PALEMBANG, JurnalPost.com — Sebanyak 102 anak di Kota Palembang mengikuti program edukasi gizi SEHATi (Sehat, Aktif, Bergizi) yang digagas oleh tim mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung di empat lokasi tersebut menggabungkan pembelajaran tentang gizi seimbang dengan permainan interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya pola makan dan kebiasaan hidup sehat.
Mengusung semangat “Sehat hari ini, hebat esok hari”, program SEHATi dilaksanakan di Lumbung Literasi Genlita, Rumah Susun 26 Ilir, Panti Asuhan Peduli Anak Yatim, serta SD Negeri 156 Palembang.
Berbeda dari penyuluhan kesehatan yang hanya mengandalkan penyampaian materi, mahasiswa memperkenalkan konsep gizi melalui permainan monopoli edukatif. Anak-anak tidak sekadar mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat dalam berbagai tantangan dan aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya tim SEHATi untuk menghadirkan pendidikan gizi yang lebih dekat dengan dunia anak-anak, sekaligus membantu mereka mengenali pilihan makanan yang baik bagi kesehatan.
Hasil Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Pengetahuan Gizi
Salah satu capaian program SEHATi terlihat dari hasil evaluasi pengetahuan peserta sebelum dan setelah mengikuti kegiatan.
Tim pelaksana menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan skor pemahaman anak mengenai materi gizi yang diberikan.
Berdasarkan data evaluasi tim SEHATi, keempat lokasi kegiatan menunjukkan peningkatan skor setelah peserta mengikuti rangkaian pembelajaran.
Rata-rata sederhana kenaikan skor dari empat lokasi tersebut mencapai 18,92 poin persentase. Angka ini diperoleh dari perbandingan hasil pengukuran sebelum dan sesudah edukasi pada masing-masing lokasi.
Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa kegiatan pembelajaran yang menggabungkan materi kesehatan dengan permainan dapat membantu meningkatkan pemahaman peserta dalam jangka pendek.

Meski demikian, peningkatan skor pengetahuan tidak serta-merta menunjukkan adanya perubahan kebiasaan makan anak dalam kehidupan sehari-hari. Dampak terhadap perilaku kesehatan masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Bagi tim mahasiswa, evaluasi ini menjadi salah satu cara untuk melihat efektivitas kegiatan sekaligus mengetahui sejauh mana materi dapat dipahami oleh peserta.
Belajar Gizi Melalui Monopoli dan Permainan Isi Piringku
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak mengikuti sejumlah aktivitas yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Salah satu media utama yang digunakan adalah permainan monopoli edukatif. Melalui permainan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai informasi kesehatan, konsep makanan bergizi, serta pentingnya menjaga keseimbangan asupan makanan.
Permainan dibuat dengan menggabungkan unsur tantangan dan partisipasi, sehingga anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar sambil berinteraksi dengan sesama peserta.
Selain monopoli edukatif, tim SEHATi juga menyelenggarakan kegiatan berpindah dari satu pos pembelajaran ke pos lainnya.
Dalam sesi ini, peserta mengikuti permainan Isi Piringku untuk mengenal komposisi makanan dalam satu porsi makan yang seimbang.

Anak-anak juga mengikuti pemeriksaan antropometri sesuai rangkaian kegiatan, serta menyampaikan kesan dan komitmen mereka melalui aktivitas Pohon Harapan.
Melalui Pohon Harapan, peserta diberi kesempatan mengekspresikan pemahaman dan harapan setelah mengikuti edukasi kesehatan.
Perpaduan kegiatan tersebut membuat pembelajaran tidak hanya berpusat pada penyampaian informasi, tetapi juga melibatkan pengalaman langsung yang dapat membantu anak mengingat pesan-pesan kesehatan.
Mahasiswa Menyiapkan Program Melalui Enam Tahapan
Pelaksanaan SEHATi di empat lokasi bukan hanya berfokus pada kegiatan edukasi di lapangan.
Sebelum bertemu peserta, tim mahasiswa terlebih dahulu menjalankan enam tahapan persiapan untuk memastikan materi dan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan kegiatan.
Tahapan tersebut mencakup perencanaan program, asesmen kebutuhan, penyusunan modul edukasi, pelatihan relawan selama satu hari, pembuatan media pembelajaran, hingga pelaksanaan kegiatan.
Asesmen kebutuhan menjadi bagian dari persiapan untuk mengenali kondisi dan karakteristik peserta, mengingat kegiatan dilaksanakan di lingkungan yang berbeda.
Sementara itu, penyusunan modul dan pembuatan media pembelajaran dilakukan untuk mendukung penyampaian informasi gizi dengan cara yang mudah dipahami anak-anak.
Pelatihan relawan juga menjadi bagian penting agar pelaksanaan kegiatan memiliki alur pembelajaran yang terarah, mulai dari pengenalan materi, evaluasi awal, permainan edukatif, hingga evaluasi akhir.
Dengan persiapan tersebut, tim berupaya menjaga konsistensi penyampaian materi meskipun kegiatan berlangsung di empat tempat yang memiliki lingkungan belajar berbeda.
Dorong Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Usia Dini
Edukasi gizi pada anak menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan hubungan antara makanan, aktivitas sehari-hari, dan kesehatan tubuh.
Pemahaman mengenai gizi seimbang dapat membantu anak mengenali jenis makanan yang perlu dikonsumsi secara beragam dan proporsional.
Melalui pendekatan permainan, materi yang terkadang sulit dipahami dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih sederhana dan menarik.
Program SEHATi juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan kesehatan secara langsung melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa dalam penyusunan materi, pelatihan relawan, hingga pendampingan peserta menunjukkan bagaimana kegiatan edukasi dapat dirancang dengan menggabungkan pengetahuan akademik dan pendekatan kreatif.
Meski telah menjangkau 102 anak, keberlanjutan edukasi tetap menjadi aspek penting agar pemahaman yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar diperlukan untuk membantu anak menerapkan pengetahuan mengenai pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian SEHATi di empat lokasi Palembang memperlihatkan potensi penggunaan permainan edukatif sebagai sarana pembelajaran kesehatan.
Dengan peningkatan skor pengetahuan pada seluruh lokasi pelaksanaan, program ini menjadi salah satu contoh kontribusi mahasiswa dalam memperluas literasi gizi anak melalui kegiatan yang interaktif, partisipatif, dan disertai evaluasi pembelajaran.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda