Oleh : Dyah Kisti Nurjannah / Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Jurnalpost - Pandemi Covid-19 tentunya berdampak bagi semua kalangan dan semua bidang tanpa terkecuali termasuk pelajar. Banyak pelajar yang mengeluhkan tidak nyaman belajar secara daring, selain itu mereka (pelajar) juga mengeluhkan tidak mendapatkan uang saku lantaran tidak bersekolah. Namun kita harus bisa mengambil peluang positif dari adanya pandemi tersebut. Lalu, apa sih yang bisa dilakukan pelajar di masa pandemi untuk mendapatkan uang saku?
Dilansir dari Jurnal Ilmiah Pernas (2020: 374) “Pandemi merupakan dasar dari penyakit dengan jumlah tertentu yang ada dalam suatu komunitas”. Dapat dikatakan bahwa pandemi merupakan suatu penyebaran virus atau penyakit dalam skala dan jumlah yang besar. Rizky Nur Hidayatullah (17 tahun) seorang pelajar yang tinggal di kabupaten Kulon Progo dan masih duduk di bangku kelas 3 SMK. Diawali karena tidak mempunyai kegiatan diwaktu senggang dan merasa resah karena tidak memiliki uang saku, dia melihat tetangga yang memelihara jangkrik dan menghasilkan uang dengan usaha yang dirasa tidak rumit tersebut. Hal itulah yang menarik minatnya, karena usaha tersebut dapat di sampingkan dengan belajar.
Dilansir dari KBBI “Ternak merupakan binatang yang dipiara (lembu, kuda, kambing, dan sebagainya) untuk dibiakkan dengan tujuan produksi”. Jangkrik merupakan hewan herbivora (pemakan tumbuhan) yang hidup dengan cara bersembuyi dan di tinggal tempat yang lembab, namun kondisinya kering. Dari ketertarikan di atas, Rizky memulai mencari tahu cara ternak jangkrik. Semenjak September 2020 ia mengawali usahanya, dimulai dari membuat kandang jangkrik yang terbuat dari GRC atau tripleks dan kayu untuk dijadikan wujud sebuah box. Total pembuatan kandang untuk dua box Rp 500.000,00 “memang besar untuk modal awal, bisa jadi nanti untuk hasil panen pertama hanya balik modal. Hitung-hitung untuk pembelajaran. Namun untuk hasil panen selanjutnya bisa untung hingga Rp 500.000,00 untuk 2 boxnya”. tutur Rizky. Jika modal tersebut dirasa besar, bisa membuat satu box dulu bekerja sama dengan teman dalam pembuatan box dan beternak
Untuk ternak jangkrik kita membutuhkan klaras sebagai tempat tinggal dan jangan lupa tetap jaga kelembabanya. Cara ternak jangkrik cukup mudah dan tidak menguras waktu yang banyak. Yuk, kita simak cara ternak jangkir berikut hingga masa panen.
Tahap persiapan
Siapkan klaras (daun pisang kering) yang telah dijemur sebelumnya. Kemudian, taruh daun klaras di dalam box.
Tahap menetaskan telur
Telur diperoleh dari pengepul dengan harga Rp 25.000,00 per ons. Setelah telur diperoleh maka letakkan telur di box dengan diberi alas yang datar seperti papan tripleks Kemudian, ambil kain warna putih lalu dibasahi dan peras hingga kainnya lembab. Tutup kandang dengan kain yang berlubang agar mendapatkan sirkulasi udara.
Tahap pakan
Untuk urusan pakan sangat mudah didapat. Saat jangkrik usia 1-2 hari cukup beri sentrat ayam yang telah ditumbuk. Untuk usia selanjutnya hingga panen berikan rempesan (sisa sayur). Rempesan tersebut meliputi sawi, kol dan kangkung yang bisa dicari atau dibeli di pasar. Rempesan hingga masa panen menghabiskan Rp 60.000,00. Jangkrik tetap diberi sentrat untuk mencukupi kebutuhan protein. Untuk sentrat menghabiskan dana sebesar Rp 320.000,00 hingga masa panen.
Tahap menjaga kelembaban
Semprot box dari luar jika cuacanya panas untuk menjaga agar kandang jangkrik tetap lembab. Jika tidak disemprok jangkrik akan kepanasan dan meloncat-loncat bahkan bisa mati. Tentu hal tersebut akan menimbulkan kerugian. Selain box yang disemprot, sayuran juga perlu disemprot agar jangkrik mendapatkan minuman.
Tahap masa panen
Jangkrik di panen bukan berdasarkan ukurannya, namun berdasarkan usianya. Dari telur datang hingga masa panen membutuhkan waktu 1 bulan. Jangkrik yang telah dipanen disetor kembali ke pengepul. Normalnya 1 ons telur jangkrik menjadi 8 kg jangkrik yang siap panen. Untuk cara panen siapkan bebrapa karung beras dengan netto 50kg, kemudian setiap karung tersebut diisi 1 kg klaras kering dan 1 kg jangkrik.
Terlepas dari cara berternak yang cukup mudah, terdapat juga kendala yang dialami, yaitu sulit mengeringkan klaras saat musim hujan dan lamanya menunggu kedatangan telur berikutnya, dikarenakan menunggu giliran dengan peternak yang lain. Menarik bukan usaha tersebut untuk para pelajar agar mendapatkan uang saku tanpa merepotkan orang tua?
Biodata Penulis
Dyah Kisti Nurjannah, bisa dipanggil Dyah atau Kisti. Lahir di Kulon Progo, 17 Maret 2000 dan sekarang berusia 20 tahun. Dyah pernah menuntut ilmu SD N 1 Nanngulan, SMP N 1 Nanggulan, SMA N 1 Sentolo jurusan IPA, dan sekarang sedang menempuh pendidkan Strata 1 di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Penulis merupakan seorang mahasiswi semester 3 yang mengambil program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan (FKIP).
Penulis mempunyai cita-cita sebagai penulis, karena dengan menulis dapat menjelajah dan menjadi inspirasi dari tulisan yang telah dipublikasikan. Penulis mempunyai hobi di antaranya: membaca, menulis, menonton, berenang, dan travelling.
Referensi:
https://kbbi.web.id/ternak
Wawancara dengan Rizky Nur Hidayatullah (narasumber)
Handayani, dkk. (2020). Pandemi Covid-19, Respon Imun Tubuh, dan Heard Immunity. Jurnal Ilmiah Pernas 10 (3), 373-380.
Setiawan, dkk. (2020). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Menggunakan E-Commerc dalam Bidang Usaha Ternak Jangkrik Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga. Jurnal pengabdian tri bhakti 2 (1), 1-5.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda