Oleh: Siti Azizah, Universitas Brawijaya
JurnalPost.com - Keberlangsungan UMKM yang selama pandemi Covid 19 selama dua tahun lebih ternyata memberikan dampak yang luar biasa. Penurunan penjualan dan matinya pasar membuat pelaku UMKM harus mencari jalan agar usaha mereka dapat bertahan. Tim dosen yang bergabung dalam Program Doktor Mengabdi (DM) yang didukung oleh LPPM Universitas Brawijaya pada tahun 2022 ini bergerak menuju Kabupaten Blitar. Menyadari bahwa UMKM tidak bisa optimal tanpa Kerjasama dengan stakeholders lain, Tim DM menggandeng Dinas Peternakan dan Perikanan serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Blitar. Tim DM UB ini diketuai oleh Dr. Siti Azizah,S.Pt.,M.Sos.,M.Commun. dari Fakultas Peternakan dengan anggota dari berbagai fakultas yaitu Dr.Ir. Irfan H Djunaidi,M.Sc.,IPM.ASEAN.Eng. (Fakultas Peternakan), Diah Priharsari, S.T., M.T., Ph.D (FILKOM) dan Dr. Siti Hamidah, SH, MM. (Fakultas Hukum).
Model Triple Helix yang menggabungkan kekuatan UMKM, Pemerintah dan Akademisi ini diawali dengan Multistakeholders Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali permasalahan dan memetakan potensi UMKM yang tergabung dalam 4 kelompok usaha. Kelompok usaha tersebut adalah Dapur Srikandi dari Kelompok Ternak PPMK, Koperasi Olahan Pangan Sejahtera, Produsen Telur Asin Asap MUZA dan AKBest. Berdasarkan FGD tersebut ditemukan permasalahan pemasaran secara online. Sehingga disimpulkan bahwa Triple-Helix E-Commerce Business to Consumers (B2C) paling tepat digunakan sebagai model pengembangan usaha keempat UMKM di Kabupaten Blitar ini.
Pertemuan dengan Bapak Abit dan Ibu Siti Mufidah Bidang Produksi & Restrukturisasi usaha Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Blitar
Pertemuan dengan Bapak Indriawan Wicaksono.Spt.MM Dinas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Hasil pemetaan masalah dan potensi ini kemudian ditindaklanjuti dengan beberapa aksi kerja yaitu pelatihan pembuatan bermacam media dengan menggunakan Canva. Pelatihan ini dilanjutkan dengan promosi online melalui web yang masih terus dikembangkan sesuai dengan produk-produk yang diproduksi. Web e-commerce UMKM Kabupaten Blitar ini mulai dibuat pada pekan kedua bulan Juli 2022 ini bisa dilihat pada link https://clsrg-fapet.ub.ac.id/umkm-kabupaten-blitar/. Beberapa kegiatan lain dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=B74E29tPDTA. Program Pengembangan Usaha Triple Helix ini direncanakan bisa secara signifikan meningkatkan penjualan pada akhir tahun 2022. Namun demikian kerjasama semua pihak tentu saja tidak akan berhenti di titik tersebut. Karena pemasaran UMKM adalah sebuah proses dinamis, maka akan terus ada permasalahan, kebutuhan dan keinginan yang harus direspon sehingga pelaku UMKM benar-benar dapat berdaya dan mandiri.
Pelatihan Canva bagi Pelaku UMKM
Dari pihak pemerintah, support juga dating dari berbagai aspek promosi dan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia pelaku UMKM. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menyediakan berbagai sarana bazaar untuk pemasaran offline untuk menyegarkan kembali produksi UMKM yang sempat mati suri. Misalnya dengan membawa produk=produk UMKM binaan dari Kabupaten Blitar ke pameran UMKM Nasional di Apkasi Otonomi Expo 2022 di Jakarta. Pameran berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (20/7/2022) hingga Jumat (22/7/2022). Sedangkan Dinas Koperasi dan UMKM tidak pernah berhenti memberikan program-program pemberdayaan bagi pelaku UMKM, misalnya program KEPPO yang akan berlangsung pada bulan Agustus 2022. Program ini selaras dengan tujuan kegiatan DM LPPM UB tahun 2022 ini, mengusung tema “Usaha Mikro Digital”.
Program KEPPO dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Blitar
Program ini tidak akan berlangsung hanya sampai pada e-commerce saja tetapi di masa yang akan datang diharapkan dapat berlanjut sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelaku UMKM. Tentu saja keseluruhan program akan diupayakan melalui model multistakeholders dan berkembang dari Triple Helix menjadi Penta Helix. Penta Helix sendiri tidak hanya merangkul akademisi, pelaku usaha dan pemerintah tetapi juga melibatkan masyarakat umum dan media massa. Semoga UMKM tetap menjadi bisa menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat dan tangguh bertahan walaupun berada di tengah krisis ekonomi.

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda