WASPADA!!! Membakar Sampah Plastik Menghasilkan Gas Dioksin Yang Bisa Menyebabkan Keracunan Dan Kanker

bakar sampah

JURNALPOST Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah plastik ini. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menginformasikan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia setelah China sejak tahun 2016.

Tidak hanya itu, volume data sampah yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai 66,5 juta ton selama tahun 2018 ini, dan sebagian besar berasal dari kategori sampah rumah tangga yang kebanyakan adalah sampah plastik.

Cara paling mudah yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia salah satunya adalah dengan membakar sampah-sampah plastik tersebut. Namun tahukah kamu membakar sampah plastik itu dapat menyebabkan keracunan dan kanker?

Nah, bagaimana cara membakar plastik agar tidak menyebabkan keracunan dan kanker? serta bagaimana cara kita untuk mengurangi penggunaan sampah plastik tersebut? Mari kita simak penjelasannya.

Berbagai macam barang mulai dari botol air mineral, kantong kresek pembungkus, alat makan, alat rumah tangga, bahkan sampai pembungkus sampah (trash bag) dan berbagai barang lainnya memerlukan suatu bahan baku yang praktis dalam pembuatannya.

Bahan tersebut pasti tidak asing di telinga kita dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita, ya! Plastik. Plastik merupakan merupakan senyawa polimer yang unsur penyusun utamanya adalah Karbon dan Hidrogen (Surono, 2013). Plastik adalah jenis makromolekul yang dibentuk dengan proses polimerisasi. Polimerisasi adalah proses penggabungan beberapa molekul sederhana (monomer) melalui proses kimia menjadi molekul besar (polimer atau makromolekul).

Penggunaan plastik terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat dan berkembangnya industri yang semakin mengembangkan produk berbahan dasar sama. Produk yang sangat dibutuhkan ini ternyata memiliki dampak yang tidak baik untuk lingkungan. Benda ini sangat berpotensi mencemari lingkungan karena pada umumnya sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme.

Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, DR. Emil Budianto mengatakan, sampah plastik dalam jumlah banyak mengandung karbon dan hidrogen. Zat tersebut kemudian akan berkumpul dengan zat lain yang berasal dari sisa makanan, seperti klorida.

Ketika sampah tersebut dibakar, maka campuran zat tersebut akan melepaskan zat lain yang berbahaya bagi manusia, yaitu dioksin dan furan. Meskipun dalam dosis kecil, kedua zat tersebut sangatlah berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Padahal, saat sampah plastik dibakar, jumlah zat yang dilepaskan cukup besar. Ketika terhirup oleh manusia, maka akan menimbulkan reaksi seperti batuk, sesak napas, dan pusing. Ketiga reaksi tersebut, merupakan respon tubuh ketika terpapar oleh zat berbahaya.

Tidak hanya membahayakan kesehatan, pembakaran sampah juga dapat mencemari udara karena menghasilkan emisi karbondioksida. Hal ini akan menyebabkan lapisan ozon semakin menipis. Akibatnya, pemanasan global semakin parah dan bisa meningkatkan suhu di bumi. Jika dibiarkan terus menerus, maka kondisi tersebut akan mempercepat pencairan es di kutub.

Lalu bagaimana cara membakar sampah plastik agar tidak menyebabkan keracunan dan kanker? Sebenarnya, kita bisa membakar sampah tanpa menghasilkan zat berbahaya, yaitu dengan membakar pada suhu 1.000 derajat celcius. Sayangnya, hal ini sangat sulit untuk dilakukan, apalagi oleh masyarakat biasa. Sebab, untuk mencapai suhu setinggi ini, dibutuhkan mesin incinerator.

Plastik memiliki beragam karakter jika dibakar. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk mengetahui terlebih dulu karakter plastik yang akan dimusnahkan dengan cara seperti itu guna mengurangi resiko berbahaya. Sebelum membakarnya kita harus mengetahui karakteristik sampah plastik itu bisa meleleh dan tidak melepaskan gas dioksin. Cara tersebut dilakulan untuk meminimalisir kadar gas dioksin yang timbul dari proses pembakaran itu sendiri.

Jadi, jika kamu ingin hidup sehat dan bersih maka mulailah peduli terhadap lingkunganmu mulai sekarang dengan salah satunya mengurangi penggunaan plastik. Ini dia beberapa tips sederhana yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari guna mengurangi penggunaan plastik:

  1. Membawa Tas Belanja sendiri kemana-mana
  2. Membawa Kotak Makan Sendiri
  3. Mengurangi Penggunaan Tisu Basah
  4. Menggunakan Produk dengan yang dikemas dengan Beling Kaca atau Karton
  5. membawa Botol Minum Sendiri
  6. Tidak Lagi Menggunakan Sedotan untuk Minuman di Restoran Cepat Saji, Cafe atau Tempat Jualan Minuman
  7. Belajar Cara Daur Ulang Sampah Plastik

Lingkungan yang kurang bersih, banjir dan penyakit dimana-mana bukan kesalahan satu individu bahkan pemerintah. Tapi kita semualah yang lalai dalam menjaganya. Jika ingin lingkungan tempat tinggal sekitar jadi bersih, mulailah menjadi pribadi yang bersih terlebih dahulu. Belajar cintai lingkungan dan hindari aktivitas-aktivitas yang bisa merusak lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan produk dengan bahan plastik. (Dea Aprilia dari Universitas Negeri Medan prodi Pendidikan IPA)

Berita terbaru

Manfaat Daun Sambiloto untuk Kesehatan, Salah Satunya Tingkatkan Imun Tubuh

JURNALPOST - Manfaat daun sambiloto untuk kesehatan mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang. Namun, ternyata daun sambiloto ini telah digunakan dalam berbagai ramuan tradisional sejak dulu. Tanaman...
- Advertisement -

Tingkatkan Kesehatan tubuh, KKN UIN Walisongo adakan Bekam gratis kepada masyarakat

SEMARANG, JURNALPOST - Dalam rangka program kerja KKN RDR 75 di RT 08 Rw 11 Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan Kota semarang, mahasiswa KKN mengadakan...

Sasindo unair tekankan pentingnya budaya literasi pada anak zaman sekarang

JURNALPOST - Ketika sang mentari belum menampakkan wujudnya, segenap tim perwakilan Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya UNAIR memberangkatkan diri menuju...

Manfaatkan Smartphone KKN UIN Walisongo Semarang Berikan Pelatihan Pencatatan Laba Usaha

JURNALPOST - Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang melakukan pelatihan terkait pencatatan laba usaha dengan menggunakan aplikasi di smartphone kepada para pedagang/UMKM di lingkungan...

Berita Terkait

Manfaat Daun Sambiloto untuk Kesehatan, Salah Satunya Tingkatkan Imun Tubuh

JURNALPOST - Manfaat daun sambiloto untuk kesehatan mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang. Namun, ternyata daun sambiloto ini telah digunakan dalam berbagai ramuan tradisional sejak dulu. Tanaman...

Tingkatkan Kesehatan tubuh, KKN UIN Walisongo adakan Bekam gratis kepada masyarakat

SEMARANG, JURNALPOST - Dalam rangka program kerja KKN RDR 75 di RT 08 Rw 11 Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan Kota semarang, mahasiswa KKN mengadakan...

Sasindo unair tekankan pentingnya budaya literasi pada anak zaman sekarang

JURNALPOST - Ketika sang mentari belum menampakkan wujudnya, segenap tim perwakilan Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya UNAIR memberangkatkan diri menuju...

Manfaatkan Smartphone KKN UIN Walisongo Semarang Berikan Pelatihan Pencatatan Laba Usaha

JURNALPOST - Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Semarang melakukan pelatihan terkait pencatatan laba usaha dengan menggunakan aplikasi di smartphone kepada para pedagang/UMKM di lingkungan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini