Wonosobo, JurnalPost - Universitas Diponegoro telah menerjunkan ribuan mahasiswa peserta KKN Tim II tahun ajaran 2020/2021 di berbagai daerah di seluruh Indonesia, salah satunya yang berada di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo (30/6/2021).
Pandemi Covid-19 menyebabkan KKN kali ini dilaksanakan secara online di masing-masing daerah yang merupakan domisili dari peserta KKN, sama seperti tahun sebelumnya. Tahun ini KKN Tim II Undip mengusung tema yaitu “Pemberdayaan masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)”. Oleh karena itu, Universitas Diponegoro menugaskan kepada mahasiswanya untuk membuat 2 progam kerja yang berkaitan dengan kompetensi keilmuan masing-masing mahasiswa dengan tema Covid-19 maupun SDG’s (Sustainable Development Goals).
Permasalahan yang sangat mendasar di tengah pandemi Covid-19 tentu pada bidang kesehatan, dimana masyarakat Indonesia diharuskan untuk lebih peduli terhadap kesehatannya, terutama sistem imun tubuh supaya tidak mudah tertular oleh virus. Selain itu pandemi Covid-19 juga menyebabkan melemahnya perekonomian Indonesia bahkan banyak karyawan yang harus mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), di sisi lain kebutuhan rumah tangga justru semakin meningkat.
Berangkat dari permasalahan yang ada, salah satu peserta KKN Tim II yaitu Nosa Putri Syalsabila (21) mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan tergerak untuk mencoba memeberikan sebuah solusi dengan melihat potensi yang ada di Desa Kadipaten yang merupakan lokasi tempatnya melaksanakan KKN.
Salah satu potensi yang ada di Desa Kadipaten terutama di Dusun Kluruhan yaitu hasil budidaya ikan air tawar seperti ikan lele dan ikan nila, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal, terlihat dari ikan hasil budidaya tersebut masih dijual dalam bentuk ikan segar atau tanpa nilai tambah (value added). Padahal jika ikan diolah menjadi produk yang lebih beragam dapat meningkatkan harga jual, selain itu ikan dapat lebih digemari oleh masyarakat.
Oleh karena itu Nosa (21) sapaan akrabnya memberikan sosialisasi secara online kepada ibu PKK di Desa Kadipaten tentang cara mengolah ikan lele menjadi produk nugget ikan yang kaya nutrisi (Jumat, 30/7/2021). Meskipun sosialisasi ini dilaksanakan secara online tidak mengurangi antusias ibu-ibu PKK untuk mengikutinya dari awal higga akhir, bahkan selama sosialisasi berlangsung terjalin diskusi yang asik dan interaktif antara mahasiswa KKN dan audience.
Menurut pemaparan Nosa ketika sosialisasi berlangsung, nugget ikan lele mengandung nutrisi seperti protein, asam lemak omega-3, asam lemak omega-6, karbohidrat, mineral dan masih banyak yang lainnya sehingga produk ini cocok sebagai kudapan yang dapat meingkatkan sistem imun tubuh di masa pandemi.
Selain itu ikan juga memiliki berbagai manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh seperti dapat meningkatkan kecerdasan otak, mengurangi risiko kardiovaskular, dan mempengaruhi sensitifitas insulin.
Setelah sosialisasi pembuatan nugget ikan lele, Nosa juga mengajak audience untuk menerapkan Gemarikan (Gerakan Memasyaraktkan Makan Ikan) dengan rutin mengonsumsi ikan setiap hari, untuk menjaga sistem imun tubuh selama pandemi. Gemarikan sendiri merupakan salah satu progam dari pemerintah yang saat ini mulai digencarkan untuk membiasakan memakan ikan setiap hari.
Melalui sosialisasi pembuatan nugget ikan lele dan Gemarikan, Nosa berharap dapat memberikan pengalaman baru kepada ibu PKK supaya dapat diterapkan untuk memulai usaha yang baru karena menurutnya pembuatan nugget ikan memberikan nilai tambah terhadap ikan lele itu sendiri.
Selain itu dengan pembuatan nugget ikan lele juga dapat menjadi salah satu alternatif makanan sehat, serta dengan menerapkan gerakan makan ikan setiap hari diharapkan dapat menjaga sistem imun tubuh di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda