Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Pentingnya Trend Forecasting dalam Memenangkan Pasar

Pentingnya Trend Forecasting dalam Memenangkan Pasar

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Oktober 2021, 21.19 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
07 Okt 2021, 21.19 WITA · 9 menit baca
9 menit baca
Pentingnya Trend Forecasting dalam Memenangkan Pasar

Oleh : I Wayan Rona (Mahasiswa Prodi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)

IKLAN

JurnalPost - Dewasa ini, istilah forecasting merupakan sebuah istilah yang kerap menjadi sebuah perbincangan dalam menjalankan sebuah bisnis baik bisnis skala kecil maupun skala besar. Forecasting sering disebut peramalan atau prediksi atau proyeksi yang artinya sebuah teknik menganalisa dan memperhitungkan segala bentuk kemungkinan yang akan terjadi di masa depan terkait bisnis dengan metode kualitatif dan kuantitatif serta mempertimbangkan referensi data yang terjadi sebelumnya.

Kantor BRI
Baca Juga

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pendapat para ahli memperkuat bahwa peramalan (forecasting) merupakan suatu seni dan ilmu pengetahuan dalam memprediksi peristiwa pada masa yang akan datang. Peramalan akan melibatkan elemen data historis dan memproyeksikannya ke masa yang akan datang dengan sebuah model matematika (Jay Heizer dan Barry Render 2015 : 113). Hal demikian juga dikemukakan bahwa peramalan (forecasting) merupakan penggunaan data untuk menguraikan kejadian yang akan datang di dalam menentukan sasaran yang dikehendaki, sedangkan prediksi adalah estimasi sasaran yang akan datang dengan tingkat kemungkinan terjadi besar serta dapat diterima (Manahan P. Tampubolon 2018 :41). Maka dapat disimpulkan bahwa peramalan (forecasting) merupakan sebuah strategi yang dilakukan dalam memprediksi segala kemungkinan peristiwa yang terjadi di masa mendatang dengan mempertimbangkan data historis sebelumnya kemudian memproyeksikan data tersebut untuk diolah dengan pemetaan time series yang telah ditentukan. Sehingga dengan mengimplementasikan forecasting pada bisnis tentu akan membantu menjaga kestabilan bisnis serta menjadi sebuah alat kontrol untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi. Tanpa peramalan, tentu akan menjadi tantangan dan kendala bagi bisnis untuk berkembang.

Tiga tahun terakhir, tepatnya pada pertengahan tahun 2018, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan viralnya sebuah minuman yang secara kasat mata terlihat unik dan kompetitif tetapi nyatanya jauh dari ekspektasi sebagai bisnis yang strategis. Minuman viral tersebut adalah “es kepal milo atau sering disebut es kepal viral” yang saat itu menjadi tren perbincangan dimana-mana. Banyak masyarakat saat itu terbawa suasana untuk menjalankan bisnis tersebut. Awalnya minuman tersebut populer di negara tetangga yaitu Malaysia, dan masyarakat Indonesia turut mempopulerkan kembali minuman tersebut hingga masuk ke pelosok perkampungan. Memang secara modal terlihat tidak memerlukan modal yang cukup besar, jika diperkirakan kemungkinan besar modal tidak mencapai 5 juta rupiah. Ketika tren awal cukup menarik signifikan konsumen, dengan merogoh modal yang tidak terlalu banyak, ketersediaan serta aksesibilitas material pun tidak susah untuk mendapatkan tetapi banyak yang belum memahami posibilitas yang akan terjadi dengan munculnya tren minuman tersebut. Belum berjalan selama setahun, tren minuman “es kepal milo” tersebut tidak bertahan lama dan menunjukkan penurunan secara signifikan hingga tidak lagi menjadi topik perbincangan di masyarakat atau dapat dikatakan bisnisnya tidak lagi berkembang.

Tren yang marak juga terjadi ketika pandemi Covid-19 mulai menyelimuti Indonesia, khususnya di Bali bermunculan pedagang angkringan di pinggir jalan yang hampir memenuhi jalan utama Gatot Subroto, Denpasar begitupun di wilayah lainnya di Bali. Tentu ini menjadi analisa menarik yang perlu dikaji apakah tren bisnis seperti ini sudah diproyeksikan secara stratejik atau hanya mengikuti tren semata?. Begitupun juga berlaku pada bisnis-bisnis lainnya untuk bisa membedakan antara bisnis yang sudah diperhitungkan tren yang akan muncul di masa mendatang (trend forecasting) atau bisnis yang dijalankan saat ini hanya karena ikut-ikutan tren saja? Melihat tren ini, seorang pebisnis perlu memahami kebutuhan konsumen dan perilaku konsumen, mulai memahami dan mempertajam mindset mengenai trend forecasting terlebih dahulu sebelum bisnis berjalan lebih jauh untuk bisa mengantisipasi segala kemungkinan masalah yang muncul baik itu bangrut ataupun tidak berkembangnya bisnis.

Mengapa trend forecasting penting? Sebagai sebuah bisnis, tentu memiliki kajian bagi kebijakan yang diterapkan dalam perusahaan baik dalam kondisi sekarang, masa lampau maupun sejauh mana bisnis akan memberikan pengaruh di masa depan. Sebuah bisnis juga harus memiliki acuan atau arah sehingga setiap kebijakan yang diambil dalam menentukan kondisi bisnis sejalan dengan tujuan bisnis itu sendiri. Berdasarkan fungsi dan perencanaan operasi dalam jangka waktu mendatang, forecasting terbagi menjadi 3 jenis (Heizer dan Render 2009 : 47) :

Pensiun Tak Menghalangi Produktivitas
Baca Juga

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

1. Peramalan Ekonomi (Economic Forecast) merupakan sebuah proyeksi atau prediksi yang memetakan bagaimana siklus dalam bisnis dengan berbagai pertimbangan meliputi inflasi yang terjadi, kondisi keuangan, serta dana yang diperlukan dalam membangun sebuah rencana.

2. Peramalan Teknologi (technological forecast) merupakan peramalan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi yang terjadi sehingga dapat mendorong dalam peluncuran produk baru yang sesuai dengan ekspektasi pasar dan mungkin terkait hal tersebut membutuhkan alat serta pabrik dan sejenisnya yang berbasis teknologi.

3. Peramalan Permintaan (demand forecast) merupakan proyeksi yang dilakukan terkait memetakan permintaan konsumen terhadap suatu produk maupun jasa yang ditawarkan. Proyeksi ini cenderung berkaitan dengan peramalan penjualan yang dapat mengontrol serta mengendalikan produksi, kapasitas sistem penjadwalan dalam produksi sehingga berkaitan erat nantinya dengan perencanaan keuangan bisnis, strategi pemasaran, serta sumber daya manusia.

IKLAN

Berdasarkan periode waktu, forecasting terbagi menjadi 3 jenis (Herjanto 2008:78) yaitu :

Screenshot 2026 11 02 085723
Baca Juga

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

1. Peramalan jangka panjang merupakan ukuran proyeksi yang dilakukan mencakup rentang waktu lebih dari 18 bulan meliputi proyeksi yang berkaitan dengan penanaman modal usaha, perencanaan aset dan fasilitas produksi serta perencanaan mengenai kegiatan litbang.

2. Peramalan jangka menengah yaitu ukuran proyeksi yang dilakukan mencakup rentang waktu 3 sampai 18 bulan meliputi proyeksi perencanaan penjualan, perencanaan produksi hingga perencanaan tenaga kerja tidak tetap.

3. Peramalan jangka pendek merupakan proyeksi yang dilakukan mencakup jangka waktu kurang dari 3 bulan meliputi proyeksi dalam perencanaan pembelian material untuk produksi, perencanaan jadwal kerja serta penugasan karyawan.

Mengacu hal tersebut, maka seorang pebisnis perlu mengadaptasi dan sadar untuk melakukan analisa terkait trend forecasting terkait bisnis yang dijalankan. Dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan dan memproyeksikan sejak dini, tentu ketika berbagai permasalahan muncul diluar ekspektasi seperti Pandemi Covid-19 atau berbagai kondisi lainnya, maka akan dengan mudah mengantisipasi dengan beberapa alternatif solusi.

Berbagai masalah yang muncul dalam bisnis sangat sering terjadi jika dihubungan dengan trend forecasting misalnya Product Forecasting yaitu kecenderungan masyarakat saat ini kurang teredukasi dengan bisnis yang dijalankan. Sebagian besar pebisnis yang bermunculan tidak menyadari banyak yang mengikuti tren yang muncul atau bisnis ikut-ikutan. Jika tidak melakukan trend forecasting terlebih dahulu maka dapat dipastikan bisnis yang dijalankan akan tidak bertahan lama. Produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar nantinya akan berpengaruh pada kondisi keuangan usaha berujung pada bangkrut.

Maka dari itu adapun langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan trend forecasting dalam hal ini adalah Product Forecasting yaitu memahami Value Proposition Canvas merupakan sebuah penjabaran dalam memetakan bagaimana menciptakan sebuah value atau manfaat untuk konsumen. Prinsip ini tidak hanya memetakan manfaat saja melainkan lebih dalam yaitu memahami kebutuhan konsumen, membantu memecahkan masalah dari konsumen dan apa yang harus dilakukan dan dikerjakan untuk memberikan solusi permasalahan konsumen tersebut. Dalam value proposition canvas terdiri dari 2 sisi yaitu sisi customer segment dan value proposition.

Dalam customer segment terdiri dari 3 hal yaitu customer jobs (proses untuk menindaklanjuti dan memenuhi kebutuhan konsumen), customer pain (proses menganalisa sisi negatif dari hal yang membuat konsumen mengalami masalah dan tidak disukai oleh konsumen yang dapat menimbulkan risiko yang dihadapi konsumen), dan customer gain (proses menyiapkan dan mengakomodasi manfaat apa yang dapat dihadirkan sesuai harapan yang dirasakan oleh konsumen nantinya). Dalam value propositions terdiri dari 3 hal meliputi products dan services (berkaca dari customer jobs dengan melihat proporsi nilai dari produk dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen dan menentukan konsep produk yang terbaik untuk konsumen), pain relievers ( berkaca dari customer pain artinya melihat bisnis yang dijalankan dapat mengurangi risiko atau meminimalisir serta mengatasi masalah yang kemungkinan dihadapi konsumen), gain creators (berkaca dari customer gain artinya dapat memproyeksikan bagaimana produk dan jasa yang ditawarkan memberikan keuntungan kepada konsumen).

Dengan memahami salah satunya dalam menjalankan bisnis (product forecasting) maka nantinya akan menghasilkan rencana strategis untuk menciptakan bisnis yang strategis dan tidak lagi menjalankan bisnis ikut-ikutan tren semata. Jika sudah strategis dalam menjalankan konsep bisnis tentu akan berhubungan dengan peramalan penjualan (sales forecasting) yang artinya proses proyeksi atau memperkirakan pendapatan dalam periode waktu di masa depan dengan memprediksi jumlah produk atau layanan yang di jual unit penjualan (meliputi tenaga penjual perorangan, tim penjualan ataupun perusahaan) dalam kurun waktu mingguan, bulanan, kuartal, dan tahun mendatang. Secara sederhana bahwa peramalan penjualan adalah ukuran yang diproyeksikan tentang kondisi pasar yang nantinya dapat merespon produk yang dijual.

Dalam sirkulasi keuangan, sangat erat kaitannya dengan proyeksi atau perkiraan karena jika proyeksi keuangan sudah salah tentu dalam produksi akan bermasalah begitupun dengan marketing. Dalam penjualan pun juga akan mangkrak jika tidak strategis dalam memproyeksikan keuangan. Siklus produksi akan lancar jika perkiraan penjualan terencana dengan baik. Siklus produksi tersebut akan membantu dalam pembelian material, strategi pasok, strategi saluran dan mitra dan sebagainya. Jika di awal sudah salah dalam memproyeksikan keuangan baik dari penentuan Cost Of Good Sold (COGS) atau Harga Pokok Penjualan per produk, penentuan harga, pemilihan material produksi, aksesibilitas mendapatkan material dalam produksi dan sebagainya, maka bisnis tidak akan menjadi strategis.

Terkait trend forecasting sangat berhubungan dengan perubahan. Perubahan itu bersifat kekal yang mana dalam mengantisipasi terjadi perubahan dalam bisnis maka diperlukan strategi yang dilakukan oleh seorang pebisnis dengan memproyeksikan sebelum bisnis tersebut dijalankan. Dalam melakukan forecasting tentunya banyak yang dapat dilakukan mulai dari penentuan produk yang ditawarkan, strategi marketing, strategi operasional, strategi keuangan, strategi sumber daya manusia. Semua strategi tersebut berhubungan erat namun tanpa didasari dengan menganalisa trend forecasting yang tepat maka semua strategi yang dijalankan dalam bisnis akan tidak efektif dan efisien. Jika sudah memahami pentingnya trend forecasting dalam menjalankan bisnis, tentu akan dapat bersaing dalam persaingan pasar. Dengan trend forecasting akan lebih mudah dalam memetakan competitive advantage sebuah produk, strategic pricing, positioning produk di pasar, efisiensi biaya produksi dan operasional, efektivitas marketing dan promosi dan sebagainya. Oleh karena itu, ekspektasi seorang pebisnis akan tercapai dalam memenangkan pasar jika sudah tepat dalam menganalisa trend forecasting dengan baik dan strategis.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pentingnya-trend-forecasting-dalam-memenangkan-pasar/26198/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 13.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian, Pedagang di Bojonegoro Mulai Terbiasa Gunakan QRIS BRI

SG8 Group Jadi Identitas Baru PT Dwitunggal Jaya Pratama Maju, Perkuat Solusi Bisnis Terintegrasi

UMKM Kalitidu dan Malo Manfaatkan BRImo, Transaksi Usaha Jadi Lebih Praktis

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Masjid sebagai Pusat Pendidikan Islam: Antara Semangat Mendirikan Lembaga dan Tantangan Manajemen

Bagaimana SerpNames Membantu Pembeli Menemukan Koleksi Aged Domain Terbaru

Pilihan Editor

  1. 1 Menyelamatkan Satu Kehidupan, Menyalakan Sejuta Harapan: Memaknai Pengabdian Kemanusiaan
  2. 2

    Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

  3. 3

    FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

  4. 4

    Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

  5. 5

    Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.