Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

  2. Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

  3. Menyelamatkan Satu Kehidupan, Menyalakan Sejuta Harapan: Memaknai Pengabdian Kemanusiaan

  4. Mengokohkan Seni dan Budaya sebagai Bahasa Kemanusiaan Universal untuk Membangun Solidaritas Dunia

  5. Praktik “Orang Dalam”: 4 Langkah Mencegah Ketidakadilan dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Dosen PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung Dampingi 116 Guru RA Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Penguatan Karakter Anak

Dosen PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung Dampingi 116 Guru RA Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Penguatan Karakter Anak

Foto profil Rina Maharani
Penulis: Rina Maharani
06 November 2026, 11.47 WITA Editor: Gilang Pamungkas
6 menit baca
Tim Pengabdian
Peserta yang terdiri atas kepala dan guru Raudhatul Athfal mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan tim dosen PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung di Kabupaten Lampung Timur pada 20 Juli–10 Agustus 2026. (Dok. Tim Pengabdian)

Lampung Timur, JurnalPost.com – Menanamkan karakter positif pada anak sejak usia dini tidak cukup hanya melalui nasihat atau penyampaian materi di dalam kelas. Nilai-nilai seperti kasih sayang, kepedulian, empati, dan tanggung jawab perlu dikenalkan melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut menjadi perhatian tim dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Jurai Siwo Lampung, melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi kepala dan guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Lampung Timur.

IKLAN

Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Juli hingga 10 Agustus 2026 ini diikuti oleh 116 kepala RA dan guru yang berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Lampung Timur.

Murid TK Khasanah berseragam hijau-kuning berbicara memakai mikrofon di depan teman-temannya, berlatar spanduk Fun Traffic Day dan rambu lalu lintas.
Baca Juga

Lampu Merah, Semua Berhenti! Murid TK Khasanah Asyik Mengenal Kendaraan Darat, Air, dan Udara Hingga Jatuh Hati pada Lalu Lintas

Pelatihan diselenggarakan melalui kerja sama dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Lampung Timur dan dipusatkan di tiga lembaga mitra, yakni RA Muslimat Pekalongan, RA Muslimat Toto Mulyo Way Bungur, dan RA Ma’arif Sekampung Udik.

Melalui kegiatan ini, para pendidik mendapatkan pendampingan untuk memahami sekaligus menerjemahkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran anak usia dini.

Mengintegrasikan Nilai Kasih Sayang dalam Pembelajaran

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun fondasi karakter dan perkembangan sosial-emosional anak. Pada tahap ini, anak tidak hanya belajar mengenal lingkungan dan mengembangkan kemampuan dasar, tetapi juga mulai memahami cara berinteraksi dengan orang lain.

Karena itu, proses pembelajaran perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengenal nilai kasih sayang, saling menghargai, bekerja sama, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Apriani, S.Pd. – Praktisi Pendidikan
Baca Juga

Penguatan Karakter Anak Sejak Usia Dini, Fondasi Penting Membangun Generasi Masa Depan

Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan kepada peserta untuk memperkuat pembentukan karakter melalui kegiatan belajar yang humanis dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Dalam pelatihan tersebut, para guru mempelajari lima orientasi nilai utama, meliputi cinta kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw., cinta kepada diri sendiri dan sesama manusia, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada tanah air.

Kelima nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.

Sebagai contoh, cinta kepada sesama manusia dapat ditanamkan melalui kebiasaan berbagi, membantu teman, dan menghargai perbedaan. Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun dengan membiasakan anak menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, dan menggunakan fasilitas bersama secara bertanggung jawab.

Dosen UMI
Baca Juga

Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan karakter tidak berdiri sebagai materi yang terpisah, melainkan menjadi bagian dari pengalaman belajar anak setiap hari.

Guru Dilatih Menyusun Modul Ajar Berbasis Cinta

Pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif agar peserta tidak hanya menerima penjelasan materi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan perangkat pembelajaran.

Para kepala RA dan guru mengikuti diskusi kelompok, sesi tanya jawab, studi kasus, simulasi, hingga praktik penyusunan rancangan pembelajaran harian atau modul ajar.

Dalam sesi praktik, peserta didampingi untuk mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam kegiatan pembukaan, inti, dan penutup pembelajaran.

Pendampingan ini membantu guru memahami bahwa penanaman karakter dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan anak.

Misalnya, kegiatan pembukaan dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan menyapa teman dengan ramah dan mengungkapkan perasaan secara santun.

Pada kegiatan inti, guru dapat menghadirkan permainan kelompok yang mendorong kerja sama, saling membantu, dan menghargai pendapat teman.

Sementara itu, kegiatan penutup dapat digunakan untuk mengajak anak merefleksikan pengalaman belajar, menyampaikan rasa syukur, serta membangun kebiasaan menghargai usaha diri sendiri dan orang lain.

IKLAN

Selain penyusunan perangkat pembelajaran, para pendidik juga didorong untuk menerapkan komunikasi positif dan memberikan keteladanan dalam interaksi sehari-hari.

Hal tersebut penting karena anak usia dini banyak belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung. Sikap guru dalam berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, dan memperlakukan peserta didik dapat menjadi contoh bagi pembentukan perilaku anak.

Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan IGRA Lampung Timur

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung yang diketuai oleh Lia Ricka Pratama, M.Pd., bersama dua anggota, yakni Siti Kurniasih, M.Pd. dan Annisa Herlidasari, M.Pd.

Pelaksanaan program juga melibatkan dua mahasiswa PIAUD, yaitu Eka Zahra Nur Rahma dan Ana Maulidatul Khusnia.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari kolaborasi akademik dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi pendidik anak usia dini.

Sementara itu, kerja sama dengan IGRA Kabupaten Lampung Timur turut mendukung keterlibatan kepala RA dan guru dari berbagai kecamatan.

Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan pendampingan diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengalaman antarguru mengenai strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan karakter anak.

Peserta Berikan Respons Positif terhadap Pendampingan

Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan refleksi peserta selama kegiatan, pelatihan mendapatkan respons positif dari kepala RA dan guru yang terlibat.

Peserta menilai kegiatan ini memberikan tambahan pemahaman mengenai cara memasukkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam rancangan pembelajaran yang digunakan di lembaga masing-masing.

Pengalaman menyusun perangkat pembelajaran secara langsung juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan ide kegiatan yang lebih kontekstual.

Selain memahami konsep dasar KBC, peserta memperoleh pengalaman praktik dalam merancang aktivitas yang mendorong perkembangan sosial-emosional dan pembentukan karakter anak.

Meski demikian, hasil kegiatan ini belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya perubahan langsung terhadap karakter peserta didik.

Dampak penerapan Kurikulum Berbasis Cinta terhadap perilaku, perkembangan sosial-emosional, dan pembentukan karakter anak masih memerlukan pengamatan serta evaluasi lebih lanjut setelah perangkat pembelajaran diterapkan di kelas.

Oleh karena itu, tindak lanjut berupa penerapan, refleksi, dan evaluasi pembelajaran menjadi bagian penting agar manfaat pendampingan dapat terus berkembang.

Mendorong Kurikulum Berbasis Cinta Menjadi Budaya Pembelajaran

Tim pengabdian berharap para pendidik dapat memanfaatkan rancangan pembelajaran yang telah disusun selama pelatihan untuk diterapkan secara bertahap di lembaga masing-masing.

Penerapan tersebut diharapkan disertai refleksi berkala agar guru dapat mengetahui aktivitas yang berjalan efektif serta aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan.

Kolaborasi dengan IGRA dan lembaga mitra juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan berbagi praktik baik dan pendampingan lanjutan.

Dengan langkah tersebut, nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya hadir dalam dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya pembelajaran dan interaksi sehari-hari di lingkungan RA.

Melalui program pengabdian ini, PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung berupaya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya dalam penguatan kompetensi guru dan pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada karakter.

Pendidikan yang berlandaskan kasih sayang diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai setiap anak, sekaligus menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi yang memiliki empati, kepedulian, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dosen-piaud-uin-jurai-siwo-lampung-kurikulum-berbasis-cinta/98565/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 12.06 WITA

  • #Guru RA Lampung Timur
  • #IGRA Lampung Timur
  • #Kurikulum Berbasis Cinta
  • #PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung
  • #Pendidikan Karakter
  • #Pengabdian kepada Masyarakat
  • #pendidikan Anak Usia Dini

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Pilihan Editor

  1. 1 Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak
  2. 2

    FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

  3. 3

    Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

  4. 4

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  5. 5

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.