JURNALPOST - Tingkatkan pengetahuan para santri, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram dari Rumah (KKN MIT DR) ke- 11 UIN Walisongo Semarang yang terdiri dari Kelompok lima mengadakan pelatihan pembuatan jamu tradisional. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di aula pondok pesantren Tahfidzul Qur'an al-Ma'un Desa Sowan Lor Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Jum'at kemarin (22/01).
Acara yang digelar secara blended luring dan daring ini tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Kegiatan pelatihan pembuatan jamu tradisional ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Fauzan Hidayatullah, M.Si. selaku dosen pembimbing lapangan. Dalam sambutannya, Bapak Fauzan menyampaikan tujuan serta harapan dari penyelenggaraan pelatihan pembuatan jamu tradisional. "Kegiatan pelatihan pembuatan jamu tradisional ini diharapkan menjadi tambahan ilmu pengetahuan dan skill baru untuk para santri bukan hanya menguasai ilmu agama tetapi juga bisa mempraktikkan secara langsung isi dari kandungan al-Quran yaitu dengan menjaga alam" terangnya.
Jenis jamu yang dipraktikan pembuatannya dalam pelatihan ini adalah jamu kunyit asem. Tidak hanya menjelaskan tentang cara membuatnya saja, mahasiswa KKN juga menjelaskan tentang berbagai manfaat yang terkandung dalam jamu tradisional tersebut. Fitria Fatin Humamah salah satu mahasiswa KKN dari kelompok lima menjelaskan bahwa dengan mengonsumsi jamu kunyit asem dapat meredakan nyeri saat menstruasi. "Jamu ini memiliki banyak manfaat yang terkandung pada bahan bahan herbal yang digunakan, salah satunya yaitu jamu kunyit asam yang dapat meredakan nyeri ketika perempuan sedang mengalami menstruasi" pungkasnya.
Setelah praktik pembuatan jamu kunyit asem selesai, kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dan membagikan jamu yang telah dibuat bersama saat pelatihan kepada seluruh santri dan Mahasiswa KKN yang terdiri dari kelompok lima. Acara pelatihan ini berlangsung dengan lancar sampai akhir. Penulis: Afifatul Jamilah
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda