JurnalPost - Tumbuhan Anggrek (Orchidaceae) merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika. Anggrek merupakan tanaman dengan bunga yang cukup indah, menarik, dan banyak penggemarnya. Selain itu, bunga anggrek memiliki variasi bentuk, warna, dan ukuran bunga yang bermacam-macam dengan ciri-ciri unik menjadi daya tarik anggrek. Kurang lebih 5.000 jenis anggrek terdapat di Indonesia.
Hal ini menjadikan Indonesia sebagai sumber plasma nutfah anggrek yang sangat melimpah. Ketersediaan berbagai plasma nutfah tersebut menjadi keuntungan yang besar bagi para pemulia tanaman anggrek untuk merakit varietas baru, salah satunya adalah Anggrek. Anggrek merupakan tanaman khas di alam dan bernilai ekonomi tinggi dalam perdagangan bunga internasional karena keragamannya yang luas dalam ukuran, bentuk, warna serta kualitas bunga yang tahan lama.
Terdapat 3 jenis media yang digunakan untuk budidaya anggrek yaitu Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari: Serat Pakis yang telah digodok, Kulit kayu yang dibuang getahnya, Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu, Ijuk, Potongan batang pohon enau, Arang kayu, Pecahan genting/batu bata, Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya. Untuk anggrek Semi Epifit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan, perlu diberi makanan tambahan seperti kompos, pupuk kandang/daun-daunan, Media untuk anggrek Terrestria Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos, sekam, pupuk kandang, darah binatang, serat pakis dan lainnya. Media untuk anggrek semi Terrestria Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar, ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. biasanya media yeng digunakan adalah pecahan genting, serabut kayu, serat pakis dan lainnya. Derajat keasaman air tanah yang dipakai adalah 5,2.
Peroses budidaya anggrek melewatu beberapa tahap yaitu penyebaran biji di dalam botol selama 4 bulan pemindahan bibit(transplanting) dari botol ke wadah tray dengan menggunakan media sabut kelapa. Ketika bibit sudah berumur 6 bulan tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiamater 4-6 cm, yang berisi potongan genting/batu bata merah.
Perawatan untuk tanaman anggrek dengan cara menyiram minimal 1 hari sekali jika media masih dalam keadaan basah tidak perlu disiram karna menyebabkan pembusukan atau munculnya penyakit pada tenaman. Pemupukan dilakukan satu kali seminggu untuk tanaman dewasa tetapi untuk bibit dilakukan dua kali seminggu diutamakan pagi hari. Anggrek menggunakan pestisida seperti Insektisida (untuk seranga), Akarisuda (untuk tungau), dan Fungisida (untuk jamur).
Manfaat budidaya antaralain membuka peluang bisnis di bidang tanama hias (Hortikultura), mengurangi jumblah inpor tanaman hias yang dilakukan oleh negara, Selain itu anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan, bahan minyak wangi atau minyak rambut. Oleh karna itu budidaya anggerk perlu terus dilakukan karna selain banyak manfaat tapi juga menguntungkan dalam dunia bisnis. (faqih Hadi).
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda