Depok, JurnalPost.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi virus Covid-19. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik tercatat bahwa usaha akomodasi dan makan/minum mengalami penurunan pendapatan sebanyak 92,47%. Tidak hanya penurunan pendapatan dan modal, UMKM juga menghadapi banyak persoalan selama pandemi seperti proses pendistribusian terhambat, kesulitan mencari bahan baku, produksi menurun, dan banyak tenaga kerja yang dirumahkan.
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga berdampak pada terhentinya aktivitas ekonomi. Transformasi digital merupakan langkah awal untuk menyiasati penurunan produktivitas UMKM terlebih pada era ini setiap orang diharuskan untuk berdaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat agar tidak tergerus zaman.
Sinta, selaku pemilik usaha SMAIL Snack and Drink di Depok, sebelum pandemi produk yang dipasarkan hanya lewat mulut ke mulut saja. Namun selama pandemi berlangsung, ia beralih memasarkan produknya menggunakan media digital seperti Instagram, facebook, dan grup whatsapp.
Sinta mengatakan bahwa pemasaran produk secara online terbilang cukup praktis dan mendapatkan banyak keuntungan. Ia dapat meningkatkan brand awareness, mengukur keberhasilan berdasarkan analisa kebutuhan konsumen menggunakan sasaran market, dan menjangkau konsumen yang lebih luas menggunakan Instagram dan facebook ads.
Pergeseran pola konsumsi yang terjadi pada masa pandemi dengan melakukan belanja online nyatanya merupakan pilihan favorit konsumen agar dapat memenuhi kebutuhan pada pemberlakuan social distancing ini. Hal tersebut mengharuskan Sinta untuk beralih menjual produknya di dalam marketplace & e-commerce.
“Awal pandemi omset yang didapatkan rata-rata 5 juta per bulan, namun setelah melakukan pemasaran secara online ditambah adanya peningkatan kualitas penjualan, dan open reseller omset perbulannya naik menjadi 15-20 juta per bulan,” ujar Sinta.
Berhubung SMAIL Snack and Drink milik Sinta bergerak di bidang kuliner, ia pun memanfaatkan layanan pesan-antar ojek online.
Bersamaan dengan itu, semenjak adanya pandemi Covid-19 UMKM lain binaan Kota Depok seperti Gula Garam yang menyediakan olahan cemilan rumah mulai aktif merintis usaha cemilan rumahannya lewat digitalisasi. Perkembangan era digital sangat memengaruhi usaha yang dimiliki Yuniawati, UMKM ini dituntut untuk mengikuti arus perkembangan digital.
Menurut Yuniawati, untuk mempertahankan suatu kualitas produk tidaklah mudah, strategi yang dilakukan untuk tetap mengembangkan UMKM-nya adalah dengan cara terus mempelajari marketing secara digital, mulai dari beriklan secara efektif di media sosial dan mendesain rancangan iklan agar menarik di mata konsumen.
“Hadirnya teknologi digital semua kebutuhan pemasaran dan marketing lebih mudah dilakukan. Untuk pemasaran sudah tidak perlu lagi mengeluarkan dana yang besar untuk beriklan di media cetak,” ucap Yuniawati. Transformasi digital seperti saat ini memberikan kesempatan dan peluang besar bagi pelaku UMKM manapun untuk selalu berkembang. Dengan memiliki bekal dan pengetahuan yang cukup, usaha akan berkembang dengan sendirinya diiringi dengan kualitas produk yang baik.
Oleh : Zevana Huwaidah/Mahasiswi Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB University


Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda