap para petani secara langsung dengan menggunakan media teknologi berupa alat-alat yang berhubungan dengan proses pemanenan dan pasca panen.
Para pertani langsung bisa mensimulasikan atau menggunakan alat-alat bantu tersebut, karena pada saat proses pra panen, pra panen hingga pasca panen, proses-proses tersebut merupakan dasar untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ketahanan pangan dunia.
Dari hasil perlatihan tersebutan para petani mendapatkan pemahaman ilmu lebih tentang hal baru dalam bidang pertanian dan sertifikat yang menandakan bahwa mereka telah menjadi bagian dari petani milenial yang mampu bersaing secara cerdas dan berpengalaman di bidang pertanian di era revolusi industri 4.0.
Dengan menggunakan teknologi kita dapat meminimalisir biaya produksi karena mempermudah mekanisme sehingga keutungan yang didapatkan lebih besar dibanding dengan metode tradisional pada umumnya. Petani dapat melakukan otomatisasi proses dalam pra panen, panen, serta pasca panen melalui proses yang memenuhi standar kualitas maka hasil yang diperoleh juga berkualitas sehingga memengaruhi ketahanan pangan di dunia. Melalui kerjasama dari para generasi penerus dengan para petani diharapkan dapat mencetak petani milenial yang mampu bertahan serta mampu beradaptasi denagn keberagaman pangan di dunia.
Tidak menutup kemungkinan bagi generasi penerus untuk menjadi bagian dari petani milenial yang memiliki potensi mengembangkan ketahanan pangan di dunia. Ini sebagai tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Menteri Pertanian bahwa pada tahun 2019 ini pemerintahan tengah focus pada pengembangan sumber daya manusia.
Karena itu ke depan akan lebih ditingkatkan lagi untuk menciptakan SDM professional melalui pendidikan dan latihan di sektor pertanian. Selain itu kemajuan teknologi dan era pertanian 4.0 menurut kami focus pada penyimpanan SDM yang siap bersaing dan menciptakan SDM professional di sektor pertanian “
bahwa membangun pertanian memang amat penting. Terlebih di era revolusi industri yang keempat ini atau biasa disebut juga industri 4.0 Revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintergrasi dengan jaringan internet atau serba otomatis.
Sektor pertanian perlu beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Pasalnya, pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tampa teknologi. Ini juga yang menjadi gagasan Bapak Presiden Jokowi.
Di era keterbukaan informasi pada pertanian 4.0. sistem informasi pertanian dan mekanisasi pertanian menjadi tools yang sangat strategis bagi industri pendidikan di bawah Kementrian Pertanian yaitu Polbangtan PEPI dalam upaya menghasilkan lulusan yang adiktif terhadap teknologi yang siap terjun di dunia kerja dan wirausaha agribisnis, berorientasi ekspor serta menjadi agents of changes dalam pembangunan pertanian, utamanya penyebarkan informasi pertanian bagi stakeholders dan modernisasi pertanian. Pengembangan sistem informasi pertanian (ICT, IoT, artificial interlligent) diperuntukkan bagi kepentingan penyebaran informasi baik secara internal maupun secara cepat, tepat, akurat dan kekinian yang dapat mendukung intitusi dalam pengambilan keputusan.
Pertanian itu sejatinya meyatukan antara darat, lautan, dan udara yang kegiatannya meliputi dari bahan hingga sampai ke meja makan. Itulah mengapa kita tidak bisa membatasi keilmuan kita melainkan perlu menjadikan sebagai pendekatan transdisiplin. Intinya pertanian 4.0. dibutuhkan keterhubungan dan keterpaduan bekerja sama yang terintegritas sehingga nantinya pertanian 4.0. mampu menjadikan teknologi sebagai sarana yang memudahkan petani bukan sekedar hiburan saja.
Pertanian 4.0. bercirikan pertanian yang aktifitas dan atau proses bisnisnya harus melibatkan teknologi informasi dan jaringan internet yang menghubungkan semua unit operasinya dengan sebagai intrumen (sensor, satelit, drone) dan peralatan (robot dan mesin). Semua itu memungkinkan bekerja secara sinergis, cepat, akurat, dan cedas berdasarkan data dan informasi relevan terkini. SDM yang kita miliki harus paham akan hal tersebut, sehingga peran dari generasi muda atau generasi milenial ini yang jadi penggerak pertanian 4.0. “ungkap Kudang
Gegap gempita pertanian 4.0 harus diiringi kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni dan perubahan paradigm berfikir untuk terus maju membangun sektor pertanian sebagai penggerak perekonomian rakyat dan tulang punggung ekonomi.
Masyarakat Indonesia Diperlukan komitmen bersama dan kuat untuk menjaga predikat bahwa lembaga Pendidikan di Sektor pertanian sebagai pencipta sdm yang lulusannya sebagai lulusan yang siap menjadi tenaga kerja pertanian yang siap kerja (job seeker) maupun siap menjadi wirausaha pertanian (job creator), dan terjaga kualitas, kuantitas dan eksitensinya dalam rangka menyongsong pertanian.
Pertanian 4.0 bercirikan pertanian yang aktifitas dan proses nya harus melibatkan teknologi yang modern dan canggih karena itulah yang sangat mempemudah dalam pengerjaan, serta meminalisir pengeluaran produksi. Oleh karena itu diperlukan generasi milenial yang ingin berkontribusi dalam memajukan pertanian Indonesia dengan memperbanyak mesin-mesin canggih dan teknologi lainnya serta mengubah pola pikir para petani dalam mengelolah hasil tani nya.
Indonesia adalah negara yang menghasilkan sumber daya alam melimpah, terutama di sektor pertanian, akan tetapi pengelolaan nya yang masih menggunakan pertanian tradisional, sehingga harga pasca panen rendah, bahkan sering rugi karena membayar sewa pekerja atau malah ke tengkulak. Ini adalah tugas kita semua untuk memngembangkan pertanian di Indonesia dengan ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan di bangku kuliah, tidak ada gunanya jika ilmu yang kita miliki tidak bermanfaat bagi bangsa ini. Kalau bukan kita pemuda milenial siapa lagi, kalua bukan sekarang kapan lagi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda