Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

  2. Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

  3. Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

  4. Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

  5. KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Dosen UMI Bekali 30 Santri Tahfidz Pesantren Mizanul Ulum Literasi Keuangan dan Kewirausahaan Digital

Dosen UMI Bekali 30 Santri Tahfidz Pesantren Mizanul Ulum Literasi Keuangan dan Kewirausahaan Digital

Foto profil Galih Prasetyo
Editor: Galih Prasetyo
20 Oktober 2026, 21.12 WITA • Editor: Fatimah
5 menit baca
Dosen UMI Bekali 30 Santri Tahfidz

Takalar, JurnalPost.com — Sebanyak 30 santri tahfidz Pesantren Mizanul Ulum mengikuti pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan digital yang diselenggarakan oleh tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Santri melalui Program Smart Teenpreneur untuk Meningkatkan Literasi Finansial dan Jiwa Kewirausahaan Berbasis Digital di Pesantren Mizanul Ulum Desa Sanrobone Kabupaten Takalar”.

IKLAN

Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya didorong untuk memperkuat pendidikan keagamaan, tetapi juga dibekali keterampilan mengelola keuangan pribadi dan mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dosen UMI Dorong Peningkatan Literas
Baca Juga

Dosen UMI Tingkatkan Literasi Ilmiah dan Kesadaran Hukum Guru Pesantren Mizanul Ulum melalui Pelatihan Digital

Program Smart Teenpreneur melibatkan tiga dosen dari fakultas berbeda di UMI, yakni Dr. Amir, S.E., M.Ag. dari Fakultas Ekonomi selaku ketua tim, Dr. H. Andi Sumardin, S.Ag., M.A. dari Fakultas Agama Islam, serta Fitriyani Umar, S.Si., M.Eng. dari Fakultas Ilmu Komputer.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menghadirkan materi mengenai pengelolaan keuangan, prinsip muamalah dan etika bisnis dalam Islam, serta pemanfaatan media digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produk usaha.

Santri Tahfidz Didorong Mandiri secara Ekonomi

Kepala Pesantren Mizanul Ulum, Baso Udin, S.Ag., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan keterampilan ekonomi menjadi salah satu kebutuhan santri agar memiliki kesiapan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Ia menilai kemampuan mengelola keuangan dan berwirausaha dapat dikembangkan tanpa mengesampingkan pendidikan Al-Qur'an yang menjadi prioritas utama pesantren.

Dosen UMI
Baca Juga

Dosen UMI Bekali Santri Tahfidz Takalar Literasi Ekonomi Digital dan Hukum Keluarga

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dosen UMI. Anak-anak kami selama ini fokus pada hafalan Al-Qur’an, dan itu tetap menjadi yang utama. Namun mereka juga perlu dibekali kemampuan mengelola uang dan berwirausaha agar kelak bisa mandiri dan bermanfaat bagi umat. Kegiatan seperti ini membuka wawasan santri bahwa seorang hafidz juga bisa menjadi pengusaha yang jujur dan sukses,” ujarnya.

Baso Udin berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga para santri memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh.

Selain membangun kemandirian ekonomi, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri santri dalam mengenali potensi usaha di lingkungan sekitar.

Belajar Mengatur Uang Saku hingga Memasarkan Produk

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Amir, S.E., M.Ag., menjelaskan bahwa program Smart Teenpreneur dirancang untuk memperkenalkan pengelolaan keuangan dan kewirausahaan kepada santri sejak usia remaja.

Dosen Universitas Muslim Indonesia
Baca Juga

Dosen UMI Berdayakan Guru Pesantren Mizanul Ulum melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Cangkang Telur Itik

Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan tidak harus dimulai ketika seseorang telah memiliki penghasilan. Kebiasaan tersebut dapat dibangun melalui hal sederhana, seperti mengelola uang saku, menyisihkan tabungan, dan menentukan prioritas pengeluaran.

“Kami ingin santri memahami cara mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mulai berani melihat peluang usaha. Di era digital ini, peluang terbuka sangat lebar. Dengan gawai di tangan, santri sudah bisa memasarkan produk ke mana saja. Yang terpenting, semua itu dijalankan berlandaskan nilai-nilai syariah, yaitu jujur, amanah, dan tidak merugikan orang lain,” tuturnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mempraktikkan penyusunan catatan keuangan sederhana untuk memahami pemasukan, pengeluaran, serta pentingnya menabung.

IKLAN

Santri juga diperkenalkan pada cara mengidentifikasi ide usaha yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan pesantren.

Selain itu, tim dosen memberikan pengenalan mengenai penggunaan media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran produk. Materi tersebut bertujuan membuka wawasan peserta tentang peluang usaha yang dapat dimulai dari skala kecil.

Pembahasan mengenai kewirausahaan turut dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, terutama kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan prinsip tidak merugikan pihak lain dalam transaksi.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para santri mengajukan pertanyaan dan menyampaikan berbagai gagasan usaha yang berpotensi dikembangkan bersama teman-teman mereka.

Santri Tertarik Mencoba Usaha Kecil

Salah seorang peserta, Muhammad Fadil, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti pelatihan tersebut.

Santri tahfidz Pesantren Mizanul Ulum itu mengatakan bahwa materi pengelolaan uang saku dan pemasaran digital membuatnya tertarik mencoba kegiatan usaha sederhana.

“Alhamdulillah, saya jadi tahu cara mengatur uang saku supaya tidak cepat habis dan bisa menabung. Saya juga baru tahu ternyata jualan bisa lewat HP. Insyaallah saya ingin mencoba membuat usaha kecil bersama teman-teman di pesantren, sambil tetap menjaga hafalan,” katanya.

Pengalaman yang diperoleh peserta menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan dapat diperkenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari santri.

Pengetahuan dasar mengenai keuangan dan pemasaran digital diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mulai merencanakan kegiatan usaha secara lebih terarah.

Perkuat Pendidikan Keagamaan dan Keterampilan Wirausaha

Pelaksanaan program Smart Teenpreneur menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen Universitas Muslim Indonesia melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan di lingkungan pendidikan pesantren.

Kegiatan ini juga memperlihatkan upaya menghubungkan pendidikan keagamaan dengan kemampuan praktis yang dibutuhkan generasi muda, khususnya dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Wakaf UMI atas dukungan dan fasilitas yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pimpinan, para ustaz, dan santri Pesantren Mizanul Ulum yang turut berpartisipasi.

Melalui program tersebut, para santri diharapkan dapat mengembangkan kebiasaan mengelola keuangan secara bertanggung jawab, mengenali peluang usaha, serta menggunakan teknologi digital secara produktif.

Pembekalan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan generasi santripreneur, yakni santri yang memiliki dasar pendidikan agama yang kuat, memahami literasi keuangan, dan mampu mengembangkan potensi kewirausahaan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dosen-umi-bekali-30-santri-tahfidz-pesantren-mizanul-ulum-literasi-keuangan-dan-kewirausahaan-digital/98272/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 11.09 WITA

  • #Literasi Keuangan
  • #Pengabdian kepada Masyarakat
  • #Pesantren Mizanul Ulum
  • #Santri
  • #Takalar
  • #Universitas Muslim Indonesia
  • #kewirausahaan digital

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Sekolah Vokasi IPB University Gelar Edukasi Gizi di Mulyaharja

HMI Cabang Pamekasan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Lewat Program BAKTI CITA

Komunikasi Gender di Lingkungan Mahasiswa: Stereotip, Interaksi Akademik, dan Negosiasi Identitas

IPAB, Dinas Arpus Cilacap, dan SIP Publishing Dorong Karya Literasi Masuk ke Industri Kreatif

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, tetapi Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Tantangan Belajar di Era Digital: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kita?

“In This Economy”: Mampukah Gen Z Menemukan Strategi Bertahan di Tengah Ketidakpastian?

Bisnis Anak Muda di Era Digital: Antara Tren Viral, Ambisi Cuan, dan Tantangan Bertahan

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Krisis Komunikasi Media Sosial dan Degradasi Etika Kebangsaan di Era Digital
  2. 2

    Cegah Anemia Ibu Hamil, Dosen FKM UMI Latih Kader CAPIL di Jeneponto

  3. 3

    Satu Pintu Buku Kampus, Satu Luka bagi Keadilan Sosial

  4. 4

    Pelaku UMKM Gunung Sari Belajar Digital Marketing dan Promosi Produknya di Sosial Media

  5. 5

    Urgensi Pencegahan Perundungan Remaja di Surabaya: Antara Perlindungan dan Tanggung Jawab Sosial

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.