Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Kondisi Cuaca Tidak Menentu : Kualitas Tembakau yang Kurang Baik Menyebabkan Harga Turun

Kondisi Cuaca Tidak Menentu : Kualitas Tembakau yang Kurang Baik Menyebabkan Harga Turun

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Oktober 2021, 23.30 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
10 Okt 2021, 23.30 WITA · 6 menit baca
6 menit baca
Kondisi Cuaca Tidak Menentu : Kualitas Tembakau yang Kurang Baik Menyebabkan Harga Turun

JurnalPost - Tembakau merupakan salah satu hasil pertanian yang ada di Kabupaten Temanggung. Temanggung, kota dengan julukan kota tembakau ini memiliki kualitas tembakau yang lebih baik daripada kota lainnya. Mengapa tembakau Temanggung bisa dikatakan lebih berkualitas dibandingkan daerah lain? Karena tanah di daerah Temanggung paling baik, sebab berada di lereng gunung dan terdapat banyak kerikil yang cocok untuk menanam tembakau.

IKLAN

“Tembakau di sini bisa dibilang tembakau dengan kualitas baik khususnya tembakau dari Desa Lamuk,” kata Ika salah satu petani di Desa Krembiyangan, Kelurahan Pandemulyo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung (3/10/2021).

Kantor BRI
Baca Juga

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Selain Temanggung, wilayah lain di Indonesia yang menanam tembakau di antaranya, Lombok yang wilayahnya sangat subur untuk pertanian tembakau. Jenis tembakau yang dihasilkan yaitu tembakau Senang untuk membuat rokok kretek. Selanjutnya Madura di Kabupaten Pamekasan. Jenis tembakaunya yaitu tembakau Campalok. Lalu Jember, jenis tembakau yang dihasilkan adalah tembakau Besuki na-oogst dengan aroma yang khas dan elastis sehingga sangat pas untuk menjadi bungkus cerutu.

Untuk menghasilkan tembakau dengan kualitas yang baik diperlukan beberapa serangkaian proses. Proses tersebut dimulai dari menyiapkan media tanam hingga menjadi tembakau yang siap dijual.

“Hal pertama yang dilakukan yaitu menyiapkan media tanam. Setelah media tanam siap, bibit tembakau ditanam dan disiram agar tanah lembab. Setelah tembakau berumur kurang lebih 100 hari dari masa tanam, tembakau dipetik dari paling bawah, di mana setiap pohon diambil dua lembar. Kemudian daun tembakau ditata dan didiamkan selama kurang lebih tiga malam. Langkah selanjutnya daun tembakau digulung sesuai ukuran mesin pemotong, dirajang dan dicampur dengan gula pasir secukupnya. Lalu daun tembakau ditata di atas rigen (alas yang terbuat dari anyaman bambu). Setelah itu dijemur seharian sampai kering. Setelah dijemur, tembakau disusun kemudian didiamkan semalaman agar aroma tembakau keluar secara alami. Setelah itu tembakau diyem (didiamkan agar tembakau tidak keras, sehingga tidak rusak saat digulung) lalu digulung dan disusun di atas rigen. Langkah terakhir dimasukkan ke dalam keranjang yang terbuat dari anyaman bambu yang dilapisi pelepah pisang yang sudah kering,” kata Ika (3/10/2021) pada siang itu. Satu hektar tanah membutuhkan sekitar 8.000 pohon tembakau. Setiap pohon dewasa dapat menghasilkan sekitar 16-20 lembar daun. Output tembakau yang dihasilkan jika tembakau tumbuh subur mencapai 4-5 ton. Jika dirupiahkan sekitar 24 juta.

Tembakau yang sudah melalui berbagai proses hingga menghasilkan tembakau yang siap diolah ke tahap selanjutnya, umumnya dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan rokok. Hal tersebut juga dilakukan oleh petani tembakau yang ada di Temanggung. Tembakau di Temanggung umumnya dijual ke Gudang Garam. Tembakau yang sudah siap dijual akan diambil oleh orang-orang tertentu yang memiliki KTA Gudang Garam. Tidak ada perjanjian jangka panjang yang mengikat kedua belah pihak.

Pensiun Tak Menghalangi Produktivitas
Baca Juga

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

“Biasanya mereka langsung memberi uang jika tembakau diambil. Tetapi ada juga yang mengutang. Jika tembakau sudah masuk ke Gudang Garam baru mereka akan membayar,” ucap Ika (3/10/2021).

Tidak semua petani bisa memasarkan tembakaunya secara online, sebab tembakau merupakan bahan dasar rokok. Biasanya tembakau yang mereka panen masuk ke pabrik. Jika penjualan secara online mereka kesulitan mendapatkan pembeli. Sebab jika dijual ke luar pabrik rokok mungkin hanya digunakan untuk lintingan dan pembeliannya tidak sebanyak dan secepat di pabrik rokok.

IKLAN

Dalam kegiatan penamanan hingga menghasilkan tembakau yang siap dijual petani membutuhkan beberapa orang untuk membantu dalam proses tersebut. Saat penanaman tembakau membutuhkan kurang lebih tiga orang, tergantung besar kecilnya lahan. Pada saat perawatan pemilik lahan bisa melakukannya sendiri. Saat panen tiba petani membutuhkan kurang lebih tiga orang. Pada saat proses perajangan dan penganjangan membutuhkan kurang lebih enam orang.

Umumnya tembakau ditanam pada bulan April di mana masih terdapat hujan walau tidak sering. Namun pada tahun ini penanaman tembakau bisa dibilang telat. Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca. Akhir-akhir ini cuaca di Temanggung tidak menentu, kadang hujan kadang panas. Hal ini membuat petani galau akan hasil tembakaunya. Sebab cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas tembakau yang dihasilkan.

Screenshot 2026 11 02 085723
Baca Juga

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

“Perubahan cuaca sangat berdampak pada kualitas tembakau. Sebab jika pengeringan dilakukan lebih dari satu hari maka kualitas tembakau akan kurang baik. Jadi mau tidak mau pengeringan tembakau harus dilakukan satu hari. Memang ada beberapa petani yang mengggunakan oven untuk mengeringkan tembakau, tetapi tembakau yang dihasilkan akan lebih baik jika dikeringkan dengan panas matahari langsung,” kata Ika (3/10/2021).

Jika kualitas tembakau kurang baik tentu akan berdampak pada harga tembakau itu sendiri. Penurunan harga tersebut berdampak negatif bagi petani. Karena perawatan tembakau yang tidak bisa dibilang mudah. Perawatan tembakau agar menghasilkan kualitas yang baik perlu melalui beberapa tahapan, baik pada saat penanaman atau saat mengolah tembakau.

“Perawatan tanaman tembakau yang dilakukan mulai dari membersihkan rumput di sekitar tanaman tembakau. Memastikan agar tanaman tembakau selalu berdiri tegak dan akar-akarnya tidak menjalar ke luar tanah. Sebab jika akar-akarnya keluar maka tanaman tembakau bisa layu. Jika tembakau sudah berbunga, bunganya dipetik. Setelah seminggu sampai 10 hari tunas akan tumbuh di atas daun, kemudian mritili dan daun akan menua,” ucap Ika (3/10/2021).

“Harga tembakau pada tahun lalu sekitar Rp60.000-Rp70.000 per kg. Namun pada tahun ini harga tembakau sekitar Rp35.000-Rp50.000 per kg. Penurunan harga ini disebabkan oleh kualitas tembakau yang menurun akibat kondisi cuaca yang berubah-ubah,” kata Ika (3/10/2021).

Dengan keadaan tersebut petani perlu mencari cara untuk mengatasi kondisi penurunan harga tembakau agar petani tidak merugi. Namun, tidak ada cara untuk mengatasi keadaan tersebut. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga akibat kualitas tembakau menurun. Di mana penurunan kualitas itu disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak dapat di prediksi.

“Ya kalau kata orang-orang sabar aja. Karena kan penyebabnya sendiri cuaca yang berubah-ubah. Di mana cuaca itu tidak bisa kita prediksi. Semisal kita menyemprot tembakau dengan obat-obatan tertentu maka sama saja kita curang. Ya bagaimana lagi, memang kita harus sabar kalau harga turun. Kita cuma bisa pasrah saja jangan sampai main curang,” kata Ika pada siang hari itu (3/10/2021).

Penulis : Irma Nursafitri, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kondisi-cuaca-tidak-menentu-kualitas-tembakau-yang-kurang-baik-menyebabkan-harga-turun/26429/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 12.35 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian, Pedagang di Bojonegoro Mulai Terbiasa Gunakan QRIS BRI

SG8 Group Jadi Identitas Baru PT Dwitunggal Jaya Pratama Maju, Perkuat Solusi Bisnis Terintegrasi

UMKM Kalitidu dan Malo Manfaatkan BRImo, Transaksi Usaha Jadi Lebih Praktis

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Menjadi Guru yang Pintar "Ngegas" dan "Ngerem": Seni Menjaga Keseimbangan di Ruang Kelas

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

Mengokohkan Seni dan Budaya sebagai Bahasa Kemanusiaan Universal untuk Membangun Solidaritas Dunia

Pilihan Editor

  1. 1 Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya
  2. 2

    Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

  3. 3

    Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

  4. 4

    Belajar dari Negeri Sakura: Bisakah Jepang Membantu Indonesia Memadamkan Karhutla?

  5. 5

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen, Mengapa Masyarakat Masih Merasakan Tekanan Ekonomi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.