JurnalPost - Sukses atau tidaknya korporasi tergantung pada manajemennya. Entah itu perusahaan besar yang memiliki omset miliaran rupiah seperti Google atau hanya usaha kecil seperti toko butik kecil. Manajer melaksanakan berbagai fungsi dan tanggung jawab yang hampir sama. Tanpa memandang jenis dan ukuran organisasi, manajer menjadi salah satu sumber daya perusahaan yang dinilai sangat penting.
Eitzz ngomong-ngomong kalian sudah tau apa belum, manajer tuh apa. Sebelum pembahasan kita semakin jauh yuk kita bahas dulu apa sih itu manajer. Manajer adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk menjalankan proses manajemen. Lebih tepatnya manajer adalah orang yang merencanakan dan membuat keputusan, mengatur, memimpin dan mengendalikan sumber daya manusia, keuangan, fisik dan informasi. Baik buruknya manajer dapat dinilai dari berhasil tidaknya mereka merubah organisasi menjadi lebih maju atau justru mengalami kemunduran.
Dengan kompleksitas yang semakin mengemuka pada pekerjaan seorang manajer, mungkin kalian semua bertanya-tanya apakah manajemen itu seni atau ilmu. Pada kenyataannya, manajemen dinilai efektif apabila memadukan antara seni dan ilmu. Memadukan antara ilmu dan seni ketika mengasah kemampuan manajer dinilai penting untuk kelangsungan organisasi.
Melalui ilmu, manajer dapat mengatasi berbagai persoalan dan masalah terkait manajemen. Penyelesaian masalah tersebut dapat dianalisis melalui pendekatan yang rasional,logis, objektif dan sistematis. Manajer dapat mengumpulkan data, fakta dan informasi yang bersifat obejktif. Mereka dapat menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengambilan keputusan untuk dapat mencapai keputusan yang dianggap tepat.
Contohmya dapat kita lihat pada McDonald’s sebelum mempertimbangkan untuk memasuki pasar baru, manjernya mencermati terlebih dahulu beragam rincian objektif saat merumuskan rencana. Seni manajemen, meski manajer berusaha untuk seteoritis mungkin, tetapi mereka tetap harus membuat keputusan dan memecahkan masalah berdasarkan itiusi, pengalaman, insting, serta wawasan yang dimiliki manajer itu sendiri. Kemudian bagaimana seseorang manajer dapat memperoleh kemampuan yang diperlukan untuk memadukan ilmu dan seni manajemen agar menjadi seorang manajer yang andal? Meskipun manajer memiliki jenis yang banyak, mereka tetap dihubungkan melalui perpaduan antara pendidikan dan pengalaman.
Pasti banyak diantara kalian semua disini yang sedang , mempelajari ilmu manajemen atau bahkan sedang menjalani pendidikan di jurusan manajemen. Saat kalian mempelajari ilmu manajemen, kalian telah memiliki fondasi untuk mengembangkan kemampuan manajemen. Gelar sarjana saat kini telah menjadi salah satu persyaratan utama untuk mengembangkan karir di dunia bisnis. Sehingga banyak universitas-universitan sekarang ini yang menyediakan program akademik di bidang akademik. Keuntungan utama pendidikan sebagai sumber kemampuan yang dimiliki manajer adalah menjadi lebih akrab dengan penelitian dan pemikiran manajemen terkini. Namun, dibalik keuntungan tersebut pendidikan manajemen juga membawa dampak negatif yaitu manajemen sering kali bersifat terlalu umum sehingga kemampuan dan pengetahuan yang bersifat spesifik sulit untuk didapatkan.
Peran pengalaman disini yaitu untuk memperkaya kemampuan manajemen kalian. Kemampuan manajemen tidak cukup hanya diperoleh melalui pendidikan, karena kemampuan manajemen juga harus dipelajari melalui pengalaman. Dengan mengalami tekanan dalam keseharian serta kebiasaan menangani beragam masalah, seorang manajer dapat mengembangkan pemahaman mendalam akan sifat dasar dan karakteristik manajemen. Inilah alasan kebanyakan perusahaan besar, melakukan program pelatihan manajemen bagi para calon manajer. Sebagian besar manajer andal, mempelajari keterampilan meeka melalui perpaduan pendidikan dan pengalaman.
Selain menjalankan berbagai peran diatas, para manajer juga membutuhkan sejumlah keterampilan khusus jika ingin menjadi seorang manajer yang andal. Beberapa keterampilan manajemen dasar yang penting untuk menunjuang kegiatan manajemen antara lain keterampilan teknis, interpersonal, konseptual, diagnosti, komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu.
Keterampilan teknis, keterampilan ini dibutuhkan seorang manajer untuk menjalankan tugas tugas khusus. Para manajer dapat mengembangkan keterampilan teknik melalui perpaduan pendidikan dan pengalaman. Keterampilan teknis ini penting terutama bagi manajer lini pertama.
Keterampilan hubungan manusia, keterampilan ini memungkinkan manajer untuk memahami dalam bekerja sama dengan orang lain. Manajer yang memiliki keterampilan hubungan manusia yang rendah maka akan sulit berhubungan dengan orang lain terutama para karyawan mereka. Banyak manajer yang telah menyadari bahwa kemampuan mamahami orang lain dan membuat orang lain memahami mereka dapat memelihara hubungan yang baik dalam suatu organisasi.
Keterampilan konseptual mengacu pada kemampuan manajer untuk berfikir abstrak, untuk mendiagnosis dan manganalisis situasi yang berbeda serta melihat situasi di masa yang akan datang. Keterampilan ini akan sangat membantu manajer dalam mengenali peluang dan ancaman pasar yang baru. Keterampilan ini juga akan membantu manajer dalam menganalisis kemungkinan yang dihasilkan dari keputusan yang telah diambilnya.
Keterampilan membuat keputusan mencakup kemampuan mendefinisikan masalah dan memilih tindakan terbaik secara efektif. Kemampuan ini melibatkan pengumpulan fakta, mengidentifikasikan solusi, mengevaluasi alternatif, dan mengimplementasikan alternatif pilihan. Keterampilan ini memungkinkan manajer untuk mengenali strategi efektif bagi perusahaan.
Keterampilan manajemen waktu berkaitan dengan penggunaan waktu secara produktif yang dimiliki oleh manajer. Untuk mengelola waktu secara efektif, manajer harus memperhatikan tiga sebab pemborosan waktu yaitu
1. Administrasi Sebagian besar waktu manajer habis untuk memutuskan apa yang harus mereka lakukan terhadap berkas-berkas dan laporan. Manjer harus belajar mengenali dokumen-dokumen yang membutuhkan perhatian lebih.
2. Telepon Para ahli memperkirakan bahwa manajer sering tersisa waktunya karena menerima telepon setiap lima menit sekali. Untuk mengelola waktu secara efektif, manajer disarankan untuk memiliki asisten agar dapat menyaring mana telepon yang penting dan harus diteruskan kepada manajer.
3. Rapat Banyak manajer menghabiskan setidaknya empat jam dalam sehari untuk menghadiri rapat. Untuk mengatasi masalah ini para manajer harus mericikan agenda yang ejlas serta mengarakan setiap orang untuk fokus kepada satu agenda sehingga dapat menghemat waktu.
Penulis: A Sahrul Muharam Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Akuntansi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda