MALANG, JurnalPost.com – Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan desain interior ruang dekan dan ruang tunggu di Gedung B35. Kegiatan yang menjadi bagian dari program pengabdian tahun 2026 ini berfokus pada pengembangan tata ruang untuk mendukung aktivitas kerja, penerimaan tamu, sekaligus memperkuat identitas visual fakultas.
Kegiatan ini melibatkan Rais Amin, Yossy Aditya Prayoga, Angel Natalin, Chintya Paramita Puspita, dan Rizka Sarah Heydarina Fathima Ahsan. Dalam pelaksanaannya, tim menggandeng CV Rais Amin Pertama sebagai mitra jasa konstruksi dan interior.
Kolaborasi tersebut menjadi bentuk penerapan keahlian akademik dalam menjawab kebutuhan perancangan dan pelaksanaan pekerjaan interior di lingkungan perguruan tinggi.
Pendampingan dilakukan berdasarkan kebutuhan penataan furnitur, pengembangan tampilan ruang, serta penempatan identitas institusi agar lebih jelas dan mudah dikenali.
Ruang dekan dirancang untuk mengakomodasi aktivitas kerja sekaligus penerimaan tamu, sedangkan ruang tunggu diarahkan menjadi area penerimaan yang nyaman, tertata, dan mencerminkan karakter institusi.
Pendampingan Desain Interior melalui Visualisasi Tiga Dimensi
Proses pendampingan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi kondisi awal, survei dan pengukuran ruang, analisis kebutuhan, pengembangan konsep desain, hingga pemodelan tiga dimensi (3D) dan pendampingan penerapan elemen interior.
Visualisasi 3D digunakan sebagai media komunikasi antara tim pengabdian, mitra, dan pengelola ruang. Melalui pemodelan tersebut, seluruh pihak dapat mendiskusikan tata letak furnitur, pemilihan warna, serta komposisi elemen dinding sebelum diterapkan.

Gambar 1. Visualisasi 3D rancangan ruang dekan yang menampilkan penataan area kerja, penerimaan tamu, dan bidang identitas fakultas. Sumber: Dokumen desain kegiatan.

Konsep modern minimalis dipilih dengan memadukan warna netral, panel bermotif kayu, pencahayaan aksen, serta elemen identitas fakultas dan universitas.
Pada rancangan ruang dekan, meja kerja ditempatkan sebagai orientasi utama, dilengkapi area duduk untuk menerima tamu. Penataan ini dirancang agar fungsi ruang tetap optimal tanpa mengesampingkan tampilan formal institusi.
Sementara itu, ruang tunggu dirancang dengan mengombinasikan tempat duduk, meja, serta bidang identitas fakultas dan universitas sebagai pusat perhatian visual.

Gambar 2. Visualisasi 3D rancangan ruang tunggu yang memadukan area tempat duduk dengan elemen identitas fakultas dan universitas. Sumber: Dokumen desain kegiatan.
Penataan tersebut menjadi bahan pembahasan untuk menyelaraskan fungsi ruang penerimaan tamu dengan kebutuhan estetika dan representasi identitas institusi.
Penerapan Elemen Interior dan Penguatan Identitas Fakultas
Dalam tahap pelaksanaan, tim melakukan pendampingan terhadap penerapan sejumlah elemen desain yang telah direncanakan.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan pengerjaan panel dinding, pemasangan logo fakultas, serta penataan elemen identitas pada ruang kerja.
Sejumlah penyesuaian juga dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan ruang, termasuk konfigurasi furnitur serta penggunaan unsur formal institusi.
Foto 2. Proses pengerjaan panel dinding, pemasangan identitas fakultas, serta tampilan bidang panel dengan pencahayaan aksen. Sumber: Dokumentasi kegiatan.
Melalui pendekatan tersebut, desain interior tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas tampilan ruangan, tetapi juga mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan pengguna.
Hasil Pendampingan Menjadi Acuan Pengembangan Fasilitas
Kegiatan pengabdian ini menghasilkan booklet desain digital dan kumpulan visualisasi interior yang dapat digunakan sebagai acuan komunikasi antara mitra pelaksana dan pengelola fasilitas.
Dokumen tersebut memuat gambaran konsep penataan ruang yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan interior secara bertahap.
Selain menghasilkan dokumen perancangan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa yang terlibat.
Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan keterampilan pemodelan tiga dimensi, penyusunan konsep interior, serta dokumentasi desain berdasarkan kebutuhan nyata di lingkungan kampus.
Hasil pendampingan diharapkan menjadi dasar bagi pengelola fasilitas untuk melanjutkan proses penataan dan pemeliharaan interior secara berkelanjutan.
Evaluasi terhadap penggunaan ruang, kualitas pencahayaan, serta tanggapan pengguna dapat dilakukan pada tahap berikutnya sebagai bahan penyempurnaan desain.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang menunjukkan penerapan keahlian vokasi dalam pengembangan fasilitas institusi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda