Cepu, JurnalPost.com — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor hilir minyak dan gas bumi melalui program Bimbingan Profesi Ahli (BPA) dan Bimbingan Keahlian Juru Teknik (BKJT) yang dilaksanakan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas).
Program yang berlangsung pada 5–30 Oktober 2026 ini dirancang untuk memperkuat pemahaman teknis, keterampilan operasional, serta penerapan standar keselamatan kerja dalam kegiatan distribusi energi.
Pelatihan tersebut mencakup berbagai bidang yang berkaitan langsung dengan aktivitas industri migas, mulai dari sistem mekanik, kelistrikan, instrumentasi, hingga pengelolaan dan pengujian bahan bakar minyak (BBM).
Penguasaan keterampilan tersebut menjadi penting mengingat kegiatan distribusi BBM membutuhkan ketelitian dalam setiap tahapan, terutama untuk menjaga mutu produk, keselamatan pekerja, dan kelancaran operasional.
Pengajar pelatihan, Alucky Novandy, menjelaskan bahwa program BPA dan BKJT merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Pertamina Patra Niaga dan PPSDM Migas dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Melalui sinergi ini, peserta diharapkan mampu membawa wawasan teknis dan standar operasional keselamatan kerja yang andal dalam menjalankan tugas distribusi energi di tanah air,” ujar Alucky.
Peserta Mendalami Berbagai Bidang Teknis Migas
Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan materi aplikatif yang berkaitan dengan sistem industri migas.
Materi dasar yang diberikan meliputi mekanik, elektrikal, dan instrumentasi. Ketiga bidang tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengoperasian serta pemeliharaan fasilitas distribusi energi.
Selain materi dasar, peserta juga mempelajari sejumlah keterampilan khusus, seperti pengukuran isi tangki, pengambilan contoh minyak dan gas bumi, pengoperasian proses pencampuran bahan bakar (blending), serta tugas dan tanggung jawab Loading Master.
Pembekalan ini diarahkan agar peserta memahami prosedur teknis yang diterapkan dalam penanganan BBM, termasuk aspek ketepatan pengukuran, pengendalian mutu, dan keselamatan operasional.
“Aspek kualitas dan ketepatan mutu bahan bakar juga mendapat porsi pembahasan utama. Para peserta juga dilatih sebagai Operator Pengujian Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Penerbangan dan BBM Penerbangan, serta diajarkan prinsip-prinsip dalam Operasi Aviasi,” tambah Alucky.
Materi pengujian bahan bakar menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan karena karakteristik dan persyaratan mutu BBM perlu dipastikan sesuai dengan kebutuhan penggunaannya.
Studi Lapangan di AFT Adi Sumarmo dan Fuel Terminal Boyolali
Selain mengikuti pembelajaran di kelas, peserta memperoleh kesempatan melakukan studi lapangan di dua fasilitas distribusi energi, yakni Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Sumarmo dan Fuel Terminal Boyolali.
Kunjungan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan proses operasional secara langsung, sekaligus memberikan gambaran mengenai penerapan materi pelatihan dalam kegiatan distribusi bahan bakar.
Melalui studi lapangan, peserta dapat mengamati keterkaitan antara proses pengukuran, pengujian mutu, penanganan produk, serta penerapan prosedur keselamatan kerja di fasilitas energi.
“Melalui peninjauan lapangan ini, peserta dapat mengaitkan teori pengukuran, pengujian, dan penanganan BBM dengan realitas operasional di lapangan,” kata Alucky.
Program BPA dan BKJT ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kesiapan tenaga teknis Pertamina Patra Niaga dalam menghadapi tuntutan operasional sektor hilir migas.
Dengan memadukan pembelajaran teori dan pengenalan kondisi lapangan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada kompetensi, ketelitian kerja, dan keselamatan dalam distribusi energi nasional.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda