Cepu, JurnalPost.com — Kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor minyak dan gas bumi (migas) terus meningkat seiring perkembangan industri energi, termasuk di wilayah Kalimantan. Kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting agar lulusan perguruan tinggi mampu memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan perusahaan migas.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) menggelar pelatihan teknis bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Migas (STTM) Balikpapan di Cepu, Jawa Tengah, pada 12–16 Oktober 2026.
Pelatihan ini mencakup dua bidang keahlian, yakni Operasi Produksi Tingkat Operator Muda Operasi Produksi dan Teknisi Instrumentasi Tingkat I. Kegiatan tersebut juga dijadwalkan dilanjutkan dengan sertifikasi kompetensi sesuai bidang masing-masing.
Program ini dirancang untuk mempertemukan pengetahuan akademik mahasiswa dengan keterampilan teknis yang digunakan dalam kegiatan operasional industri migas.
Selama mengikuti pelatihan, mahasiswa memperoleh pembelajaran teori sekaligus praktik dengan pendampingan tenaga pengajar PPSDM Migas yang memiliki pengalaman di bidang industri minyak dan gas bumi.
Salah satu pengajar pelatihan operasi produksi, M. Ridwan Ansyori, menjelaskan bahwa materi pembelajaran disusun untuk memberikan pemahaman mengenai proses produksi migas, mulai dari pengoperasian sumur hingga penanganan hasil produksi.
"Materi kelas produksi yang kami berikan mencakup Operasi Sumur Migas, Separasi Fluida Reservoir, Operasi Crude Oil, Gas dan Produced Water Treatment Plant, serta Penampungan dan Pengukuran Produksi Migas. Seluruh materi teori ini juga diperkuat dengan sesi praktik operasi produksi langsung," ujar M. Ridwan Ansyori.
Mahasiswa Pelajari Sistem Instrumentasi Migas
Selain operasi produksi, mahasiswa juga mendapatkan pelatihan instrumentasi yang berkaitan dengan pengukuran, pengendalian, dan pemantauan proses industri.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan peralatan kerja dan alat ukur, pembacaan gambar instrumentasi atau instrument drawing, kalibrasi sensor dan transduser, kalibrasi transmitter, hingga pengoperasian controller dan control valve.
Peserta juga dibekali keterampilan pengoperasian komputer sebagai bagian dari kebutuhan teknis dalam sistem instrumentasi industri.
Dalam kegiatan operasional migas, instrumentasi memiliki peran penting untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai parameter yang ditetapkan. Kemampuan melakukan pengukuran dan kalibrasi menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan tenaga teknis di lapangan.
Tidak hanya berfokus pada penguasaan peralatan, pelatihan ini turut memasukkan materi komunikasi di tempat kerja serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Aspek keselamatan menjadi perhatian penting mengingat kegiatan industri migas memiliki risiko operasional yang membutuhkan penerapan prosedur kerja secara disiplin.
Sertifikasi Kompetensi untuk Kesiapan Kerja
Pelatihan yang diselenggarakan PPSDM Migas tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi proses sertifikasi kompetensi.
Sertifikasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kemampuan teknis seseorang berdasarkan standar kompetensi yang berlaku.
Bagi mahasiswa, kepemilikan sertifikat kompetensi dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja, khususnya pada sektor yang membutuhkan tenaga teknis dengan keterampilan khusus.
"Melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini, PPSDM Migas berharap lulusan STTM Balikpapan tidak hanya memiliki penguasaan teori yang baik, tetapi juga mengantongi sertifikat kompetensi resmi yang menjadi nilai tambah utama dalam memasuki dunia kerja industri minyak dan gas bumi," kata Ridwan.
Menyiapkan SDM Migas dari Kalimantan
Kalimantan merupakan salah satu wilayah penting dalam kegiatan industri migas nasional. Aktivitas eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi energi di kawasan tersebut membutuhkan dukungan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Kondisi ini membuka peluang bagi lulusan perguruan tinggi teknik, termasuk STTM Balikpapan, untuk mengembangkan karier di sektor energi.
Namun, penguasaan teori selama perkuliahan perlu diimbangi dengan pengalaman praktik serta pemahaman terhadap standar operasional yang diterapkan di lingkungan kerja.
Melalui pelatihan bersama PPSDM Migas, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran lebih nyata mengenai pekerjaan teknis yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
Kerja sama antara lembaga pengembangan kompetensi dan perguruan tinggi juga menjadi salah satu upaya untuk memperkecil kesenjangan antara kemampuan lulusan dengan kebutuhan industri.
Dengan pembekalan teknis dan sertifikasi yang relevan, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan lebih baik untuk bersaing dalam pasar tenaga kerja migas, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah penghasil energi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda