JurnalPost.com - PT Telkom Indonesia tak lagi asing di telinga masyarakat. Salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang jasa layanan Teknologi informasi dan Komunikasi dan jaringan telekomunikasi ini kini membuka jasa investasi.
Sebenarnya apa sih investasi itu? Mari kita bahas tuntas. Investasi merupakan penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.
Investasi menurut PSAK (Persyaratan Standar Akuntansi Keuangan) adalah suatu aktivitas yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accretion of wealth) melalui distribusi hasil investasi seperti bunga, royalti, dividen dan uang sewa untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.
Pada umumnya, orang-orang akan melakukan investasi karena keuntungan finansial yang menjanjikan untuk kebutuhan masa depan. Namun ternyata tujuan dari investasi tidak sesimpel itu, ada banyak tujuan investasi diantaranya; Menambah aset dan harta kekayaan, mempersiapkan kondisi finansial yang stabil di masa depan, atau mempersiapkan dana pensiun, membentuk dan memupuk kebiasaan gaya hidup hemat, memiliki dana darurat, dan mencapai tujuan keuangan di masa depan, serta memberikan proteksi terhadap aset dari tekanan inflasi atau menjaga nilai uang dari inflasi.
Saat ini banyak perusahaan yang menawarkan investasi salah satunya adalah PT Telkom Indonesia (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi di Indonesia.
Investasi yang ditawarkan biasanya berdasarkan jangka waktu dan berdasarkan bentuknya. Investasi berdasarkan jangka waktu terdiri dari tiga jenis yaitu investasi jangka panjang, investasi menengah panjang, menengah pendek dan investasi jangka pendek. Sedangkan investasi berdasarkan bentuknya itu terbagi menjadi dua yaitu investasi aktiva riil yang dilakukan dengan aset investasi yang terlihat seperti tanah, properti atau logam mulia. Dan investasi aktiva finansial dengan aset investasi dalam bentuk sekuritas seperti saham, reksadana dan obligasi.
Dalam pengembangan bisnis telekomunikasi digital, PT Telkom Indonesia memerlukan kemitraan, sinergi dan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan digital lainnya. Terbukti dengan PT Telkom Indonesia membuka strategi investasi di AKAB yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam penerbitan aplikasi (perangkat lunak) berbasis telepon seluler dengan merek dagang “Gojek”. Pada tanggal 16 November 2020, AKAB dan Telkomsel melakukan kolaborasi dengan menentukan strategi dan syarat ketentuan. Semua keputusan akan mempunyai konsekuensi dan resikonya masing-masing, begitupun dengan Investasi.
Dalam investasi selalu menyangkut dua hal, yaitu risiko dalam return. Risiko mempunyai hubungan positif dan linear dengan return yang diharapkan dari suatu investasi, sehingga semakin besar return yang diharapkan semakin besar pula resiko yang harus ditanggung oleh seorang investor. Dalam melakukan keputusan investasi, khususnya pada sekuritas saham, return yang diperoleh berasal dari dua sumber, yaitu dividen dan capital gain. Sedangkan risiko investasi saham tercermin pada variabilitas pendapatan (return saham) yang diperoleh.
Penulis: Annisa Nickyta Ayu, 202010170311321, Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda