32.7 C
Jakarta
Minggu, Februari 28, 2021

Minat Masyarakat Berinvestasi Di Pasar Modal

Oleh: Yunita Sulistyani/Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Universitas Muhammadiyah Malang

Jurnalpost – Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan dan sebagai sarana kegiatan berinvestasi. Dengan adanya pasar modal, investor individu maupun badan usaha dapat menyalurkan kelebihan dana yang dimilikinya untuk diinvestasikan di pasar modal, sehingga para pengusaha dapat memperoleh tambahan modal, dan tentunya pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan lainnya melalui perusahaan sekuritas (pialang atau perantara antar investor dan pusat pasar modal).  

Sampai dengan Mei 2020, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 2,81 juta yang terdiri dari investor saham, reksa dana, dan obligasi. Sedangkan khusus investor saham, berada di angka 1,19 juta berdasarkan Single Investor Identification (SID) yang terdaftar di BEI.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, maka rasionya masih kurang dari 1%. Hal ini menunjukkan jika masyarakat Indonesia masih sangat kurang berminat untuk berinvestasi di pasar modal, padahal peningkatan investor domestik sangat penting dalam mendorong stabilitas dan pertumbuhan kinerja pasar modal Indonesia ke depannya, khususnya dalam menghadapi masa-masa krisis seperti saat ini. 

Sayapun mencoba bertanya kepada beberapa teman dan keluarga, apakah mereka telah mencoba untuk berinvestasi di pasar modal, dan meminta alasan dari jawaban tersebut. Dari jawaban tersebut, hanya 1 dari 9 orang yang telah berinvestasi di pasar modal, dan sisanya enggan untuk mencoba berinvestasi. Alasan merekapun bervariasi, mulai dari tidak paham tentang cara berinvestasi hingga takut akan terkena investasi bodong. 

Ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat enggan untuk memulai berinvestasi di pasar modal, yang pertama yaitu rendahnya sosialisasi dan edukasi tentang investasi, dan hanya terfokus untuk kota-kota besar di Indonesia saja. Hal ini menyebabkan masyarakat minim untuk mengetahui tata cara memulai berinvestasi di pasar modal.

Selanjutnya yaitu marak pemberitaan terkait investasi bodong atau penipuan dengan modus investasi yang menyebabkan masyarakat kurang yakin untuk memulai berinvestasi. Padahal, jika paham ilmu dasar keuangan membuat kita bisa membedakan mana yang sebenarnya investasi bodong atau tidak, dan bisa meminimalisir resiko berinvestasi.

Perkembangan teknologi jaman sekarang yang semakin pesat juga menyediakan banyak akses informasi, sehingga tidak menutup kita untuk belajar hal-hal tersebut yang tentunya gratis. Selain itu, anggapan masyarakat tentang investasi di pasar modal hanya untuk kalangan atas dan selalu bermodal besar membuat potensi keuntungan pasar modal tidak maksimal.

Jika dilihat lebih lanjut, dengan modal Rp 100.000 saja bisa untuk memulai investasi dengan mendapatkan sekitar 1 lot (100 lembar saham) BJTM hari ini, yang berarti memulai investasi tidak harus mempunyai modal yang sangat besar. 

Namun, di masa pandemi seperti ini terjadi peningkatan investor domestik yang signifikan di pasar modal. Seperti yang diungkapkan oeh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, sampai dengan akhir November 2020, jumlah investor di pasar modal terus mengalami peningkatan.

Total SID per akhir November 2020 sudah mencapai 3,6 juta atau naik sebesar 45%. Salah satu faktor terjadinya peningkatan minat masyarakat berinvestasi di masa pandemi yaitu karena banyaknya waktu luang yang dimiliki masyarakat digunakan untuk mencari berbagai informasi, yang salah satunya informasi seputar investasi.

Hal inilah yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan investasi, dan mulai tertarik hingga akhirnya memulai untuk berinvestasi di pasar modal. Tentunya hal ini harus tetap dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan.

Ayo sebaiknya kita memulai untuk berinvestasi di pasar modal selagi masih muda dan mulai fokus untuk alokasikan aset yang akan memberikan kenyamanan serta kebebasan hidup pada beberapa dekade mendatang. Tentunya dengan terus mempelajari ilmu keuangan dan bersikap tenang serta tidak serakah saat berinvestasi agar menghasilkan keuntungan yang besar serta resiko yang minim.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini