Takalar, JurnalPost.com — Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis cangkang telur itik di Pesantren Mizanul Ulum YW UMI, Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Santri melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Cangkang Telur Itik untuk Pemanfaatan Pekarangan Sekolah” tersebut diikuti oleh 30 guru Pesantren Mizanul Ulum.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengolahan limbah organik menjadi bahan yang bermanfaat, sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan sekolah sebagai sarana pembelajaran lingkungan dan pertanian sederhana.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Dr. Asmeati, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik UMI selaku ketua tim, bersama Drs. Muhammad Syahrir, M.T. dari Fakultas Teknik UMI sebagai anggota.
Melalui program ini, para guru diperkenalkan pada pemanfaatan cangkang telur itik yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga. Bahan tersebut memiliki kandungan kalsium karbonat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber kalsium bagi tanaman setelah melalui proses pengolahan yang tepat.
Pemanfaatan limbah cangkang telur juga menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi sampah organik sekaligus memperkenalkan praktik pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan di kawasan pesantren.
Dorong Pemanfaatan Pekarangan Sekolah
Selain memberikan pengetahuan mengenai pengolahan limbah, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong penggunaan pekarangan sekolah sebagai ruang edukasi yang produktif.
Para guru diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh menjadi kegiatan pembelajaran bagi santri, khususnya dalam mengenalkan pengelolaan limbah, pemanfaatan sumber daya di sekitar, serta praktik pertanian sederhana.
Kepala Pesantren Mizanul Ulum, Baso Udin, S.Ag., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan yang memadukan pendidikan, keterampilan praktis, dan kepedulian lingkungan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pesantren.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Muslim Indonesia. Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi para guru mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan pesantren dan menjadi inspirasi bagi para santri untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta memanfaatkan pekarangan sekolah secara produktif,” ungkapnya.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh para guru dapat menjadi bekal untuk memperkenalkan kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan kepada para santri.
Cangkang Telur Itik sebagai Alternatif Bahan Pupuk
Ketua tim pelaksana, Dr. Asmeati, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan pengetahuan dan teknologi sederhana yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.
Pemilihan cangkang telur itik sebagai bahan pelatihan didasarkan pada potensinya untuk dimanfaatkan kembali daripada dibuang sebagai limbah.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah, khususnya cangkang telur itik, yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Dengan pengolahan yang tepat, bahan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bahan pupuk untuk mendukung pemanfaatan pekarangan sekolah. Kami berharap para guru dapat mengembangkan pengetahuan ini dalam kegiatan pendidikan dan lingkungan di pesantren,” jelasnya.
Asmeati berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat dilanjutkan melalui kegiatan praktik secara berkelanjutan.
Salah satu langkah yang dapat dikembangkan adalah memanfaatkan pekarangan pesantren untuk kegiatan bercocok tanam dengan mengenalkan penggunaan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, santri diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Pesantren Apresiasi Pelatihan
Kegiatan pengabdian ini mendapat tanggapan positif dari peserta. Salah seorang guru yang mengikuti pelatihan mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami karena memberikan pemahaman bahwa limbah seperti cangkang telur itik masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang berguna. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan pesantren dan menjadi bagian dari pembelajaran bagi para santri agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Pelatihan tersebut juga membuka peluang bagi para guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, terutama dalam menghubungkan materi pendidikan dengan persoalan lingkungan di sekitar pesantren.
Pemanfaatan limbah menjadi bahan yang berguna diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab serta meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Wujud Pengabdian kepada Masyarakat UMI
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dijalankan oleh dosen Universitas Muslim Indonesia.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren menjadi salah satu upaya memperluas penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna di lingkungan masyarakat.
Tim pelaksana turut menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (YW UMI) atas dukungannya dalam penyelenggaraan kegiatan di Pesantren Mizanul Ulum, Kabupaten Takalar.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada santri dan mengembangkan kegiatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Pemanfaatan cangkang telur itik sebagai bahan pupuk menjadi langkah sederhana untuk memperkenalkan prinsip pengurangan limbah, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta mendorong pemanfaatan pekarangan sekolah sebagai ruang belajar yang produktif.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda