
JurnalPost.com - Isu Resesi Global 2023 sedang menjadi topik berita yang ramai diwartakan oleh berbagai media massa. Diawali oleh bencana pandemi Covid-19 hingga perang yang terjadi di berbagai negara menjadikan resesi ekonomi kian terjadi dan tak kunjung selesai hingga menimbulkan isu resesi ekonomi secara global (resesi global) pada tahun 2023 mendatang.
Isu resesi global 2023 ini menjadi topik berita yang menarik perhatian sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya untuk berdiskusi dengan Direktur PT Kencana Maju Bersama terkait upaya yang perlu dilakukan pelaku usaha dalam menghadapi resesi global 2023.

Susanto, Direktur PT Kencana Maju Bersama (KMB) yakni sebuah perusahaan distribusi baja ringan terbesar di Indonesia mengungkapkan bahwa berbagai sektor telah mengalami perubahan signifikan akibat dari bencana pandemi Covid-19 hingga perang yang masih terus terjadi di berbagai negara.
“Pandemi Covid-19 mengubah sebagian besar sektor, mulai dari sektor komoditas sampai (dengan) sektor konstruksi. Selain itu, adanya perang di beberapa negara menyebabkan harga komoditas, energi, dan pangan melesat sehingga kembali memengaruhi ekonomi global,” tutur Susanto.
Lebih lanjut, Susanto mengungkapkan langkah-langkah yang sedang dia kerjakan sebagai upaya mempertahankan eksistensi perusahaannya mengahadapi isu resesi global 2023. Mulai dari meningkatkan investasi dalam negeri hingga mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi bangsa.
“Kami selaku perusahaan yang bergerak di produk baja ringan akan berinovasi dan banyak melakukan investasi dalam negeri supaya kepercayaan publik itu kembali terbentuk. Sehingga kita harus sama-sama bersama pemerintah saling mendukung untuk kembali meningkatkan ekonomi Indonesia,” ungkap Susanto.
Tak lupa Susanto menuturkan pesan kepada sesama rekan pengusaha agar dalam membangun bisnis tak hanya berpaku pada keuntungan saja melainkan manfaat yang dapat diterima oleh masyarakat.
“Memang kita terkadang menciptakan sebuah produk hanya berpaku pada keuntungan apa yang kami dapatkan (dari) produk yang kami ciptakan. Tetapi bagi saya, kami menciptakan produk baja ringan ini (supaya) lebih banyak pesan manfaat yang diterima masyarakat bukan (hanya) pengusahanya. Kalau sebuah produk ini bisa banyak manfaatnya untuk masyarakat tentu berkatnya juga banyak kepada kita. Seperti kami (perusahaan distribusi) baja ringan yang banyak membuat edukasi bahkan pelatihan-pelatihan itu (tujuannya) kami memberikan manfaat kepada masyarakat. Jadi harapan saya untuk para pengusaha Indonesia ciptakanlah produk yang banyak manfaatnya untuk masyarakat. Bukan untuk kepentingan perusahaannya itu sendiri. Dengan banyaknya manfaat tentu kita sendiri dapat menikmati hasil yang kita buat,” tutup Susanto.
Oleh: Fariz Abdillah Zulfa Mahasiswa Untag Surabaya
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda